Thank's to Pawit 
10/31/2008 02:37 PM







Kehancuran Uang Kertas Mengikuti Deret Fibonacci... 
Bahwasanya uang kertas yang menjadi salah satu pangkal Riba pasti hancur, 
ini sudah dijanjikan Allah dalam surat Al Baqarah 276 : "Allah Memusnahkan 
Riba dan Mensuburkan Sedeqah...".

Namun karena para ekonom dan ilmuwan sering mengabaikan peringatan 
Al-Qur'an dan mengandalkan teori dan analisa ilmiah semata, maka pada 
tulisan ini saya berusaha menjelaskan proses ilmiah kehancuran mata uang 
kertas (US Dollar, Rupiah ata apapun namanya) dengan menggunakan analisa 
statistik harga Dinar dalam Rupiah dan dalam US$ selama 40 tahun terakhir.

Dalam ilmu statistik ada yang dikenal sebagai Deret Fibonacci, yaitu deret 
angka-angka 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89,144, 233, 377, 610, 
987, 1597, 2584, 4181, 6765..dst. Angka-angka ini dihasilkan dengan cara 
menjumlahkan dua angka sebelumnya menjadi angka berikutnya. Contoh angka 5 
adalah 2+3 ; angka 8 adalah 5+3 dst.

Apa istimewanya bilangan tersebut ? . Coba Anda bagi mulai angka 34:21 
kemudian 55:34 gunakan kalkulator Anda dan set menjadi 3 digit di belakang 
koma – maka hasil pembagian akan menjadi angka 1.618. Begitupun 
angka-angka sesudahnya apabila dibagi dengan angka sebelumnya hasilnya 
akan menuju angka 1.618 tersebut.

Nah sekarang sebaliknya, bagi angka sebelumnya dengan angka sesudahnya.. 
.maka Anda akan selalu mendapatkan hasil angka 0.618.

Lantas apa istimewanya angka 1.618 dan 0.618 ini?. Ternyata angka ini 
banyak sekali kita jumpai di alam dan di tubuh kita. Barangkali ini antara 
lain yang diperintahkan Allah kepada kita untuk berpikir dalam surat Adz 
Dzaariyaat 21 "Dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak 
memperhatikan ?". Ternyata bilangan tersebut juga digunakan Allah untuk 
menciptakan keindahan tubuh kita.

Coba ukur bagian tubuh Anda di area-area berikut, maka Anda akan menjumpai 
angka Fibonacci tersebut :

1. Jarak antara ujung jari dan siku / jarak antara pergelangan tangan dan 
siku.

2. Jarak antara garis bahu dan unjung atas kepala / panjang kepala.
3. 
Jarak antara pusar dan ujung atas kepala / jarak antara garis bahu 
dan ujung atas kepala.
4. 
Jarak antara pusar dan lutut / jarak antara lutut dan telapak kaki.
5. dst. dst.

Lantas apa hubungannya ini semua dengan kehancuran Rupiah dan Dollar ?.

Allah menjanjikan keteraturan di bumi ini ; coba perhatikan ayat berikut 
"Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah 
sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu 
lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya 
penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat 
dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah". (QS. Al Mulk, 67: 3-4).

Dengan keteraturan pulalah Allah menghancurkan apa-apa yang di bumi, 
termasuk dalam memusnahkan Riba tersebut. Bahkan proses terjadinya 
kiamat-pun terurai secara rinci di Al-Quran dan Al Hadits, kejadiannya 
tahap demi tahap.

Di pasar modal, tahun 1937 ada ekonom yang terkenal R.N. Elliot yaang 
memperkenalkan teori gelombang yang disebut Elliot Wave Theory. Intinya 
naik turunnya harga saham juga mengikuti Deret Fibonacci tadi. Apabila 
kita bisa mengetahui kapan puncak yang satu, maka puncak berikutnya akan 
mendekati 1.618 kali puncak sebelumnya.

Dalam kaitan dengan nilai Dinar terhadap mata uang kertas Rupiah, titik 
puncak yang pertama dalam sepuluh tahun terkahir adalah di tahun 1998, 
sekarang sudah melewati puncak kedua. Bisa saja dalam waktu yang tidak 
terlalu panjang Dinar akan kelihatan lebih murah lagi, tetapi ini hanya 
sementara, selanjutnya akan menuju Deret Fibonacci berikutnya. Anggap 
puncak itu sekarang adalah Rp 1,096,900 per Dinar. Maka setelah menurun 
beberapa lama, harga Dinar insyaallah akan menuju puncak berikutnya yaitu 
1.618 x Rp 1,096,900 atau berarti Rp 1. 8 juta , berikutnya lagi Rp 2.9 
juta, Rp 4.6 juta, Rp 7.5 juta dst....sampai Rupiah benar-benar nggak ada 
nilainya.

Dollar Amerikapun demikian, puncak Harga Dinar tertinggi sebelumnya 
terjadi tahun 1980 dengan harga 1 Dinar setara US$ 88. saat ini harga 
Dinar yang mencapai US$ 116 masih belum mencapai puncak berikutnya. 
Berdasarkan Deret Fibonacci tersebut maka harga Dinar dalam waktu nggak 
terlalu lama insyaallah akan mencapai US$ 124. setelah itu akan turun 
sebentar, sebelum akhirnya rally menuju puncak-puncak berikutnya yaitu US$ 
200 ; US$ 326, US$ 527 dst...sampai US$ benar-benar tidak ada nilainya.

Rentang waktu antara puncak satu dengan puncak lainnya bisa panjang (lihat 
US Dollar) – bisa pendek (lihat Rupiah)– tetapi polanya jelas dan jaraknya 
dari puncak satu ke puncak lain untuk seluruh mata uang kertas makin lama 
makin pendek. Ini juga sejalan dengan salah satu Hadits Rasulullah SAW 
yang pernah saya baca – mudah-mudahan Allah mengampuni saya bila saya 
keliru – yaitu apabila awal tanda kiamat sudah terjadi – maka tanda-tanda 
berikutnya akan beruntun terjadi dengan sangat cepat seperti jatuhnya 
butiran rantai kalung yang putus talinya....

Tanda-tanda kehancuran mata uang kertas sudah sangat jelas...., 
mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran darinya.

*Catatan : Di pasar internasional yang pernah secara ringkas menggunakan 
Deret Fibonacci untuk analisa harga emas adalah Gold Price Organization, 
Ilmu duniawinya tulisan ini diilhami oleh analisa di situs mereka 
www.goldprice. org - saya hanya berusaha menambahkan sudut pandang saya 
sebagai seorang muslim melihat fenomena tersebut.


.

__,_._,___ 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke