dari tetangga...........


Tahukah Anda Akan Bahayanya Obat Puyer
Health News Fri, 13 Feb 2009 08:50:00 WIB 
Jakarta - Sebagian besar dari Anda pasti pernah memberikan racikan obat puyer 
kepada anak Anda ketika buah hati sedang sakit. Ya, obat yang ditumbuk halus 
ini nampaknya lebih mudah diminum bagi anak. Tapi tahukah Anda bagaimana proses 
pembuatan puyer ini.

Petugas meletakkan beberapa tablet di sebuah mangkok yang dikenal dengan 
mortar. Tanpa sarung tangan, biasanya petugas apotek langsung meracik obat. 
Setelah menjadi halus, racikan obat itu dibagi-bagi ke atas kertas pembungkus 
tanpa menggunakan alat timbang khusus.

Bahkan berdasarkan penelusuran yang dilakukan tim RCTI, ada sebuah apotek yang 
menghaluskan obat puyer di mortar yang penuh dengan sisa-sisa obat sebelumnya.

Sempatkah Anda berpikir risiko interaksi obat yang digerus dengan obat yang 
sudah menempel lama di mangkok itu. Bayangkan pula jika ternyata obat yang 
menempel itu ternyata sangat berbahaya jika tercampur dengan obat yang akan 
digerus.

Sebenarnya, penggerusan obat dengan menggunakan mortar ini memang dinilai sudah 
sesuai prosedur. Tapi anehnya, proses ini masih dirasa kurang ringkas dan 
merepotkan. Ada praktek salah satu dokter umum yang meracik obat dengan 
menggunakan mesin blender.

Penelusuran Tim RCTI sempat mengabadikan praktek yang dilakukan dokter umum 
yang terletak di Setiabudi ini melalui kamera tersembunyi. Ada dua kesalahan 
besar yang dilakukan sang dokter ini.

Pertama, dokter dilarang meracik obat sendiri karena itu tugas seorang farmasis 
atau apoteker. Kedua, blender yang digunakan terdapat sisa-sia obat sebelumnya. 
Tidak ada tanggung jawab moral untuk mencuci bersih blender yang telah 
digunakan sebelumnya.

Memang tidak ada aturan penggunaan blender dilarang atau tidak dalam meracik 
obat. Tapi sejumlah ahli farmasi mengkhawatirkan stabilitas jenis obat tertentu 
jika kontak dengan logam mesin blender. Inilah sejumlah sisi negatif dan bahaya 
puyer:

1. Bentuk pengobatan tidak rasional
2. Tidak sesuai dengan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik)
3. Rentan Polifarmasi
4. Proses peracikan tidak higienis
5. Potensi Human Error sangat besar
6. Stabilitas obat terganggu
7. Sejumlah jenis obat mudah rusak jika digerus
8. Kemungkinan terjadi toksid atau jamur
9. Ketepatan takaran diragukan
10. Sebagian bubuk terbuang
11. Resiko kontaminasi tinggi (kem)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke