wah......kurang tw juga bu.........cuma share aj......
----- Original Message -----
From: luciana hutagalung
To: [email protected]
Sent: Friday, February 13, 2009 9:43 AM
Subject: Bls: ~ aga ~ Tahukah Anda Akan Bahayanya Obat Puyer
pssssssstt....boleh tanya ??? setiabudi nya mana???? aq tinggal di
setiabudi neh. jadi parno dech..btw kmrn aq emang nonton tayangan ttg puyer itu
tp dokter nya di daerah cawang ...perempuan n guaaaalllaaaknya amit2!
Luciana M Hutagalung
PT. Allsport Equipment - Indonesia
Wisma Tugu II lt.8
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C 7 - 9 Kuningan
Jakarta Selatan
telp. 62 21 5208235 / 5208416
fax. 62 21 5208242
www.petzl.com
--- Pada Jum, 13/2/09, windi irawan <[email protected]>
menulis:
Dari: windi irawan <[email protected]>
Topik: ~ aga ~ Tahukah Anda Akan Bahayanya Obat Puyer
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 13 Februari, 2009, 9:37 AM
dari tetangga...........
Tahukah Anda Akan Bahayanya Obat Puyer
Health News Fri, 13 Feb 2009 08:50:00 WIB
Jakarta - Sebagian besar dari Anda pasti pernah memberikan racikan
obat puyer kepada anak Anda ketika buah hati sedang sakit. Ya, obat yang
ditumbuk halus ini nampaknya lebih mudah diminum bagi anak. Tapi tahukah Anda
bagaimana proses pembuatan puyer ini.
Petugas meletakkan beberapa tablet di sebuah mangkok yang dikenal
dengan mortar. Tanpa sarung tangan, biasanya petugas apotek langsung meracik
obat. Setelah menjadi halus, racikan obat itu dibagi-bagi ke atas kertas
pembungkus tanpa menggunakan alat timbang khusus.
Bahkan berdasarkan penelusuran yang dilakukan tim RCTI, ada sebuah
apotek yang menghaluskan obat puyer di mortar yang penuh dengan sisa-sisa obat
sebelumnya.
Sempatkah Anda berpikir risiko interaksi obat yang digerus dengan
obat yang sudah menempel lama di mangkok itu. Bayangkan pula jika ternyata obat
yang menempel itu ternyata sangat berbahaya jika tercampur dengan obat yang
akan digerus.
Sebenarnya, penggerusan obat dengan menggunakan mortar ini memang
dinilai sudah sesuai prosedur. Tapi anehnya, proses ini masih dirasa kurang
ringkas dan merepotkan. Ada praktek salah satu dokter umum yang meracik obat
dengan menggunakan mesin blender.
Penelusuran Tim RCTI sempat mengabadikan praktek yang dilakukan
dokter umum yang terletak di Setiabudi ini melalui kamera tersembunyi. Ada dua
kesalahan besar yang dilakukan sang dokter ini.
Pertama, dokter dilarang meracik obat sendiri karena itu tugas
seorang farmasis atau apoteker. Kedua, blender yang digunakan terdapat sisa-sia
obat sebelumnya. Tidak ada tanggung jawab moral untuk mencuci bersih blender
yang telah digunakan sebelumnya.
Memang tidak ada aturan penggunaan blender dilarang atau tidak dalam
meracik obat. Tapi sejumlah ahli farmasi mengkhawatirkan stabilitas jenis obat
tertentu jika kontak dengan logam mesin blender. Inilah sejumlah sisi negatif
dan bahaya puyer:
1. Bentuk pengobatan tidak rasional
2. Tidak sesuai dengan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik)
3. Rentan Polifarmasi
4. Proses peracikan tidak higienis
5. Potensi Human Error sangat besar
6. Stabilitas obat terganggu
7. Sejumlah jenis obat mudah rusak jika digerus
8. Kemungkinan terjadi toksid atau jamur
9. Ketepatan takaran diragukan
10. Sebagian bubuk terbuang
11. Resiko kontaminasi tinggi (kem)
------------------------------------------------------------------------------
Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---