Mau dong bos kirim di rar ya...

Alamat downloanya sekalian bos.....please....

 

Rgd.

fathu

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Perananta Ginting
Sent: Friday, May 15, 2009 11:13 AM
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Re: Mahasisiwa UIB

 

Ini beritanya,

Vid nya gw tonton dulu yach, entar klo bagus gw share..

xi.xi..xi.

 


Polisi Datangi Rumah JW Pukul 10 Malam 

 


Kamis, 14 Mei 2009 



Kenapa Rekaman Itu Bisa Beredar Luas? 

  

  

  

GE dan JW tak lagi menjalin hubungan cinta. Putus sudah. Kenapa dan siapa
yang membuat rekaman pribadi itu beredar luas? Polisi gagal menjemput JW. 



TIM BATAM POS, Batam 

  

Sejumlah teman GE dan JW, menduga film itu sengaja diedarkan sebagai
pelampiasan sakit hati JW setelah diputuskan GE. Sumber Batam Pos yang
mengaku teman dekat GE ditemui kemarin, mengaku video porno itu direkam
sejak beberapa bulan lalu dan sengaja diedarkan oleh teman-teman keduanya. 


GE sendiri disebut-sebut mengetahui video yang melibatkannya itu tersebar
luas. "Dia (GE-red) pernah ngomong kalau punya masalah dengan pacarnya. Tapi
dia tak menyebutkan apa masalahnya," ujar sumber tersebut. 


Di mata teman-temannya, GE adalah sosok pendiam dan tak banyak bicara. Ia
juga menyebutkan, sejak beberapa bulan lalu GE sempat mempolisikan pacarnya
JW dalam kasus penganiayaan. 


Diduga JW pernah bermain kasar dan memukul GE hingga harus berurusan dengan
polisi. Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja Edi Wiyanto belum bisa memastikan
apakah benar ada laporan kasus penganiayaan itu. 




''Kami harus buka dulu data-datanya, dan itu lama, karena kan banyak kasus,"
katanya. 


Sejak perselisihan itu, hubungan asmara keduanya tak terjalin mulus. GE
disebut-sebut telah memutuskan pacarnya, namun belum diketahui pasti apa
penyebabnya. "Dia itu pendiam. Tak pernah mau curhat masalah pribadinya
dengan teman lain," katanya. 


Polisi sendiri masih belum bisa memastikan motif di balik beredarnya video
porno itu. Kasat Reskrim Poltabes Barelang, Kompol Christian Tori mengatakan
dugaan yang dikemukakan rekan-rekan GE masih diselidiki polisi. 


Korps baju cokelat ini sudah mengetahui keberadaan dua mahasiswa yang
menjadi artis video porno itu. Dua mahasiswa berprestasi itu belum berhasil
ditemukan.  


Satreskrim Poltabes Barelang dan Polsekta Lubukbaja mendatangi rumah JW di
Baloi Center sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (12/5) lalu. Namun polisi
berpakaian preman itu tak berhasil menemukan JW karena rumahnya terkunci
rapat.
"Semalam banyak polisi ke sini (rumah JW, red). Katanya mau tangkap orang
yang terlibat video porno," ujar Roni Wisodo, satpam perumahan setempat
kemarin. 


Menurut dia, polisi bersama Ketua RT serta lurah setempat telah berusaha
membangunkan pemilik rumah yang berada di Jalan Kenanga itu. Tapi tak
berhasil. Rumah berlantai dua, lanjut Roni, tidak dalam keadaan kosong.
Sejak sore, warga sekitar sempat melihat penghuni rumah itu beraktivitas
seperti biasanya, namun pintu pagar tertutup rapat sejak berita beredarnya
video porno yang melibatkan salah satu anak pemilik rumah tersebut. 


Christian Tori membenarkan adanya upaya penjemputan terhadap JW di rumah
tersebut. Ia mengatakan pihaknya belum bertemu dengan JW karena ketika
didatangi rumah itu tertutup rapat. "Keduanya masih dibersembunyikan oleh
orang tuanya. Tapi kami telah mendatangi rumah mereka," ujar Christian di
Mapoltabes Barelang, kemarin. 


Mantan Kabag Ops Polresta Tanjungpinang itu mengatakan, dua mahasiswa itu
hingga kini masih menutup diri. Namun ia berharap kedua pelaku adegan porno
itu dapat mengikuti prosedur hukum. Apalagi keduanya diduga merupakan korban
dari pelaku pengedar rekaman video. 


"Kalau mereka berdua merasa dirugikan dengan peredaran video itu, silakan
melapor ke polisi agar dapat ditindaklanjuti," ujar Christian. 


Menurut Christian, pihaknya masih menyelidiki peredaran video berdurasi
hampir satu jam itu. Pelaku pengedar video tersebut saat ini menjadi target
utama polisi. Untuk mengungkap kasus ini, ia menyatakan dua mahasiswa
tersebut adalah kuncinya karena mereka lebih mengetahui video tersebut.
"Kenapa barang itu bisa tersebar. Itu yang akan diselidiki," ujar pria asal
Ambon itu. 


Ia menurutkan, jika keduanya bisa dimintai keterangan, berarti polisi dapat
menyelidiki apakah peredaran video tersebut akibat unsur kesengajaan atau
pemerasan yang dilakukan orang-orang tertentu. 


UIB: Mahasiswa Non-Aktif 


Pemeran video porno yang marak beredar belakangan ini, GE dan JW,  berstatus
sebagai mahasiswa nonaktif di Fakultas Hukum Universitas Internasional Batam
(UIB). GE telah lulus kuliah sejak awal April 2009, sedangkan JW resmi
mengundurkan diri dari UIB, 7 Mei lalu. 


"Keduanya memang pernah kuliah di UIB, tapi sekarang tak lagi," ujar Dekan
Fakultas Hukum UIB, Lu Sudirman dalam jumpa pers di kampus tersebut, Rabu
(13/5). Sudirman menambahkan, saat ini GE tinggal menunggu wisuda yang
rencananya akan digelar Agustus mendatang. Menurutnya, pihak kampus tidak
akan memberikan sanksi apapun, termasuk tidak akan menahan ijazah GE.
"Ijazah itu hak dia. Jadi akan tetap kami berikan," kata pria berkacamata
ini. 


Sementara itu, JW sudah tidak pernah mengikuti kuliah sejak pekan lalu.
Menurut Sudirman, kemungkinan JW sudah mengetahui videonya banyak beredar di
masyarakat. Sehingga JW memiliki inisiatif untuk mengundurkan diri sebelum
pihak kampus mengeluarkannya. "Dia memang mengundurkan diri, bukan kami
keluarkan," tegas Sudirman.Sebagai dekan dan dosen, Sudirman mengaku
menyayangkan aksi GE dan JW itu. Menurutnya, ulah kedua alumni tersebut
merupakan cobaan sekaligus musibah. Untuk itu, ia meminta supaya masyarakat
tidak menghakimi keduanya. 


Sudirman sendiri pernah mengajar keduanya selama dua semester. Selama
mengikuti kelasnya, kata Sudirman, GE dan JW termasuk mahasiswa yang rajin,
santun dam kritis. Keduanya nyaris tak pernah absen. Selain itu mereka juga
aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. 


"Makanya, saya sendiri tak pernah berfikir mereka akan berbuat seperti ini,"
kata Sudirman yang saat itu didampingi Kabag Humas UIB, Sonny. 


Meski status keduanya bukan mahasiswa UIB lagi, Sudirman mengaku masih
memiliki rasa tanggung jawab terhadap keduanya. Tak jarang dirinya
berkomunikasi melalui telepon atau SMS dengan GE untuk memberikan semangat
dan nasihat. "Saya juga pernah bertemu keluarganya. Mereka sangat down,"
katanya. 


Lebih lanjut Sudirman mengatakan, dari segi hukum kasus video mesum tersebut
dapat dilihat dari dua sudut pandang. Yakni GE dan JW sebagai pelaku, atau
sebagai korban. Sebab, kata dia, tidak menutup kemungkinan video tersebut
sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 


"Kalau itu benar, berarti mereka adalah korban. Kita harus membuka pintu
maaf untuk mereka dan menyerahkan kasus ini pada polisi," terang Sudirman,
panjang lebar. 


Sayangnya, saat wartawan koran ini mendatangi kampus UIB kemarin, tak
satupun ditemui mahasiswa Fakultas Hukum. Sebab, seluruh kelas fakultas ini
hanya dibuka pada malam hari. 


Mencuatnya kasus video mesum tersebut di media massa, membuat para mahasiswa
penasaran dan berburu untuk mendapatkannya. Berita ini juga menjadi
perbincangan hangat di kalangan mahasiswa. 


Seperti pengakuan Ester dan Handi. Mahasiswa semester II Sistem Informasi
UIB ini mengaku penasaran dengan film 'trilogi' tersebut. Seperti diketahui,
film panas tersebut diambil di tiga lokasi berbeda dengan durasi
masing-masing 22 menit, 19 menit dan 12 menit. "Penasaran saja. Soalnya
teman-teman banyak yang membicarakan video itu," kata Ester.
Namun demikian, hingga kemarin keduanya belum berhasil mendapatkan video hot
dari kedua seniornya itu. Bahkam mereka masih belum yakin, jika pelaku
adegan mesum tersebut merupakan alumni dari uneversitas berjuluk digital
campus tersebut. 


Tetangga Kaget 


Beredarnya video porno GE dan JW juga mengejutkan warga RT 04/RW 03 Baloi
Center.  Ketika ditemui Batam Pos, beberapa tetangga korban mengaku kaget
dan tak percaya pemeran pria dalam video itu adalah anak salah seorang
pejabat di sebuah BUMN di Batam. 


"Kami tak tahu apa yang terjadi. Tapi semalam ada banyak polisi yang ke
rumah itu (rumah JW, red)," ujar Yanto yang turut diiyakan warga lainnya
kemarin. Hanya ada beberapa orang saja yang tahu yakni sekuriti, ketua RT
dan lurah setempat karena diberitahu oleh polisi yang Selasa (12/5) malam
mendatangi rumah JW tersebut. 


Warga  menyatakan pria dalam video itu adalah anak kedua dari lima
bersaudara si pemilik rumah. Mereka hampir tak mengetahui nama jelas dan
tempat kuliah JW. JW serta anggota keluarganya yang lain tergolong tertutup
dengan tetangga. Pintu pagar selalu tertutup rapat. Penghuni rumah juga tak
pernah bergaul dengan warga sekitar termasuk tetangga dekatnya. "Mereka
jarang keluar rumah. Pintu selalu ditutup. Tapi orangnya ada kok di dalam,"
kata warga lainnya kemarin. Batam Pos mencoba mendekati rumah dua lantai
yang berdinding keramik krem di bagian depannya itu. 

  

Tak hanya pintu pagar yang terkunci, jendela kamar ikut terkunci rapat dari
lantai satu hingga lantai dua. Hanya ada beberapa anjing peliharaan pemilik
rumah warna oranye yang terikat dan tak henti-hentinya menggonggong saat ada
tamu asing yang mendekati rumah tersebut. 


Sebuh mobil sedan Toyota Corolla warna biru bernomor polisi BP 1029 XG
terparkir di samping kanan sedangkan sebuah motor Yamaha Vega R  oranye
dengan nomor polisi BM 5710 HI yang diduga milik JW diparkirkan di samping
kiri rumah tersebut. "Motor itu biasa dipakai dia (JW, red)," kata warga
sekitar. 


Sebagian tahu JW adalah mahasiswa UIB yang kuliah di fakultas hukum. Tiga
saudara JW juga kuliah di universitas ternama itu. Kakak JW berinisial HS
adalah alumni UIB dan kini melanjutkan strata II  di Universitas Indonesia.
Adik JW berinisial IS juga kuliah di UIB. 


Menurut warga, JW mempunyai empat saudara. Ibu JW disebut-sebut seorang ibu
rumah tangga sedangkan bapaknya berinisial TS adalah salah satu pejabat di
BUMN di Batam. 


Rumah milik orang tua JW tersebut tertutup rapat sejak tiga hari lalu,
tepatnya sejak berita video  yang menyedot perhatian warga Batam saat ini
beredar. Kasus ini juga menjadi perbincangan yang hangat di instansi
pemerintahan tempat GE pernah magang dan menjadi tenaga honorer. Khususnya
teman-teman satu ruangannya di bagian pidana. 


"Seperti apa sih videonya, kami tidak yakin itu dia sebelum kami lihat.
Intinya gunakan azas praduga tak bersalah saja," ujar Dd salah satu staf di
kantor tersebut. 


Beda dengan Yu yang mengaku sudah melihat ketiga adegan syur tersebut. "Iya
benar itu dia. Kemeja yang digunakan itu saya kenali, gaya rambutnya juga,
putihnya serta suaranya juga. Cuma dia sudah tidak masuk lagi," ujarnya.
Kebanyakan di antara mereka tidak menyangka GE nekat berbuat seperti itu.
Yang mereka tahu GE pendiam, ramah dan sopan. (a/c/d) 

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of [email protected]
Sent: Friday, May 15, 2009 11:07 AM
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Mahasisiwa UIB

 


barusan baca di koran, ada video mahasiswa univ. internasional batam, 
kalo ada yg punya share donk..... 




</font





--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke