Walah......jadi binun mo pilih siapa nih!!!

Pada 29 Mei 2009 08:30, Reporter Milist <[email protected]> menulis:

> Betekuk Dibawah Boneka Amerika
>
> Meski diiringi pro-kontra, parpol-parpol berbasis massa Islam akhirnya
> berkoalisi dengan Partai Demokrat untuk mendukung duet SBYBoediono. Ancaman
> neoliberal di depan mata.
>
> ImageMINGGU (10/5) malam, melalui juru bicara kepresidenan Andi
> Mallarangeng, PKS mendapat kabar jika SBY akan mengambil Gubernur Bank
> Indonesia (BI) Boediono sebagai cawapresnya. Kabar tersebut spontan membuat
> elite-elite partai yang bermarkas di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan itu
> tersentak.
>
> Sekjen PKS Anis Matta pun mengontak beberapa koleganya. "Kami belum diajak
> untuk bicara. Kita terganggu masalah ini (penetapan cawapres), karena yang
> ada pemberitahuan, bukan pembicaraan," ujar Anis Matta.
>
> Tak menunggu lama, Senin (11/5) malam, elite-elite parpol berlambang bulan
> sabit kembar itu pun langsung menggelar rapat. Pertemuan yang diikuti
> jajaran dewan pimpinan pusat dan majelis syuro itu berlangsung panas. Ketua
> Majelis Syuro PKS Ustadz Hilmi Aminuddin tak bisa menyembunyikan
> kekesalannya.
>
> "Boediono bukan representasi keumatan," ujarnya. Menurutnya, ada dua titik
> lemah cawapres pilihan SBY itu, yakni tidak didukung partai politik dan
> mayoritas pemilih adalah muslim.
>
> Suasana semakin memanas ketika salah satu peserta rapat menyampaikan pesan
> dari kader-kader PKS di daerah yang mempertanyakan dukungan PKS ke SBY.
>
> "Mereka bertanya, apa benar istri JK dan istri Wiranto dalam keseharian
> memakai jilbab? Kalau benar, kenapa kita tidak mendukung calon pemimpin yang
> di keluarganya telah menerapkan ajaran-ajaran Islam? Bukankah Bu Ani (istri
> SBY) hanya memakai jilbab kalau di acara keagamaan saja?" ungkapnya, seperti
> dituturkan sumber Indonesia Monitor yang ikut dalam rapat tersebut, Jumat
> (15/5).
>
> Meski rapat malam itu berakhir menggantung, elite-elite PKS mulai ragu
> dengan keputusan mendukung SBY. "Mereka jadi goyang, ragu jadi mendukung
> siapa, SBY-Boediono atau JK-Wiranto," ujar sumber di internal PKS itu.
>
> Keraguan mereka semakin transparan ketika PKS tidak hadir dalam acara
> deklarasi dukungan parpol-parpol ke SBY di Wisma Negara, Rabu (12/5) malam,
> atas undangan Partai Demokrat. "Itu bentuk protes kami karena merasa tidak
> diajak bicara," ujar Ketua DPP PKS Almuzammil Yusuf, Rabu (13/5).
>
> Namun, sikap elite-elite PKS itu mencapai anti-klimaks pada Jumat (15/5)
> malam, menjelang detik-detik deklarasi pencalonan SBYBoediono di Gedung
> Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung. Parpol berbasis massa gerakan Islam
> Tarbiyah itu akhirnya menerima keputusan SBY menetapkan Boediono sebagai
> cawapresnya.
>
> Sikap PKS berubah setelah Hilmi Aminuddin, Presiden PKS Tifatul Sembiring,
> dan Anis Matta bertemu SBY di Hotel Sheraton, Bandung, hanya beberapa saat
> sebelum deklarasi. Menurut sumber Indonesia Monitor, PKS bersedia masuk
> barisan koalisi pendukung SBY-Boediono setelah dijanjikan bakal mendapat
> tambahan "jatah" menteri di kabinet mendatang.
>
> "Awalnya PKS dijanjikan dapat tiga pos menteri. Setelah kasus ini
> (penetapan Boediono), mereka bargaining lagi dan minta tambahan tiga menteri
> lagi," ujar sumber yang tidak bersedia disebutkan jatidirinya itu.
>
> Presiden PKS langsung membantah informasi tersebut. Dia mengakui, PKS
> memang terlambat memberikan dukungan karena kecewa dengan penetapan Boediono
> yang tidak melalui pembicaraan terlebih dahulu. Namun, setelah mendapat
> penjelasan langsung dari SBY, mereka akhirnya menerima.
>
> "Kita mempertanyakan mengenai pemilihan Boediono sebagai wakil. Kita juga
> mempertanyakan kebijakan Boediono dalam bidang politik. Kita khawatir jika
> ekonomi syariah malah diberangus oleh kepemimpinan Boediono. Namun itu
> ternyata tidak. Justru Boediono hadir ketika ekonomi syariah di Indonesia
> digulirkan," ungkap Tifatul kepada wartawan, usai bertemu SBY.
>
> Ia membantah jika pertemuan dengan SBY membicarakan soal jatah menteri di
> kabinet. "Itu urusan nanti. Sekarang kita berjuang dulu," ujarnya, bergegas.
>
> Tak hanya PKS, parpol berbasis massa Islam yang sempat ragu dengan
> pilihannya berkoalisi untuk mendukung duet SBY-Boediono. PAN dan PPP juga
> setali tiga uang. Bahkan, meski akhirnya bersedia meneken surat dukungan
> sehari kemudian, Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir menolak hadir dalam
> acara deklarasi tersebut.
>
> Bergabungnya parpol-parpol Islam dalam koalisi pendukung SBY-Boediono
> langsung memantik respon negatif. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia
> (KAMMI), yang selama ini jadi basis kader-kader muda PKS, berteriak menolak
> Boediono.
>
> KAMMI Surabaya, misalnya, mengekspresikan sikap mereka dengan berunjuk rasa
> di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (15/5). Mereka berorasi dan memasang
> poster-poster bertuliskan anti-Boediono, seperti "Boediono Boneka Amerika
> Serikat", "Boediono Bejat Tidak Pro Rakyat", "Boediono Wapres, Asing Makmur,
> Indonesia Hancur", dan lain-lain.
>
> Mereka menilai Boediono sebagai antek Amerika Serikat dan mempunyai track
> record buruk karena terlibat dalam kasus penjualan aset BLBI (Bantuan
> Likuiditas Bank Indonesia) sehingga tidak pantas memimpin negeri ini.
> Boediono juga dianggap tidak mempunyai afiliasi terhadap Islam dan penganut
> aliran neoliberal yang anti-ekonomi kerakyatan.
>
> "Kami yang tergabung dalam KAMMI masih peduli dengan bangsa. Masyarakat
> jangan pilih Boediono sebagai wakil presiden demi keselamatan bangsa.
> Boediono boneka Amerika," teriak Adi Sagita, salah satu aktivis KAMMI, dalam
> orasinya.
>
> Tak hanya KAMMI, PB Himpinan Mahasiswa Islam (HMI) juga secara implisit
> menolak duet SBYBoediono. Menurut Ketua Umum PB HMI Arip Musthopa,
> capres-cawwpres harus merepresentasikan keanekaragaman etnis dan wilayah.
> "Juga harus representasi kalangan nasionalis dan agamais, serta representasi
> sipil dan militer," katanya.
>
> Kalangan akademisi juga menyayangkan dipilihnya Boediono sebagai cawapres
> SBY. Ekonom dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Revrisond Baswir,
> misalnya. Ia sangat khawatir, rakyat kecil akan terpinggirkan jika duet
> SBY-Boediono terpilih jadi presiden-wakil presiden di Pilpres 2009.
> Menurutnya, Boediono sudah lama dibina oleh lembaga-lembaga keuangan asing,
> seperti IMF (International Monetary Fund), ADB (Asian Development Bank), dan
> WB (Word Bank), melalui jaringan "mafia Berkeley".
>
> Jaringan mafia Berkeley awalnya identik dengan jaringan ekonom lulusan
> Universitas Berkeley, AS, yang banyak mewarnai sistem perekonomian Indonesia
> semasa Orde Baru. Namun, belakangan, tak hanya lulusan Universitas Berkeley
> yang masuk jaringan ini, tapi beberapa universitas terkemuka di AS, seperti
> Universitas Pennsylvania, kampusnya Boediono saat mengambil gelar doktor
> (PhD).
>
> "Kebijakan ekonomi neoliberal yang diusung mafia Berkeley mengadopsi
> kebijakan yang dirancang IMF maupun Bank Dunia. Kebijakan itu dikenal dengan
> sebutan Konsensus Washington," ujar Soni, sapaan Revrisond Baswir, kepada
> Indonesia Monitor, Jumat (15/5).
>
> Sebagai seorang penganut neoliberal, menurut Soni, Boediono membahayakan
> bagi perekonomian Indonesia. Garis pemikiran yang dianut Boediono sudah
> terbukti gagal. Bahkan di negara seperti di Amerika Serikat saja, yang
> pemerintahannya tidak pernah "tidur", ternyata bangkrut juga. Apalagi di
> Indonesia yang menduduki peringkat pertama dalam korupsi se-Asia.
>
> Satu hal yang dikhawatirkan pihak asing jika SBY tidak menunjuk Boediono
> adalah ekspansi mereka di Indonesia akan terhambat, karena mereka
> mengharapkan "karpet merah". "UU Penanaman Modal sudah disiapkan. Nah lima
> tahun ke depan tinggal implementasi saja. Kalau kemudian yang terpilih
> adalah sosok yang tidak menganut sistem neoliberal, maka karpet merahnya
> akan segera digulung. Rencana besar untuk menggelar karpet merah gagal
> total. Ekspansi kapitalisme ke Indonesia akan terhambat," paparnya.
>
> Soni merasa heran terhadap penyataan pendukung SBY yang mengatakan bahwa
> Boediono bukan seorang neoliberal, karena dia yang mencetuskan BLT (bantuan
> langsung tunai). "Orang itu pasti tidak tahu neoliberal. Ya justru BLT dan
> PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) itu noeliberal," tandasnya.
>
> "Orang-orang itu tidak ngerti neoliberal atau pura-pura tidak mengerti.
> Saya yakin sebagian besar di antaranya tidak mengerti. Saya khawatir,
> jangan-jangan Boediono sendiri tidak mengerti. Itu lumrah saja. Karena
> istilah neoliberal itu bukan istilah para ekonom. Itu istilah para ekonomi
> politik, istilah sosiolog, apalagi orang-orang kebanyakan, ngerti apa dia
> tentang neoliberal," tegasnya.
>
> Neoliberal, lanjut dia, sama artinya dengan subsidi BBM dihapus, subsidi
> minyak tanah dihilangkan sehingga rakyat dipaksa memakai gas, dan BLT itu
> bagian dari belanja politik. "Tema besarnya adalah apa yang sekarang dikenal
> sebagai agenda ekonomi neoliberal. Kegagalan perekonomian Orde Baru adalah
> utang luar negeri yang sangat besar dan ketergantungan Indonesia atas utang
> luar negeri," katanya.
>
> Sementara itu, saat pidato deklarasi, Boediono secara halus membantah jika
> dirinya penganut neoliberal. "Perekonomian Indonesia masih butuh peran
> negara, tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke pasar bebas. Selalu diperlukan
> intervensi dengan aturan main yang jelas dan adil, untuk itu perlu lembaga
> pelaksana yang efektif. Itu yang harus dilakukan negara," ujarnya.
>
> "Saya berjanji akan selalu bekerja untuk membuat Indonesia lebih sanggup,
> untuk membuat Indonesia bebas dari kesewenang-wenangan. Saya siap bekerja
> mulai hari ini," tambahnya.
>
> &#9632; Sri Widodo, Moh Anshari, Ukay Subqy, Budiarie S
>
>
> http://www.indonesia-monitor.com/main/index.php?option=com_content&task=view&id=2199&Itemid=33
>
>
> --
> *********************************************
> Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
> http://reportermilist.multiply.com/
> **********************************************
> Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
> 5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
> reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang
> besar.. Berminat Hubungi [email protected]
> =============================
> (Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
> =============================
> Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
> http://djitu.com
> =============================
> Space Iklan
> =============================
>
> >
>


-- 
i neVER dIE

migliore riguardo,
ined_mail
by:
DENY TRI SURYODINOTO
email  : deny[dot]dino[at]gmail[dot]com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke