syndrome black campaign, istilah paan tuh??tolong bisa dijelaskan. maklum ane orang baru. ^_^
Pada 29 Mei 2009 09:03, Perananta Ginting <[email protected]>menulis: > Kalau ente bingung, artinya ente mulai deh kena syndrome black campaign > dari masing2x tim sukses capres ini. > > He..he..he…. > ------------------------------ > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On > Behalf Of *ined_mail > *Sent:* Friday, May 29, 2009 8:47 AM > *To:* [email protected] > *Subject:* ~ aga ~ Re: Betekuk Dibawah Boneka Amerika > > > > Walah...... > > jadi binun mo pilih siapa nih!!! > > > > Pada 29 Mei 2009 08:30, Reporter Milist <[email protected]> > menulis: > > Betekuk Dibawah Boneka Amerika > > Meski diiringi pro-kontra, parpol-parpol berbasis massa Islam akhirnya > berkoalisi dengan Partai Demokrat untuk mendukung duet SBYBoediono. Ancaman > neoliberal di depan mata. > > ImageMINGGU (10/5) malam, melalui juru bicara kepresidenan Andi > Mallarangeng, PKS mendapat kabar jika SBY akan mengambil Gubernur Bank > Indonesia (BI) Boediono sebagai cawapresnya. Kabar tersebut spontan membuat > elite-elite partai yang bermarkas di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan itu > tersentak. > > Sekjen PKS Anis Matta pun mengontak beberapa koleganya. "Kami belum diajak > untuk bicara. Kita terganggu masalah ini (penetapan cawapres), karena yang > ada pemberitahuan, bukan pembicaraan," ujar Anis Matta. > > Tak menunggu lama, Senin (11/5) malam, elite-elite parpol berlambang bulan > sabit kembar itu pun langsung menggelar rapat. Pertemuan yang diikuti > jajaran dewan pimpinan pusat dan majelis syuro itu berlangsung panas. Ketua > Majelis Syuro PKS Ustadz Hilmi Aminuddin tak bisa menyembunyikan > kekesalannya. > > "Boediono bukan representasi keumatan," ujarnya. Menurutnya, ada dua titik > lemah cawapres pilihan SBY itu, yakni tidak didukung partai politik dan > mayoritas pemilih adalah muslim. > > Suasana semakin memanas ketika salah satu peserta rapat menyampaikan pesan > dari kader-kader PKS di daerah yang mempertanyakan dukungan PKS ke SBY. > > "Mereka bertanya, apa benar istri JK dan istri Wiranto dalam keseharian > memakai jilbab? Kalau benar, kenapa kita tidak mendukung calon pemimpin yang > di keluarganya telah menerapkan ajaran-ajaran Islam? Bukankah Bu Ani (istri > SBY) hanya memakai jilbab kalau di acara keagamaan saja?" ungkapnya, seperti > dituturkan sumber Indonesia Monitor yang ikut dalam rapat tersebut, Jumat > (15/5). > > Meski rapat malam itu berakhir menggantung, elite-elite PKS mulai ragu > dengan keputusan mendukung SBY. "Mereka jadi goyang, ragu jadi mendukung > siapa, SBY-Boediono atau JK-Wiranto," ujar sumber di internal PKS itu. > > Keraguan mereka semakin transparan ketika PKS tidak hadir dalam acara > deklarasi dukungan parpol-parpol ke SBY di Wisma Negara, Rabu (12/5) malam, > atas undangan Partai Demokrat. "Itu bentuk protes kami karena merasa tidak > diajak bicara," ujar Ketua DPP PKS Almuzammil Yusuf, Rabu (13/5). > > Namun, sikap elite-elite PKS itu mencapai anti-klimaks pada Jumat (15/5) > malam, menjelang detik-detik deklarasi pencalonan SBYBoediono di Gedung > Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung. Parpol berbasis massa gerakan Islam > Tarbiyah itu akhirnya menerima keputusan SBY menetapkan Boediono sebagai > cawapresnya. > > Sikap PKS berubah setelah Hilmi Aminuddin, Presiden PKS Tifatul Sembiring, > dan Anis Matta bertemu SBY di Hotel Sheraton, Bandung, hanya beberapa saat > sebelum deklarasi. Menurut sumber Indonesia Monitor, PKS bersedia masuk > barisan koalisi pendukung SBY-Boediono setelah dijanjikan bakal mendapat > tambahan "jatah" menteri di kabinet mendatang. > > "Awalnya PKS dijanjikan dapat tiga pos menteri. Setelah kasus ini > (penetapan Boediono), mereka bargaining lagi dan minta tambahan tiga menteri > lagi," ujar sumber yang tidak bersedia disebutkan jatidirinya itu. > > Presiden PKS langsung membantah informasi tersebut. Dia mengakui, PKS > memang terlambat memberikan dukungan karena kecewa dengan penetapan Boediono > yang tidak melalui pembicaraan terlebih dahulu. Namun, setelah mendapat > penjelasan langsung dari SBY, mereka akhirnya menerima. > > "Kita mempertanyakan mengenai pemilihan Boediono sebagai wakil. Kita juga > mempertanyakan kebijakan Boediono dalam bidang politik. Kita khawatir jika > ekonomi syariah malah diberangus oleh kepemimpinan Boediono. Namun itu > ternyata tidak. Justru Boediono hadir ketika ekonomi syariah di Indonesia > digulirkan," ungkap Tifatul kepada wartawan, usai bertemu SBY. > > Ia membantah jika pertemuan dengan SBY membicarakan soal jatah menteri di > kabinet. "Itu urusan nanti. Sekarang kita berjuang dulu," ujarnya, bergegas. > > Tak hanya PKS, parpol berbasis massa Islam yang sempat ragu dengan > pilihannya berkoalisi untuk mendukung duet SBY-Boediono. PAN dan PPP juga > setali tiga uang. Bahkan, meski akhirnya bersedia meneken surat dukungan > sehari kemudian, Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir menolak hadir dalam > acara deklarasi tersebut. > > Bergabungnya parpol-parpol Islam dalam koalisi pendukung SBY-Boediono > langsung memantik respon negatif. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia > (KAMMI), yang selama ini jadi basis kader-kader muda PKS, berteriak menolak > Boediono. > > KAMMI Surabaya, misalnya, mengekspresikan sikap mereka dengan berunjuk rasa > di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (15/5). Mereka berorasi dan memasang > poster-poster bertuliskan anti-Boediono, seperti "Boediono Boneka Amerika > Serikat", "Boediono Bejat Tidak Pro Rakyat", "Boediono Wapres, Asing Makmur, > Indonesia Hancur", dan lain-lain. > > Mereka menilai Boediono sebagai antek Amerika Serikat dan mempunyai track > record buruk karena terlibat dalam kasus penjualan aset BLBI (Bantuan > Likuiditas Bank Indonesia) sehingga tidak pantas memimpin negeri ini. > Boediono juga dianggap tidak mempunyai afiliasi terhadap Islam dan penganut > aliran neoliberal yang anti-ekonomi kerakyatan. > > "Kami yang tergabung dalam KAMMI masih peduli dengan bangsa. Masyarakat > jangan pilih Boediono sebagai wakil presiden demi keselamatan bangsa. > Boediono boneka Amerika," teriak Adi Sagita, salah satu aktivis KAMMI, dalam > orasinya. > > Tak hanya KAMMI, PB Himpinan Mahasiswa Islam (HMI) juga secara implisit > menolak duet SBYBoediono. Menurut Ketua Umum PB HMI Arip Musthopa, > capres-cawwpres harus merepresentasikan keanekaragaman etnis dan wilayah. > "Juga harus representasi kalangan nasionalis dan agamais, serta representasi > sipil dan militer," katanya. > > Kalangan akademisi juga menyayangkan dipilihnya Boediono sebagai cawapres > SBY. Ekonom dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Revrisond Baswir, > misalnya. Ia sangat khawatir, rakyat kecil akan terpinggirkan jika duet > SBY-Boediono terpilih jadi presiden-wakil presiden di Pilpres 2009. > Menurutnya, Boediono sudah lama dibina oleh lembaga-lembaga keuangan asing, > seperti IMF (International Monetary Fund), ADB (Asian Development Bank), dan > WB (Word Bank), melalui jaringan "mafia Berkeley". > > Jaringan mafia Berkeley awalnya identik dengan jaringan ekonom lulusan > Universitas Berkeley, AS, yang banyak mewarnai sistem perekonomian Indonesia > semasa Orde Baru. Namun, belakangan, tak hanya lulusan Universitas Berkeley > yang masuk jaringan ini, tapi beberapa universitas terkemuka di AS, seperti > Universitas Pennsylvania, kampusnya Boediono saat mengambil gelar doktor > (PhD). > > "Kebijakan ekonomi neoliberal yang diusung mafia Berkeley mengadopsi > kebijakan yang dirancang IMF maupun Bank Dunia. Kebijakan itu dikenal dengan > sebutan Konsensus Washington," ujar Soni, sapaan Revrisond Baswir, kepada > Indonesia Monitor, Jumat (15/5). > > Sebagai seorang penganut neoliberal, menurut Soni, Boediono membahayakan > bagi perekonomian Indonesia. Garis pemikiran yang dianut Boediono sudah > terbukti gagal. Bahkan di negara seperti di Amerika Serikat saja, yang > pemerintahannya tidak pernah "tidur", ternyata bangkrut juga. Apalagi di > Indonesia yang menduduki peringkat pertama dalam korupsi se-Asia. > > Satu hal yang dikhawatirkan pihak asing jika SBY tidak menunjuk Boediono > adalah ekspansi mereka di Indonesia akan terhambat, karena mereka > mengharapkan "karpet merah". "UU Penanaman Modal sudah disiapkan. Nah lima > tahun ke depan tinggal implementasi saja. Kalau kemudian yang terpilih > adalah sosok yang tidak menganut sistem neoliberal, maka karpet merahnya > akan segera digulung. Rencana besar untuk menggelar karpet merah gagal > total. Ekspansi kapitalisme ke Indonesia akan terhambat," paparnya. > > Soni merasa heran terhadap penyataan pendukung SBY yang mengatakan bahwa > Boediono bukan seorang neoliberal, karena dia yang mencetuskan BLT (bantuan > langsung tunai). "Orang itu pasti tidak tahu neoliberal. Ya justru BLT dan > PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) itu noeliberal," tandasnya. > > "Orang-orang itu tidak ngerti neoliberal atau pura-pura tidak mengerti. > Saya yakin sebagian besar di antaranya tidak mengerti. Saya khawatir, > jangan-jangan Boediono sendiri tidak mengerti. Itu lumrah saja. Karena > istilah neoliberal itu bukan istilah para ekonom. Itu istilah para ekonomi > politik, istilah sosiolog, apalagi orang-orang kebanyakan, ngerti apa dia > tentang neoliberal," tegasnya. > > Neoliberal, lanjut dia, sama artinya dengan subsidi BBM dihapus, subsidi > minyak tanah dihilangkan sehingga rakyat dipaksa memakai gas, dan BLT itu > bagian dari belanja politik. "Tema besarnya adalah apa yang sekarang dikenal > sebagai agenda ekonomi neoliberal. Kegagalan perekonomian Orde Baru adalah > utang luar negeri yang sangat besar dan ketergantungan Indonesia atas utang > luar negeri," katanya. > > Sementara itu, saat pidato deklarasi, Boediono secara halus membantah jika > dirinya penganut neoliberal. "Perekonomian Indonesia masih butuh peran > negara, tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke pasar bebas. Selalu diperlukan > intervensi dengan aturan main yang jelas dan adil, untuk itu perlu lembaga > pelaksana yang efektif. Itu yang harus dilakukan negara," ujarnya. > > "Saya berjanji akan selalu bekerja untuk membuat Indonesia lebih sanggup, > untuk membuat Indonesia bebas dari kesewenang-wenangan. Saya siap bekerja > mulai hari ini," tambahnya. > > ■ Sri Widodo, Moh Anshari, Ukay Subqy, Budiarie S > > > http://www.indonesia-monitor.com/main/index.php?option=com_content&task=view&id=2199&Itemid=33 > > > > -- > ********************************************* > Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya > http://reportermilist.multiply.com/ > ********************************************** > Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/ > 5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh > reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang > besar.. Berminat Hubungi [email protected] > ============================= > (Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com > ============================= > Search Engine Terpopuler Anak Bangsa > http://djitu.com > ============================= > Space Iklan > ============================= > > > > > -- > i neVER dIE > > migliore riguardo, > ined_mail > by: > DENY TRI SURYODINOTO > email : deny[dot]dino[at]gmail[dot]com > > > > > > -- i neVER dIE migliore riguardo, ined_mail by: DENY TRI SURYODINOTO email : deny[dot]dino[at]gmail[dot]com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] thanks for joinning this group. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
