'GET THE POINT'

Eileen Rachman & Sylvina Savitri


EXPERD


ASESSMENT CENTER



Dalam sebuah rapat, dari hati ke hati saya bertanya kepada beberapa
kolega, "Apa sih yang salah di perusahaan kita?" "Apa yang kurang dari
diri saya?". Teman - teman ini langsung celingak - celinguk ke kiri
dan kanan, lalu secara bercanda mengatakan "Ah, nanti saya dibilang
cari muka". Ada yang mengatakan tidak siap dan akan berpikir - pikir
dulu. Seseorang bahkan berkata:"Wah, nanti ibu marah".

Reaksi seperti ini membuktikan bahwa mengkritik secara terbuka di
depan orangnya langsung, dengan berusaha tidak menyakitkan hati, tapi
'get the point', bukan hal mudah. Banyak orang memilih menghindar
untuk memberi kritik, kuatir dianggap 'musuh' atau 'sirik' oleh mereka
yang menerima kritik. Beberapa orang  berkomentar dan mengeluh
mengenai atasan dan pimpinannya yang kurang terbuka terhadap kritik.
Padahal, bila tidak ada orang yang memberi masukan dan saran mengenai
perilaku, bicara, maupun sikapnya, bagaimana seorang pemimpin bisa
mengembangkan dirinya lebih lanjut? Bukankah ia juga memerlukan sarana
bercermin agar mendapatkan fakta yang obyektif mengenai area
pengembangannya?

"My Way" vs Self Awareness

Sementara banyak perusahaan rela membayar mahal untuk bisa menikmati
dan mendengarkan feedback dari pelanggan maupun karyawan, seorang
teman saya malah menolak, ketika sebuah lembaga pendidikan akan
menggunakan perusahaannya sebagai 'sample' 'employee survey'. Ia
seolah sudah tahu semua mengenai kekurangan dirinya atau organisasi.
Bahkan, ia mengatakan bahwa bila ia memperoleh masukan dan kritik
habis-habisan, apakah ada orang lain yang bisa menggantikan posisinya
dengan lebih baik? "Buntut-buntutnya, kita jugalah yang perlu
berinisiatif untuk melakukan  tindakan perbaikan yang diharapkan",
ujarnya.

Memang benar, bahwa ujung - ujungnya diri kita sendirilah yang perlu
menimbang - nimbang, mana masukan yang akan kita garap. Kita sendiri
yang memutuskan mana yang harus dilakukan sekarang, mana yang akan
dikerjakan nanti, atau bahkan yang dibiarkan saja. Tidak semua masukan
perlu dikomentari, direspons, atau dibesar-besarkan. Di mana-mana,
yang namanya feedback, sedikit banyak menyakitkan bagi kita yang
menerimanya. Namun demikian, jangan sampai perasaan kita terhadap
masukan yang masuk, menghalangi kita untuk memanfaatkan saran atau
kritik yang kita dapatkan dari orang lain.

Feedback dari Segala Arah

Jika kita terbiasa mendengar masukan hanya dari orang - orang yang
dekat - dekat saja, bisa jadi kita tidak mendapatkan fakta dan 'peta'
yang sebenarnya, bagaimana orang lain menilai kekuatan maupun
kelemahan kita. Itu sebabnya mereka yang serius untuk mengembangkan
diri, kita lihat sibuk mencari masukan dari berbagai arah: dari atas,
bawah, kolega, bahkan pelanggan maupun vendor.

Sebuah grup perusahaan klien saya, merasa perlu untuk melaksanakannya
program 360° feedback di dalam organisasinya. Setiap orang menilai
dirinya sendiri lalu mendapat hasil evaluasi dari rekan kerja yang
dilayani dan yang melayaninya, bawahan dan atasannya. Saat sistem ini
di 'launch', ketegangan dipenuhi rasa curiga mewarnai pertemuan
tersebut. Namun suasana berkembang positif ketika hasil sudah di
tangan . "Ternyata, banyak fakta baru yang membuka mata saya. Saran
yang saya dapatkan lumayan positif dan konstruktif. Saya tidak merasa
terpukul, tertampar dan terhakimi, karena evaluasinya juga
mencantumkan  'action' yang bisa diperbaiki." Reaksi positif seperti
ini adalah cikal bakal suasana sehat dalam suatu organisasi. Bila kita
bersikeras untuk menjalankannya, baik secara sistem di perusahaan
ataupun secara pribadi, maka mekanisme "How am I doing?" akan
dinikmati dan menjadi semacam vitamin, untuk menjaga kesehatan dan
kebugaran mental.



EXPERD CONSULTANT
Adding value to business results
Plaza Pondok Indah 3 Blok C/2
Jl. Tb. Simatupang Jakarta 12310
Telp. 021-7590 6448
Fax.  021-7590 6442
http://www.experd.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke