andri.susanti 
10/15/2009 02:46 PM













Berpegang Dengan Al Quran Dan As Sunnah, Mengikuti Atsar Salafus Shalih, 
Dan Menjauhi Bid'ah 
oleh : Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al Haritsi --hafidhahullahu 

1. Allah Subhanahu wata'ala berfirman : 
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan 
sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. 
Dan berpeganglah kamu semua dengan tali Allah dan jangan berpecah-belah. 
Dan ingatlah nikmat Allah terhadapmu ketika kamu saling bermusuhan maka 
Dia satukan hati kamu lalu kamu menjadi bersaudara dengan nikmat-Nya dan 
ingatlah ketika kamu berada di bibir jurang neraka lalu Dia. selamatkan 
kamu daripadanya. Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat-Nya 
agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Ali Imran : 102-103) 

2. Allah Subhanahu wata'ala berfirman : 
"Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia dan jangan 
kamu ikuti jalan-jalan (lainnya) sebab jalan-jalan itu akan 
mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Allah berwasiat kepada 
kamu mudah-mudahan kamu bertaqwa." (QS. Al An'am : 153) 

3. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : 
"Berpeganglah dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang 
terbimbing, gigitlah dengan gerahammu dan hati-hatilah kamu terhadap 
perkara yang baru karena sesungguhnya setiap bid'ah itu adalah sesat." 
(HR. Ahmad 4/126, At Tirmidzy 2676, Al Hakim 1/96, Al Baghawy 1/205 nomor 
102) 

4. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : 
Sesungguhnya Allah meridlai tiga perkara untuk kamu --di antaranya beliau 
bersabda-- : " ... dan hendaknya kamu semua berpegang dengan tali Allah." 
(Hadits dikeluarkan oleh Al Baghawy 1/202 nomor 101) 

5. Hudzaifah bin Al Yaman radliyallahu 'anhu berkata : 
"Hai para Qari' (pembaca Al Quran) bertaqwalah kepada Allah dan 
telusurilah jalan orang-orang sebelum kamu sebab demi Allah seandainya 
kamu melampaui mereka sungguh kamu melampaui sangat jauh dan jika kamu 
menyimpang ke kanan dan ke kiri maka sungguh kamu telah tersesat sejauh- 
jauhnya." (Al Lalikai 1/90 nomor 119, Ibnu Wudldlah dalam Al Bida' wan 
Nahyu 'anha 17, As Sunnah Ibnu Nashr 30) 

6. Ibnu Mas'ud radliyallahu 'anhu berkata : 
"Ikutilah dan jangan berbuat bid'ah! Sebab sungguh itu telah cukup bagi 
kalian. Dan (ketahuilah) bahwa setiap bid'ah adalah sesat." (Ibnu Nashr 28 
dan Ibnu Wudldlah 17) 

7. Imam Az Zuhry berkata, ulama kita yang terdahulu selalu mengatakan : 
"Berpegang dengan As Sunnah itu adalah keselamatan. Dan ilmu itu tercabut 
dengan segera maka tegaknya ilmu adalah kekokohan Islam sedangkan dengan 
perginya para ulama akan hilang pula semua itu (ilmu dan agama)." (Al 
Lalikai 1/94 nomor 136 dan Ad Darimy 1/58 nomor 16) 

8. Ibnu Mas'ud radliyallahu 'anhu berkata : 
"Berpeganglah kamu dengan ilmu (As Sunnah) sebelum diangkat dan berhati- 
hatilah kamu dari mengada-adakan yang baru (bid'ah) dan melampaui batas 
dalam berbicara dan membahas suatu perkara, hendaknya kalian tetap 
berpegang dengan contoh yang telah lalu." (Ad Darimy 1/66 nomor 143, Al 
Ibanah Ibnu Baththah 1/324 nomor 169, Al Lalikai 1/87 nomor 108, dan Ibnu 
Wadldlah 32) 

9. Dan ia juga mengatakan bahwa : 
"Sederhana dalam As Sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh di dalam 
bid'ah." (Ibnu Nashr 30, Al Lalikai 1/88 nomor 114, dan Al Ibanah 1/320 
nomor 161) 

10. Sa'id bin Jubair (murid dan shahabat Ibnu Abbas) berkata --mengenai 
ayat- - : "Dan beramal shalih kemudian mengikuti petunjuk." (QS. Thaha : 
82) 
Yaitu senantiasa berada di atas As Sunnah dan mengikuti Al Jama'ah. (Al 
Ibanah 1/323 nomor 165 dan Al Lalikai 1/71 nomor 72) 

11. Imam Al Auza'i berkata : 
"Kami senantiasa mengikuti sunnah kemanapun ia beredar." (Al Lalikai 1/64 
nomor 47) 

12. Imam Ahmad bin Hambal berkata : 
"Berhati-hatilah kamu jangan sampai menulis masalah apapun dari ahli ahwa' 
sedikit atau pun banyak. Dan berpeganglah dengan Ahli Atsar dan Sunnah." 
(As Siyar 11/231) 

13. Umar bin Abdul Aziz dalam risalahnya untuk salah seorang aparatnya 
mengatakan : 
Dari Umar bin Abdul Aziz Amirul Mukminin kepada Ady bin Arthaah : 
"Segala puji hanya bagi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq kecuali 
Dia. 
Kemudian daripada itu : 
Saya wasiatkan kepadamu, bertaqwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam 
(menjalankan) perintah-Nya dan ikutilah sunnah Nabi-Nya Shallallahu 
'Alaihi Wa Sallam dan tinggalkanlah apa yang diada-adakan ahli bid'ah 
terhadap sunnah yang telah berlalu dan tidak mendukungnya, tetaplah kamu 
berpegang dengan sunnah karena sesungguhnya ia telah diajarkan oleh orang 
yang tahu bahwa perkara yang menyelisihinya adalah kesalahan atau 
kekeliruan, kebodohan, dan keterlaluan (ghuluw). Maka ridlailah untuk 
dirimu apa yang diridlai oleh kaum itu (shahabat) untuk diri mereka sebab 
mereka sesungguhnya berhenti dengan ilmu dan menahan diri dengan bashirah 
yang tajam dan mereka dalam menyingkap hakikat segala perkara lebih kuat 
(mampu) apabila di dalamnya ada balasan yang baik. Jika kamu mengucapkan 
bahwa ada suatu perkara yang terjadi sesudah mereka maka ketahuilah tidak 
ada yang mengada-adakan sesuatu sesudah mereka melainkan orang-orang yang 
mengikuti sunnah yang bukan sunnah mereka (shahabat) dan menganggap 
dirinya tidak membutuhkan mereka. Padahal para shahabat itu adalah 
pendahulu bagi mereka. Mereka telah berbicara mengenai agama ini dengan 
apa yang mencukupi dan mereka telah jelaskan segala sesuatunya dengan 
penjelasan yang menyembuhkan, maka siapa yang lebih rendah dari itu 
berarti kurang dan sebaliknya siapa yang melampaui mereka berarti 
memberatkan. Maka sebagian manusia ada yang telah mengurangi hingga mereka 
kaku sedangkan para shahabat itu berada di antara keduanya yaitu di atas 
jalan petunjuk yang lurus." (Asy Syari'ah 212) 

14. Ibnu Baththah berkata : 
"Sungguh demi Allah, alangkah mengagumkannya kecerdasan kaum itu, betapa 
jernihnya pikiran mereka, dan alangkah tingginya semangat mereka dalam 
mengikuti sunnah nabi mereka dan kecintaan mereka telah mencapai puncaknya 
hingga mereka sanggup untuk mengikutinya dengan cara seperti itu. Oleh 
sebab itu ikutilah tuntunan orang-orang berakal seperti mereka ini --wahai 
saudara- saudaraku-- dan telusurilah jejak-jejak mereka niscaya kalian 
akan berhasil menang dan jaya." (Al Ibanah 1/245) 

15. Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma berkata : 
"Tetaplah kamu beristiqamah dan berpegang dengan atsar serta jauhilah 
bid'ah." (Al I'tisham 1/112) 

16. Al Auza'i berkata : 
"Berpeganglah dengan atsar Salafus Shalih meskipun seluruh manusia 
menolakmu dan jauhilah pendapatnya orang-orang (selain mereka) meskipun 
mereka menghiasi perkataannya terhadapmu." (Asy syari'ah 63) 

______________________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain 
privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have 
received it in error, please notify the sender and delete the message 
immediately. Any other use of the email is prohibited.


______________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain 
privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have 
received it in error, please notify the sender and delete the message 
immediately. Any other use of the email is prohibited.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke