kl rakyat yg skrg mah yg penting presidennya keren n karismatik pasti 
dipilih
kinerja dll itu urutan nomer 13 deh hehehe
jd mo ntr negara ini nganut neoliberal, mo gk pro rakyat, mau amandemen 
UUD kelima, mau bensin naik lagi, mau sembako harganya tambah mahal, mah 
pasrah aja...

agung wrote:
>
> Aaaahhhhhhh mending di liat di raba di terawang dl setelah 5 tahun 
> kedepan baru kita simpulkan bagus jeleg apa mayan? Kl blm apa2 dah 
> diambil kesimpulan tar malu sendiri kl ga kebukti ya kan….kita ga usah 
> liat kebelakang untuk mengambil kesimpulan bahwa kepemimpinan SBY yg 
> akan datang kaya gitu lagi, tp liat kebelakang sebagai motivasi u/ 
> memperbaiki kekurangan dan melanjutkan yang sudah baik agar lebih baik 
> lagi ya ga….enjoy aja…
>
> ------------------------------------------------------------------------
>
> *From:* aga madjid [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Thursday, October 22, 2009 11:33 PM
> *Subject:* ~ aga ~ Strategi rahasia SBY - Sengaja memilih sosok 
> menteri "aneh" ?
>
> *JAKARTA** - PAGI INI Semangat Lagi !!!*
>
> Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai ada 
> rencana
> tersembunyi yang berbahaya terkait pemilihan orang-orang yang 
> kontroversial
> dalam kabinet 2009-2014. Rencana itu menurut Boni, bisa terkait dengan
> pencitraan SBY setelah 2014.
>
> "Nampaknya SBY memilih orang-orang yang tidak kredibel atau ada yang
> kredibel namun ditempatkan di tempat yang sama sekali bukan bidangnya itu
> bertujuan agar dirinya tetap menjadi yang terbaik di antara bawahannya,"
> papar Boni di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10/2009) .
>
> Dengan begitu, sambung dia, maka pada 2014 nanti ada opini yang akan
> dikembangkan bahwa tidak ada anak bangsa yang lebih baik daripada SBY.
>
> "Kepemimpinannya juga harus dilanjutkan pasca 2014 melalui amandemen
> kelima UUD 45," ujar Boni.
>
> Boni mencontohkan, ada tiga orang dari parpol dalam pemilu lalu yang gagal
> menjadi anggota DPR dan DPD. "Orang-orang yang tidak diinginkan rakyat ini
> diangkatnya menjadi menteri," kata dia.
>
> SBY, imbuh dia, tahu persis bahwa dengan memiliki bawahan-bawahan 
> berkemampuan
> standar, maka dirinya saja yang bisa eksis dan dihormati sebagai 
> pemimpin yang
> terbaik.
>
> "Tengok saja ada Patrialis Akbar yang gagal menjadi anggota DPD, kemudian
> diplot menjadi menkum HAM. Terus ada Agung Laksono yang diangkat 
> menjadi Menko
> Kesra. Ini kan aneh, orang yang gak disukai oleh rakyat disuruh ngurusin
> rakyat. Terus ada juga Wasekjen PKB, Helmy Faishal yang juga tidak 
> terpilih
> pada pemilu lalu dan tidak jelas track recordnya, juga diangkat jadi
> menteri," tambah Boni.
>
> SBY kelihatannya tahu persis peta kader-kader potensial dari partai 
> pendukung,
> sehingga hanya orang-orang "kacangan" yang diambil oleh SBY dan bukan
> kader terbaik partai. Boni pun menyayangkan sikap para petinggi partai 
> yang
> tidak menyadari hal ini dan menjadi pion yang dimainkan tanpa sadar.
>
> "Lihat saja ada banyak nama di tubuh PKS yang lebih memiliki kapasitas
> sebagai menteri dengan latar belakang pendidikan yang tinggi serta dari
> kalangan generasi muda, tapi ini tidak dilirik kan oleh SBY. SBY 
> justru mengambil
> yang tua-tua karena yang tua-tua ini tidak akan menjadi saingannya 
> kelak. Itu
> baru PKS, belum lagi dengan PKB, PAN, PPP serta Golkar yang terakhir. 
> Seluruh
> kader yang diambil oleh SBY bukanlah kader terbaik," imbuhnya.
>
> Di kalangan internal PD atau para pendukung SBY pun sama. SBY 
> menganggap kader
> terbaik dari Partai Demokrat akan berbahaya dan mengalahkan SBY jika 
> diberi pos
> yang strategis.
>
> "Contohnya adalah Andi Malarangeng yang ditempatkan menjadi Menteri Pemuda
> dan Olah Raga. SBY tahu dia harus memberi jatah bagi Andi, namun jatah itu
> janganlah posisi yang bisa membuatnya bersinar. Maka diletakkan lah 
> Andi di
> Menpora, jadi hutangnya pada Andi lunas, sekaligus meredupkan sinar 
> Andi. Kalau
> SBY memang mau menjadikan Andi salah satu tokoh, kan mestinya dia 
> ditempatkan
> di posisi yang lebih pas, sebagai Mensesneg ataupun Sekab karena dia 
> juga sudah
> berpengalaman di sana," tegasnya.
>
> Nasib serupa juga menimpa kedua adik Andi Mallarangeng. SBY membuat mereka
> seperti tokoh-tokoh politik yang dibenci rakyat, sehingga mereka yang 
> dikenal
> sebagai pengkhianat ulung semakin dibenci oleh rakyat dan tidak 
> mungkin bisa
> berkiprah jika tidak berada dibawah ketiak SBY.
>
> SBY juga cerdas dalam berstrategi untuk menempatkan orang-orang tua di
> sekitarnya. "Dia jadikan Djoko Suyanto menjadi Menko Polhukam. Dia tahu
> nasib dan popularitas Djoko tidak akan jauh berbeda dengan Widodo AS 
> yang redup
> begitu selesai menjabat. Jadi tidak mungkin Djoko kemudian menjadi 
> saingannya
> kelak. Begitu juga Hatta Rajasa yang orang teknis. Jika dia ditempatkan di
> bidang teknis tentunya dia akan berkibar juga. Namun dia justru 
> ditempatkan
> sebagai Menko Perekonomian, di mana dia tidak bisa bekerja maksimal,"
> paparnya.
>
> Boni pun berani bertaruh, mantan ketua dewan pakar tim sukses 
> SBY-Boediono yang
> juga pengamat politik yang cemerlang Bima Arya Sugiarto tidak akan 
> mendapatkan
> porsi apapun dalam kabinet mendatang.
>
> "Banyak orang mengira bahwa Bima akan ditempatkan menjadi juru bicara
> presiden karena penampilannya yang menarik, cerdas, lulusan luar 
> negeri, dan
> santun dalam berbicara, tapi saya bertaruh justru karena 
> kelebihan-kelebihan nya
> itu Bima tidak akan mendapatkan posisi itu.
>
> Jika Bima ditempatkan di posisi itu, maka akan berkibar kariernya dan 
> itu yang
> tidak diingikan oleh SBY," jelasnya.
>
> Analisa lainnya menurut Boni, juga bisa dilihat dari dukungan kepada
> orang-orang yang menjadi ketua lembaga tinggi Negara seperti MPR, DPD, dan
> bahkan pada Partai Golkar. "MPR kita tahu TK melakukan blunder ketika
> menjadi ketua MPR, ini diketahui persis oleh SBY dan TK pun kemudian 
> menjadi
> bulan-bulanan. Demikian juga dengan ketua DPD yang tidak akan bersinar dan
> biasa-biasa saja," kata dia.
>
> Sementara untuk Golkar, SBY lebih mendukung Aburizal Bakrie yang 
> bermasalah
> dengan Lapindo. Jadi ini memang strategi yang sangat cerdas dengan 
> mengunci
> semua simpul yang bisa menurunkan popularitasnya.
>
> Jika SBY tidak mungkin lagi berkiprah pada 2014 karena mungkin kuatnya
> penolakan untuk mengamandemen UUD terutama yang terkait masa jabatan 
> presiden,
> maka bisa jadi pula hal kemudian bisa dilimpahkan bagi keuntungan karier
> politik kedua putranya.
>
> "Yah kalau diri sendiri tidak bisa, paling tidak hal itu akan berguna bagi
> kedua anaknya. SBY tentunya tidak menginginkan ada anak muda yang 
> cerdas dan
> bersinar berada dalam pemerintahannya saat ini karena jika mereka 
> dimasukkan
> maka nama mereka tentunya akan sangat popular dan justru 
> kontraproduktif dan
> berdampak jelek bagi karier politik kedua putranya itu kelak. SBY tentunya
> menginginkan minimal salah satu putranya dapat mengikuti jejaknya kelak,"
> tandasnya. (lam)
>
>
>
>
> ole0.bmp
>
>
>
>
>
> >


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke