Kabinet perkoncoan,,
Well let see,, taruhannya kesejahteraan rakyat,,

Salam,


Rochmad Sigit.


2009/10/23 mahen <[email protected]>

>
> kl rakyat yg skrg mah yg penting presidennya keren n karismatik pasti
> dipilih
> kinerja dll itu urutan nomer 13 deh hehehe
> jd mo ntr negara ini nganut neoliberal, mo gk pro rakyat, mau amandemen
> UUD kelima, mau bensin naik lagi, mau sembako harganya tambah mahal, mah
> pasrah aja...
>
> agung wrote:
> >
> > Aaaahhhhhhh mending di liat di raba di terawang dl setelah 5 tahun
> > kedepan baru kita simpulkan bagus jeleg apa mayan? Kl blm apa2 dah
> > diambil kesimpulan tar malu sendiri kl ga kebukti ya kan….kita ga usah
> > liat kebelakang untuk mengambil kesimpulan bahwa kepemimpinan SBY yg
> > akan datang kaya gitu lagi, tp liat kebelakang sebagai motivasi u/
> > memperbaiki kekurangan dan melanjutkan yang sudah baik agar lebih baik
> > lagi ya ga….enjoy aja…
> >
> > ------------------------------------------------------------------------
> >
> > *From:* aga madjid [mailto:[email protected]]
> > *Sent:* Thursday, October 22, 2009 11:33 PM
> > *Subject:* ~ aga ~ Strategi rahasia SBY - Sengaja memilih sosok
> > menteri "aneh" ?
> >
> > *JAKARTA** - PAGI INI Semangat Lagi !!!*
> >
> > Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai ada
> > rencana
> > tersembunyi yang berbahaya terkait pemilihan orang-orang yang
> > kontroversial
> > dalam kabinet 2009-2014. Rencana itu menurut Boni, bisa terkait dengan
> > pencitraan SBY setelah 2014.
> >
> > "Nampaknya SBY memilih orang-orang yang tidak kredibel atau ada yang
> > kredibel namun ditempatkan di tempat yang sama sekali bukan bidangnya itu
> > bertujuan agar dirinya tetap menjadi yang terbaik di antara bawahannya,"
> > papar Boni di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10/2009) .
> >
> > Dengan begitu, sambung dia, maka pada 2014 nanti ada opini yang akan
> > dikembangkan bahwa tidak ada anak bangsa yang lebih baik daripada SBY.
> >
> > "Kepemimpinannya juga harus dilanjutkan pasca 2014 melalui amandemen
> > kelima UUD 45," ujar Boni.
> >
> > Boni mencontohkan, ada tiga orang dari parpol dalam pemilu lalu yang
> gagal
> > menjadi anggota DPR dan DPD. "Orang-orang yang tidak diinginkan rakyat
> ini
> > diangkatnya menjadi menteri," kata dia.
> >
> > SBY, imbuh dia, tahu persis bahwa dengan memiliki bawahan-bawahan
> > berkemampuan
> > standar, maka dirinya saja yang bisa eksis dan dihormati sebagai
> > pemimpin yang
> > terbaik.
> >
> > "Tengok saja ada Patrialis Akbar yang gagal menjadi anggota DPD, kemudian
> > diplot menjadi menkum HAM. Terus ada Agung Laksono yang diangkat
> > menjadi Menko
> > Kesra. Ini kan aneh, orang yang gak disukai oleh rakyat disuruh ngurusin
> > rakyat. Terus ada juga Wasekjen PKB, Helmy Faishal yang juga tidak
> > terpilih
> > pada pemilu lalu dan tidak jelas track recordnya, juga diangkat jadi
> > menteri," tambah Boni.
> >
> > SBY kelihatannya tahu persis peta kader-kader potensial dari partai
> > pendukung,
> > sehingga hanya orang-orang "kacangan" yang diambil oleh SBY dan bukan
> > kader terbaik partai. Boni pun menyayangkan sikap para petinggi partai
> > yang
> > tidak menyadari hal ini dan menjadi pion yang dimainkan tanpa sadar.
> >
> > "Lihat saja ada banyak nama di tubuh PKS yang lebih memiliki kapasitas
> > sebagai menteri dengan latar belakang pendidikan yang tinggi serta dari
> > kalangan generasi muda, tapi ini tidak dilirik kan oleh SBY. SBY
> > justru mengambil
> > yang tua-tua karena yang tua-tua ini tidak akan menjadi saingannya
> > kelak. Itu
> > baru PKS, belum lagi dengan PKB, PAN, PPP serta Golkar yang terakhir.
> > Seluruh
> > kader yang diambil oleh SBY bukanlah kader terbaik," imbuhnya.
> >
> > Di kalangan internal PD atau para pendukung SBY pun sama. SBY
> > menganggap kader
> > terbaik dari Partai Demokrat akan berbahaya dan mengalahkan SBY jika
> > diberi pos
> > yang strategis.
> >
> > "Contohnya adalah Andi Malarangeng yang ditempatkan menjadi Menteri
> Pemuda
> > dan Olah Raga. SBY tahu dia harus memberi jatah bagi Andi, namun jatah
> itu
> > janganlah posisi yang bisa membuatnya bersinar. Maka diletakkan lah
> > Andi di
> > Menpora, jadi hutangnya pada Andi lunas, sekaligus meredupkan sinar
> > Andi. Kalau
> > SBY memang mau menjadikan Andi salah satu tokoh, kan mestinya dia
> > ditempatkan
> > di posisi yang lebih pas, sebagai Mensesneg ataupun Sekab karena dia
> > juga sudah
> > berpengalaman di sana," tegasnya.
> >
> > Nasib serupa juga menimpa kedua adik Andi Mallarangeng. SBY membuat
> mereka
> > seperti tokoh-tokoh politik yang dibenci rakyat, sehingga mereka yang
> > dikenal
> > sebagai pengkhianat ulung semakin dibenci oleh rakyat dan tidak
> > mungkin bisa
> > berkiprah jika tidak berada dibawah ketiak SBY.
> >
> > SBY juga cerdas dalam berstrategi untuk menempatkan orang-orang tua di
> > sekitarnya. "Dia jadikan Djoko Suyanto menjadi Menko Polhukam. Dia tahu
> > nasib dan popularitas Djoko tidak akan jauh berbeda dengan Widodo AS
> > yang redup
> > begitu selesai menjabat. Jadi tidak mungkin Djoko kemudian menjadi
> > saingannya
> > kelak. Begitu juga Hatta Rajasa yang orang teknis. Jika dia ditempatkan
> di
> > bidang teknis tentunya dia akan berkibar juga. Namun dia justru
> > ditempatkan
> > sebagai Menko Perekonomian, di mana dia tidak bisa bekerja maksimal,"
> > paparnya.
> >
> > Boni pun berani bertaruh, mantan ketua dewan pakar tim sukses
> > SBY-Boediono yang
> > juga pengamat politik yang cemerlang Bima Arya Sugiarto tidak akan
> > mendapatkan
> > porsi apapun dalam kabinet mendatang.
> >
> > "Banyak orang mengira bahwa Bima akan ditempatkan menjadi juru bicara
> > presiden karena penampilannya yang menarik, cerdas, lulusan luar
> > negeri, dan
> > santun dalam berbicara, tapi saya bertaruh justru karena
> > kelebihan-kelebihan nya
> > itu Bima tidak akan mendapatkan posisi itu.
> >
> > Jika Bima ditempatkan di posisi itu, maka akan berkibar kariernya dan
> > itu yang
> > tidak diingikan oleh SBY," jelasnya.
> >
> > Analisa lainnya menurut Boni, juga bisa dilihat dari dukungan kepada
> > orang-orang yang menjadi ketua lembaga tinggi Negara seperti MPR, DPD,
> dan
> > bahkan pada Partai Golkar. "MPR kita tahu TK melakukan blunder ketika
> > menjadi ketua MPR, ini diketahui persis oleh SBY dan TK pun kemudian
> > menjadi
> > bulan-bulanan. Demikian juga dengan ketua DPD yang tidak akan bersinar
> dan
> > biasa-biasa saja," kata dia.
> >
> > Sementara untuk Golkar, SBY lebih mendukung Aburizal Bakrie yang
> > bermasalah
> > dengan Lapindo. Jadi ini memang strategi yang sangat cerdas dengan
> > mengunci
> > semua simpul yang bisa menurunkan popularitasnya.
> >
> > Jika SBY tidak mungkin lagi berkiprah pada 2014 karena mungkin kuatnya
> > penolakan untuk mengamandemen UUD terutama yang terkait masa jabatan
> > presiden,
> > maka bisa jadi pula hal kemudian bisa dilimpahkan bagi keuntungan karier
> > politik kedua putranya.
> >
> > "Yah kalau diri sendiri tidak bisa, paling tidak hal itu akan berguna
> bagi
> > kedua anaknya. SBY tentunya tidak menginginkan ada anak muda yang
> > cerdas dan
> > bersinar berada dalam pemerintahannya saat ini karena jika mereka
> > dimasukkan
> > maka nama mereka tentunya akan sangat popular dan justru
> > kontraproduktif dan
> > berdampak jelek bagi karier politik kedua putranya itu kelak. SBY
> tentunya
> > menginginkan minimal salah satu putranya dapat mengikuti jejaknya kelak,"
> > tandasnya. (lam)
> >
> >
> >
> >
> > ole0.bmp
> >
> >
> >
> >
> >
> > >
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke