Penyesalan memang selalu datang di belakang. Namun bukan berarti hal ini
membuat Anda menjadi tidak berani bertindak, bukan?

Merasa tidak yakin pada apa yang Anda lakukan? Atau bahkan tidak yakin
dengan apa yang Anda inginkan? Hmm, memang tidak mudah mengambil sebuah
keputusan. Sebagai contoh, salah seorang sahabat Cosmo pernah berkata, “Saya
selalu kebingungan saat harus menentukan pilihan. Bukannya apa-apa,
pengalaman beberapa kali menyesali keputusan yang telah saya ambil
sepertinya membuat saya jadi lebih berhati-hati.”

Pilihan dalam hidup memang sangat banyak. Semenjak Anda bangun di pagi hari,
Anda sudah mulai mengambil keputusan. Mulai dari hal sederhana seperti
pakaian yang akan dikenakan, rute perjalanan ke kantor, atau akan makan
siang di mana, sampai keputusan besar dalam hidup Anda. Misalnya dalam
memilih pekerjaan dan pasangan hidup. Untuk itu, Cosmo menanyakan pada
beberapa ahli mengenai cara yang tepat untuk mengambil keputusan yang tidak
akan Anda sesali. Semoga bermanfaat!

Tip 1: Dari Yang Kecil
Mulailah dengan membuat keputusan dalam skala kecil sebelum berani
menentukan pilihan yang berdampak luas, dan mungkin juga melibatkan orang
banyak. Biasakan untuk membuat opsi sendiri terhadap masalah-masalah yang
sederhana. Misalnya alternatif menu makan malam, ke mana akan pergi di akhir
pekan, atau film apa yang akan Anda tonton.

Tip 2: Ikuti Kata Hati
Sebuah studi menemukan bahwa saat menentukan pilihan yang sederhana,
diperlukan pemikiran yang rasional. Namun bila hubungannya dengan masalah
yang jauh lebih besar, sebaiknya dengarkan juga kata hati Anda. Maksudnya,
jika belum memeroleh hasil juga walaupun setelah mempertimbangkan pro dan
kontra yang ada, biarkan naluri Anda yang bekerja. Lakukan apa yang Anda
rasa benar.

Tip 3: Jangan Takut Salah
Setiap orang bisa saja salah dalam memutuskan sesuatu. Yang penting ialah
bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan tersebut. Jangan sampai Anda
menyesal sebelum bertindak. Karena persoalan yang ada itu selalu akan datang
tanpa disadari, dan tidak dapat dihindari. Jadi Anda memang harus siap untuk
menghadapi masalah yang datang. Ingat, jangan menyesali apa yang terjadi,
namun bagaimana sikap terbaik Anda dalam menghadapinya.

Tip 4: Bicarakan Pada Orang Tertentu
Terkadang memang dibutuhkan pendapat atau masukan dari orang lain. Biasanya
kita akan membicarakan persoalan yang ada dengan orang-orang terdekat,
seperti sahabat atau keluarga. Namun sebaiknya Anda selektif dalam memilih
siapa yang akan mendengarkan masalah Anda. Jangan sampai berbagai pandangan
yang Anda terima malah membuat Anda semakin bingung. Sebelum menanyakan
opini orang lain, tanyakan pada diri sendiri apakah orang tersebut berada
pada posisi di mana ia tahu apa yang terbaik untuk Anda. Bila tidak,
batalkan niat Anda untuk bercerita.

Tip 5: Tidur Dengan Masalah
Bukan berarti menunda-nunda persoalan yang ada. Namun penelitian menyatakan
pertimbangan tanpa disadari juga dapat membantu Anda menganalisa opsi yang
ada dan menghasilkan sebuah kesimpulan. Mungkin ini dia alasannya mengapa
orang sering menyarankan untuk memberi waktu pada diri Anda untuk tidur
sebelum mengambil sebuah keputusan.

Tip 6: Tinggalkan Mojito!
Baiklah, minuman beralkohol mungkin dapat membuat Anda merasa lebih mudah
untuk beraksi. Segelas bir atau cocktail akhirnya membantu Anda relaks saat
sedang  memikirkan kembali pilihan-pilihan yang ada. Lebih dari itu? Hanya
mendatangkan awan tebal yang menyelimuti pertimbangan Anda!

Tip 7: Konsekuensi Jangka Panjang
Beberapa keputusan memang masuk akal untuk jangka pendeknya, namun nantinya
bisa mendatangkan bencana. Misalnya saja, mengakui pada si dia bahwa dua
tahun yang lalu Anda pernah selingkuh mungkin membuat perasaan Anda menjadi
lega. Tapi hal ini dapat membuat ia mengambil keputusan untuk berpisah.
Aturan permainan yang baik: kembangkan setiap skenario yang mungkin ada
dalam pikiran Anda. Kemudian pertimbangkan hasilnya sebelum Anda melakukan
tindakan tersebut.

Tip 8: Lepas Dari Fase Stres
Mengubah gaya rambut dengan ekstrim sesaat setelah si dia mengakhiri
hubungan dengan Anda bisa mendatangkan angin baru. Tapi pikirkan alasan yang
tepat, karena bisa saja aksi Anda itu sekadar dipengaruhi stres dan emosi.
Kenyataannya, kegelisahan bukan hanya membuat Anda semakin sulit untuk
menentukan pilihan. Namun juga dapat menghasilkan kesimpulan yang salah.
Jadi jangan tergesa-gesa untuk menentukan pilihan saat sedang dipengaruhi
emosi.

Tip 9:  Pengalaman
Yang perlu diketahui, Anda tidak dapat selalu menggunakan pengalaman masa
lalu untuk memprediksi masa depan. Terutama dalam mengambil keputusan yang
secara serius akan memengaruhi keuangan dan gaya hidup Anda. Para ahli di
bidang finansial menyarankan Anda untuk menghampiri setiap kesempatan yang
ada dengan pola pikir yang baru. Tidak hanya berdasarkan pengalaman semata.

Tip 10: Hargai Usaha Anda
Setiap usaha yang telah Anda lakukan patut untuk diberi nilai. Menyelesaikan
suatu persoalan terkadang butuh waktu yang tidak sebentar. Karena itu,
hargai setiap kemajuan yang telah Anda capai, meskipun baru lima sampai 10
persen dari keseluruhannya. Ingat, jangan fokus pada durasi Anda
menyelesaikan persoalan, tapi pikirkan mengenai kemampuan yang Anda miliki
dalam mengatasi masalah tersebut.

Sumber: Anita Pratanti, psikolog. Susan Axtell, psikolog. Daniel Ellenberg,
PHD, penulis buku Lovers For Life

-- 
best regards,

Astrid


"Hide the pain and fear far
The one who's right will win
Know that everything is in your hands"

RISE ~ Yoko Kanno, Origa

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke