> Orang yang
> Menderita
>
>
>
>
> Kata “menderita”
> berpadanan dengan kata Ibrani ‘ani
> (disusun dari huruf-huruf: Ayin-Qames-Nun-Hiriq Yod). Kata
> tersebut antara lain
> berarti juga: “yang diliputi oleh kekurangan”,
> “lemah” atau “miskin”, “hina”,
> atau juga “rendah.”
>
> Kata Ibrani ‘ani
> diturunkan dari akar-kata induk ‘N
> (Ayin-Nun). Dalam piktograf Ibrani
> kuno, huruf Ayin berbentuk gambar mata, sedangkan
> huruf Nun berupa sebuah gambar benih
> yang berarti
> kelangsungan atau kelanjutan. Gabungan dua gambar tersebut
> berarti “mata
> kelangsungan.”
>
> Petani nomadik
> dengan seksama mengawasi binatang ternak dan tanamannya. Ia
> menjaga dengan mata yang
> terus-menerus tertuju kepada
> ternak dan tanamannya itu. Jika hewan piaraannya diserang
> binatang buas, maka
> ia langsung mengetahuinya dan membelanya, karena matanya
> terus mengawasinya.
> Jika tanaman atau hasil panenan didatangi perusak atau pun
> pencuri, ia pun
> segera mengetahuinya dan melawannya, karena ia mengamatinya
> terus-menerus.
> Matanya terus melihatnya demi kelangsungan hidup hewan
> piaraan atau pun
> tanamannya itu. Jika mereka tidak dibela, maka mereka akan
> mati di tangan
> musuh.
>
> Dengan demikian
> makna kata “menderita” berarti suatu keadaan seseorang
> atau sesuatu yang
> diliputi kekurangan, lemah, miskin, hina, dan rendah, yang
> memerlukan “mata
> kelangsungan”. Mereka membutuhkan “mata kelangsungan”
> dari pihak lain agar
> pihak lain tersebut terus-menerus melihatnya demi
> kelangsungan hidupnya.
>
> Etika
> Sosial Umat Tuhan
>
> Musa memagari
> umat Israel dengan etika sosial, di antaranya mereka harus
> melaksanakan
> kewajiban sosial terhadap sesamanya. Misalnya, mereka
> dilarang memeras pekerja
> harian yang miskin dan menderita, baik orang asing apalagi
> sesama bangsanya
> (Ulangan 24:14).
>
> Dalam perikop
> Ulangan 24: 6-22 didaftar kelompok orang yang perlu
> mendapatkan perhatian dari
> sesamanya. Di samping pekerja harian yang miskin dan
> menderita (ayat 14)
> tersebut, inilah kelompok sosial
> yang
> wajib dilindungi: orang miskin (ayat 12), orang asing dan
> anak yatim, dan janda
> (ayat 17, 19, 20, 21). Kebaikan
> umat
> Israel terhadap masyarakat tertindas itu akan mendatangkan
> berkat bagi umat itu
> sendiri karena doa mereka (ayat 13). Sebaliknya, pemerasan
> akan mendatangkan
> dosa bagi umat itu, karena doanya kepada Tuhan (ayat 15).
>
>
> Implikasi
>
> Seorang anak
> Tuhan, kenalan saya, memiliki sebuah pabrik di kawasan Jawa
> Barat. Pabriknya
> itu sampai hari ini masih beroperasi. Saya pernah mendengar
> kesaksiannya, bahwa
> dirinya sangat diberkati Tuhan. Ketika krisis global
> terjadi, ia pun bersaksi
> bahwa perusahaannya tidak goyah.
>
> Namun saya
> mendengar berita yang kurang sedap didengar. Salah seorang
> karyawannya
> bercerita kepada saya, bahwa ia sangat pelit dalam hal
> menggaji karyawannya. Gaji yang
> diterimanya sangat kecil, tidak
> cukup untuk menghidupi keluarganya.
> Gaji
> karyawan di perusahaan itu tergolong paling kecil di antara
> gaji karyawan dari
> perusahaan-perusahaan lain di sekitarnya.
>
> Saya memang
> tidak pernah menanyakan hal itu kepada kenalan saya. Jika
> berita itu benar,
> maka alangkah bersalahnya ia di hadapan Tuhan. Ia tidak
> bisa menjadi berkat
> jasmani bagi orang lain. Bahkan, ia tidak dapat memantulkan
> kasih dan berkat
> Tuhan yang telah diterimanya bagi para karyawan. Saya
> berpikir, “Wah,
> seandainya seorang anak Tuhan memiliki sebuah perusahaan
> dan mau menggaji
> karyawannya 10%, 20%, 30%, atau bahkan 50% di atas UMR
> (upah minimum regional),
> alangkah banyaknya doa-doa berkat akan disampaikan para
> karyawannya.”
>
> Orang-orang yang
> menderita dihadirkan Tuhan untuk mendapatkan perhatian dan
> perlindungan kita.
> Mereka adalah orang-orang yang perlu “mata
> kelangsungan” agar kita
> memperhatikannya, sehingga mereka tetap hidup. Sudahkah
> orang-orang yang
> menderita itu mendapatkan “mata kelangsungan” dari
> kita?
>
> (Artikel
> ini ditulis oleh Hery Setyo Adi,
> yang menggunakan rujukan dari berbagai
> sumber)
>
>
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.