kok kosong nih......


"Sunarko" <[email protected]> 
Sent by: [email protected]
02/02/2010 01:36 PM
Please respond to
[email protected]


To
<[email protected]>
cc

Subject
~ aga ~ Pakaian dan aurat wanita






 

sumber: http://tengkuzulkarnain.net/


Pakaian, Kerudung, dan Cadar

Pada awal mula nenek moyang manusia, Nabi Adam Alaihis Salam dan Hawa 
Alaihas Salam diciptakan Allah di surga, keduanya diberi pakaian yang 
indah dan agung untuk menambah kewibawaan keduanya di hadapan para 
malaikat di surga Allah itu. Tidak pernah dua orang manusia agung yang 
pertama diciptakan Allah ini membuka aurat sejak hari pertama mereka 
diciptakan. Kemudian Allah memerintahkan agar keduanya tidak mendekati 
sebuah pohon larangan di surga tersebut, apalagi sampai memakan buahnya. 
Namun, ternyata Hawa Alaihis Salam tidak tahan mendengar rayuan Iblis 
untuk memakan buah larangan tersebut. Kemudian beliau mengajak suaminya, 
Nabi Adam yang mulia, untuk bersama-sama memakan buah itu.
Ringkasnya, setelah keduanya memakan buah larangan itu, maka terbukalah 
aurat keduanya. Dengan rasa malu yang amat sangat, kedua manusia agung 
yang pertama diciptakan Allah ini mengumpulkan daun-daun pohon surga untuk 
menutupi aurat keduanya sedapat mungkin, setelah pakaian surga yang indah 
dan agung lenyap disebabkan memakan buah larangan itu. (Lihat keterangan 
dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 22).
Nyatalah bagi kita bahwa menutup tubuh dan aurat dengan pakaian, adalah 
fitrah manusia sejak awal diciptakan. Justru perbuatan membuka aurat 
adalah suatu perbuatan yang melawan fitrah manusia, menimbulkan malu, 
sekaligus juga melawan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Manakala Nabi Adam dan Hawa Alaihimas Salam sampai ke dunia ini, setelah 
menempuh perjalanan yang sangat jauh dari alam surga yang tinggi, keduanya 
sekuat tenaga tetap menutupi aurat mereka dengan benda-benda dunia yang 
dapat dipakai. Sampai akhirnya, Allah menurunkan tiga jenis pakaian agar 
dapat dikenakan oleh Nabi Adam dan seluruh anak cucunya hingga dunia 
kiamat. Hal ini ditegaskan Allah dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 26:
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ 
وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ 
لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu 
pakaian untuk menutup auratmu, pakaian indah untuk perhiasan, dan pakaian 
takwa. Itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari 
tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”.
 Pakaian Untuk Wanita 
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diutus Allah di kota 
Makkah, peradaban manusia saat itu sangatlah ‘rusak’. Kaum Jahiliyah di 
Makkah dan sekitarnya sudah bertahun-tahun terbiasa membuka aurat. Dalam 
Al Qur’an, Allah menyebutnya dengan “tabarruj al jahiliyyah”, yakni bebas 
membuka aurat ala jahiliyyah. Lebih seram lagi, saat mereka thawaf 
mengelilingi Ka’bah Rumah Suci yang Agung itu, mereka bertelanjang 
melepaskan seluruh pakaiannya. Saat itulah Nabi diperintahkan untuk 
menda’wah kaum Beliau, khususnya para wanita agar kembali kepada fitrah 
manusia yang asli, yaitu menutup aurat mereka secara sempurna.
 Perintah itu bertahap, dan paling tidak, ada 2 (dua) tahapan besar yang 
berurutan. Pertama, perintah menutup aurat dengan memakai kerudung yang 
lebar dan menjulur sampai ke dada. Istilah yang dipakai oleh Al Qur’an 
adalah “khimar” yang bentuk jamaknya adalah “khumur”. Dan, di dalam bahasa 
Indonesia biasa diartikan dengan kerudung. Dalam syariat Islam, kerudung 
boleh menampakkan muka dan kedua telapak tangan.
Firman Allah surat An Nur ayat 31:
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ
Artinya: “… dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada 
mereka,……”
Kedua, firman Allah pada surat Al Ahzab ayat 59:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ 
الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ
Artinya: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak 
perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “hendaklah mereka mengulurkan 
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka".
Dalam ayat ini, istilah yang dipakai Al Qur’an adalah “Jilbab” dan dalam 
bentuk jamak disebut “Jalaabib”. Syariat Islam berdasarkan hadis imam 
Bukhari mengartikan “Jilbab” sebagai pakaian longgar yang dapat secara 
sempurna menutup kepala, muka, dan dada.
Dari keterangan di atas, dapat diambil kesimpulan, paling tidak ada dua 
jenis pakaian yang wajib dipilih oleh wanita muslimah sebagai penutup 
aurat mereka, yaitu; “khimar” atau “Jilbab”.
Akhir-akhir ini ada ‘segelintir’ ulama yang memfatwakan bahwa perintah 
menutup aurat bagi wanita muslimah hukumnya tidaklah wajib. Alasan mereka 
karena perintah tersebut hanya memakai kata “qul” yang berarti “katakanlah
”, bermakna sebuah ‘himbauan’ saja. Dan kata mereka lagi sebuah himbauan 
itu tentunya boleh dikerjakan dan boleh juga ditinggalkan.
Kami menentang keras pendapat ini! Sebab, selain menentang hadis-hadis 
shahih, pendapat ini  juga menentang kesepakatan para ulama sedunia selama 
1400 tahun lebih. Andaikata setiap kata “qul” yang ada di dalam Al Qur’an 
dimaknai sebagai sebuah himbauan saja, maka akan hancurlah keimanan 
seluruh umat Islam sedunia. Salah satu contoh dapat dilihat pada Al Qur’an 
surat Al Ikhlas, di mana Allah berfirman; “Qul huwallahu ahad”, artinya: “
Katakanlah, Allah itu Esa”. Jika kata ‘qul’ pada ayat ini dimaknai sebagai 
sebuah himbauan saja (sebagaimana dimaknai oleh ‘segelintir’ ulama 
tersebut), maka berarti umat Islam boleh memilih antara menerima Allah itu 
sebagai Tuhan satu-satunya atau boleh pula menolaknya dengan menganggap 
ada banyak Tuhan selain Allah. Alangkah berbahayanya pendapat ‘segelintir’ 
ulama itu, bukan..?
Akhirnya, marilah kita renungi sebuah hadis Nabi yang mengatakan, “Dunia 
ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita 
shalihah.” Artinya, wanita muslimah yang shalihah adalah perhiasan yang 
paling berharga di dunia ini. Bagaimanakah kita menjaga perhiasan yang 
paling indah yang tentu sangat mahal harganya itu?
Jika kita memiliki perhiasan yang sangat mahal harganya, pastilah kita 
akan menyimpannya dalam sebuah kotak yang terjaga baik. Kemudian kotak itu 
dikunci dan disimpan dalam laci lemari yang kokoh dan kuat. Lemari 
tersebut pun dikunci pula dengan seksama, dan diletakkan dalam sebuah 
kamar yang kokoh pula. Kamar itu pun dikunci, dan tidak akan pernah 
dibiarkan terbuka begitu saja. Kamar tersebut berada di dalam rumah, dan 
rumahnya pun dikunci pula. Rumah itu berada di dalam pagar yang kuat dan 
kokoh, yang pagarnya dikunci juga. Tidak sembarangan orang boleh melihat 
apalagi memegangnya. Inilah permisalan wanita yang shalihah; tersimpan, 
tertutup, tersembunyi dan dijaga ketat.
Berbeda dengan sebuah kaleng bekas yang tidak bernilai, dia akan bebas 
diletakkan di mana saja di tempat terbuka, tanpa perlu dijaga, disimpan, 
apalagi disembunyikan. Pemiliknya sedikitpun tidak merasa risau dan 
khawatir kalau kaleng bekas itu akan dipandangi orang, atau 
dipegang-pegang, bahkan bila diambil orang sekalipun.
Wahai wanita muslimah, manakah yang akan anda pilih? Menjadi perhiasan 
yang bernilai sangat mahal dan indah ataukah lebih memilih menjadi kaleng 
bekas yang tak ada nilainya?

__,_._,___
CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the 
individual or entity to whom it is addressed and contains information that 
is privileged and confidential. If you, the reader of this message, are 
not the intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy 
this communication. If you have received this communication in error, 
please notify us immediately by return email and delete the original 
message. 
-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke