aep.saepuloh













 
Sehari di Kediaman 
RASULULLAH SHALLALLAHU'ALAIHI WASALLAM 
Karya : Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim


17. Tangis Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 

Setiap orang pasti pernah menangis, baik kaum pria maupun wanita. Akan 
tetapi tahukah kamu, mengapa dan karena siapa mereka menangis? Rasulullah 
Shalallaahu alaihi wasalam juga menangis, padahal dunia berada dalam 
genggamannya jika beliau menghendaki. Dan Surga ada di hadapan beliau, 
sementara beliau berada di tempat yang paling tinggi di dalamnya. Benar, 
beliau memang sering menangis, sebagaimana tangisan seorang hamba ahli 
ibadah. Beliau menangis di dalam shalat tatkala bermunajat kepada Rabb 
Subhannahu wa Ta'ala . Beliau juga menangis ketika mendengarkan tilawah 
Al-Quran. Tangisan yang bersumber dari kelembutan hati dan ketulusan 
nurani serta dari ma'rifat keagungan Allah Subhannahu wa Ta'ala . 

Dari Mutharrif –yakni bin Abdillah bin Asy Syikhkhir- dari bapaknya –yakni 
Abdullah bin Asy Syikhkhir Radhiallaahu anhu - ia berkata: 
Aku datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ketika beliau 
sedang shalat. Dari rongga dada beliau keluar suara seperti bunyi air yang 
tengah mendidih di dalam kuali, disebabkan tangis beliau." (HR. Abu Daud) 

Abdullah bin Mas'ud Radhiallaahu anhu menuturkan: "Rasulullah Shalallaahu 
alaihi wasalam pernah berkata kepadaku: "Bacalah Al-Qur'an untukku" aku 
berkata: "Wahai Rasulullah, apakah aku yang harus membacanya, sedangkan 
Al-Qur'an itu diturunkan kepadamu?" beliau menimpali: "Aku lebih suka 
mendengarkannya dari orang lain." Akupun membacakan surat An-Nisaa' untuk 
beliau. Hingga telah sampai pada ayat: "Maka bagaimanakah (halnya 
orang-orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi 
(rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai 
saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)." (QS. An-Nisa: 41) Aku lihat air 
mata beliau menetes." (HR. Al-Bukhari) 

Cobalah perhatikan uban yang menghiasi rambut beliau. Jumlahnya lebih 
kurang delapan belas helai di kepala dan janggut beliau. Camkanlah dengan 
mata hatimu, dengarkanlah kisah uban putih tersebut dari penuturan beliau. 
Abu Bakar Radhiallaahu anhu pernah bertanya: "Wahai Rasulullah Shalallaahu 
alaihi wasalam , sungguh Anda telah beruban." Beliau menjawab: 
"Surat Hud, surat Al-Waqi'ah, surat Al-Mursalat, surat 'Amma yatasaa`aluun 
dan surat Idzasy Syamsu kuwwirat telah menyebabkan aku beruban." (HR. 
At-Tirmdzi) 

18. Tawadhu' Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat elok 
akhlaknya dan sangat agung wibawanya. Akhlak beliau adalah Al-Qur'an 
sebagaimana yang dituturkan 'Aisyah Radhiallahu'anha, ia berkata: "Akhlak 
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah Al-Qur'an." (HR. Muslim). 

Beliau juga pernah bersabda: 
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. 
Ahmad) 

Salah satu bentuk ketawadhu'an Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 
adalah; beliau tidak suka dipuji dan disanjung secara berlebihan. Dari 
Umar bin Kaththab Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu 
alaihi wasalam pernah bersabda: 
"Janganlah kamu sanjung aku (secara berlebihan) sebagaimana kaum Nasrani 
menyanjung 'Isa bin Maryam alaihisSalam secara berlebihan. Aku hanyalah 
seorang hamba Allah, maka panggillah aku dengan sebutan: hamba Allah dan 
Rasul-Nya." (HR. Abu Daud) 

Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: "Ada beberapa orang 
memanggil Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sambil berkata: "Wahai 
Rasulullah, wahai orang yang terbaik dan anak orang yang terbaik di antara 
kami, wahai junjungan kami dan anak dari junjungan kami." Rasulullah 
Shalallaahu alaihi wasalam segera menyanggah seraya berkata: 
"Wahai sekalian manusia, katakanlah sewajarnya saja! Jangan sampai kamu 
digelincirkan setan. Aku adalah Muhammad hamba Allah dan rasul-Nya. Aku 
tidak sudi kamu angkat di atas kedudukan yang dianugrahkan Allah 
Subhannahu wa Ta'ala kepadaku." (HR. An-Nasai) 

Sebagian orang ada yang menyanjung Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 
secara berlebihan. Sampai-sampai ia meyakini bahwa Rasulullah Shalallaahu 
alaihi wasalam mengetahui ilmu ghaib atau meyakini bahwa beliau memiliki 
hak untuk memberikan manfaat dan menurunkan mudharat, bahwa beliau dapat 
mengabulkan segala permintaan dan menyembuhkan segala penyakit. Padahal 
Allah Subhannahu wa Ta'ala telah menyanggah keyakinan seperti itu. Allah 
Subhannahu wa Ta'ala berfirman: 
"Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik keman-fa'atan bagi diriku dan 
tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan 
sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan 
sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan." (Al-Araf: 
188) 

Demikianlah akhlak Nabi yang mulia, seorang utusan Allah Subhannahu wa 
Ta'ala , sebaik-baik manusia di muka bumi dan seutama-utama makhluk di 
kolong langit. Beliau senan-tiasa tunduk patuh dan bertaubat kepada 
Rabbnya. Beliau tidak menyukai kesombongan, bahkan beliau adalah pemimpin 
kaum yang tawadhu' dan penghulu kaum yang tunduk patuh kepada Rabb 
Subhannahu wa Ta'ala . Anas bin Malik Radhiallaahu anhu mengungkapkan: 
"Tidak ada seorangpun yang lebih mereka cintai daripada Rasulullah 
Shalallaahu alaihi wasalam . Walaupun begitu, apabila mereka melihat 
beliau, mereka tidak berdiri untuk menyambut beliau. karena mereka 
mengetahui bahwa beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak menyukai cara 
seperti itu." (HR. Ahmad) 

Layangkanlah pandanganmu kepada Nabi umat ini Shalallaahu alaihi wasalam . 
Saksikan sikap tawadhu' beliau yang sangat menga-gumkan dan keelokan 
akhlak yang langka ditemukan. Beliau tetap bersikap tawadhu' terhadap 
seorang wanita miskin. Beliau luangkan waktu untuk melayaninya, padahal 
waktu beliau penuh dengan amal ibadah! 

Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: "Suatu hari seorang 
wanita datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ia mengadu 
kepada beliau sambil berkata: "Wahai Rasulullah, saya membutuhkan sesuatu 
dari Anda." Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berkata kepadanya: 
"Pilihlah di jalan mana yang kamu kehendaki di kota Madinah ini, tunggulah 
aku di sana, niscaya aku akan menemuimu (melayani keperluan-mu)." (HR. Abu 
Daud) 

Beliau hadir dengan segenap jiwa yang terpuji lagi elok. 
Menjulang tinggi ke tempat yang terpuji dengannya. 
Bila disingkap kesturi dari cincinnya kepada jagad raya 
niscaya setiap orang akan merasakan harumnya 
baik yang di gunung maupun di lembah. 
Sungguh, beliau adalah pemimpin segenap ahli tawadhu' baik dalam ilmu 
ataupun amal. 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Rasulullah 
Shalallaahu alaihi wasalam beliau bersabda: 
"Andaikata aku diundang makan paha atau kaki binatang, niscaya aku 
kabulkan undangannya. Andaikata kepadaku hanya dihadiahkan kaki atau paha 
binatang, tentu akan aku terima hadiah itu." (HR. Al-Bukhari) 

Semoga hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tadi menjadi pelajaran 
sekaligus peringatan bagi orang-orang yang takabbur dari sifat sombong dan 
angkuh. 

Abdullah bin Mas'ud Radhiallaahu anhu meriwayatkan bahwa beliau 
Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: 
"Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji 
zarrah kesombongan." (HR. Muslim) 

Sifat sombong merupakan jalan menuju Neraka, wal 'iyaadzubillah, meskipun 
hanya sebesar biji zarrah. Cobalah lihat hukuman yang ditimpakan terhadap 
orang yang sombong dan angkuh cara berjalannya. Betapa besar kemurkaan dan 
kemarahan yang diturunkan Allah Ta'ala atasnya. Dan betapa pedih siksa 
yang dideritanya. 

Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Rasulullah Shalallaahu alaihi 
wasalam beliau bersabda: 
"Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaiannya, takjub 
dengan kehebatan dirinya sendiri, rambutnya tersisir rapi, berjalan dengan 
angkuh. Namun tiba-tiba Allah Ta'ala menenggelamkannya. Dia terus terbenam 
ke dasar bumi sampai hari Kiamat." (Muttafaq 'alaih) 
______________________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain 
privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have 
received it in error, please notify the sender and delete the message 
immediately. Any other use of the email is prohibited.


______________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain 
privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have 
received it in error, please notify the sender and delete the message 
immediately. Any other use of the email is prohibited.


-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke