Ada lg ga bacaannya mau dong.....

 

Rgd.

fathu

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of [email protected]
Sent: Tuesday, February 09, 2010 9:59 AM
Subject: ~ aga ~ Fw: Tawadhu' & Tangis Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
Importance: High

 

 


aep.saepuloh 


 

 


 

 


 

 

 


 

 

 



       
Sehari di Kediaman 
RASULULLAH SHALLALLAHU'ALAIHI WASALLAM 
Karya : Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim




17. Tangis Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 

Setiap orang pasti pernah menangis, baik kaum pria maupun wanita. Akan
tetapi tahukah kamu, mengapa dan karena siapa mereka menangis? Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam juga menangis, padahal dunia berada dalam
genggamannya jika beliau menghendaki. Dan Surga ada di hadapan beliau,
sementara beliau berada di tempat yang paling tinggi di dalamnya. Benar,
beliau memang sering menangis, sebagaimana tangisan seorang hamba ahli
ibadah. Beliau menangis di dalam shalat tatkala bermunajat kepada Rabb
Subhannahu wa Ta'ala . Beliau juga menangis ketika mendengarkan tilawah
Al-Quran. Tangisan yang bersumber dari kelembutan hati dan ketulusan nurani
serta dari ma'rifat keagungan Allah Subhannahu wa Ta'ala . 

Dari Mutharrif -yakni bin Abdillah bin Asy Syikhkhir- dari bapaknya -yakni
Abdullah bin Asy Syikhkhir Radhiallaahu anhu - ia berkata: 
Aku datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ketika beliau
sedang shalat. Dari rongga dada beliau keluar suara seperti bunyi air yang
tengah mendidih di dalam kuali, disebabkan tangis beliau." (HR. Abu Daud) 

Abdullah bin Mas'ud Radhiallaahu anhu menuturkan: "Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasalam pernah berkata kepadaku: "Bacalah Al-Qur'an untukku" aku
berkata: "Wahai Rasulullah, apakah aku yang harus membacanya, sedangkan
Al-Qur'an itu diturunkan kepadamu?" beliau menimpali: "Aku lebih suka
mendengarkannya dari orang lain." Akupun membacakan surat An-Nisaa' untuk
beliau. Hingga telah sampai pada ayat: "Maka bagaimanakah (halnya
orang-orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul)
dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas
mereka itu (sebagai umatmu)." (QS. An-Nisa: 41) Aku lihat air mata beliau
menetes." (HR. Al-Bukhari) 

Cobalah perhatikan uban yang menghiasi rambut beliau. Jumlahnya lebih kurang
delapan belas helai di kepala dan janggut beliau. Camkanlah dengan mata
hatimu, dengarkanlah kisah uban putih tersebut dari penuturan beliau. Abu
Bakar Radhiallaahu anhu pernah bertanya: "Wahai Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasalam , sungguh Anda telah beruban." Beliau menjawab: 
"Surat Hud, surat Al-Waqi'ah, surat Al-Mursalat, surat 'Amma yatasaa`aluun
dan surat Idzasy Syamsu kuwwirat telah menyebabkan aku beruban." (HR.
At-Tirmdzi) 

18. Tawadhu' Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat elok
akhlaknya dan sangat agung wibawanya. Akhlak beliau adalah Al-Qur'an
sebagaimana yang dituturkan 'Aisyah Radhiallahu'anha, ia berkata: "Akhlak
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah Al-Qur'an." (HR. Muslim). 

Beliau juga pernah bersabda: 
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR.
Ahmad) 

Salah satu bentuk ketawadhu'an Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah;
beliau tidak suka dipuji dan disanjung secara berlebihan. Dari Umar bin
Kaththab Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
pernah bersabda: 
"Janganlah kamu sanjung aku (secara berlebihan) sebagaimana kaum Nasrani
menyanjung 'Isa bin Maryam alaihisSalam secara berlebihan. Aku hanyalah
seorang hamba Allah, maka panggillah aku dengan sebutan: hamba Allah dan
Rasul-Nya." (HR. Abu Daud) 

Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: "Ada beberapa orang
memanggil Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sambil berkata: "Wahai
Rasulullah, wahai orang yang terbaik dan anak orang yang terbaik di antara
kami, wahai junjungan kami dan anak dari junjungan kami." Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam segera menyanggah seraya berkata: 
"Wahai sekalian manusia, katakanlah sewajarnya saja! Jangan sampai kamu
digelincirkan setan. Aku adalah Muhammad hamba Allah dan rasul-Nya. Aku
tidak sudi kamu angkat di atas kedudukan yang dianugrahkan Allah Subhannahu
wa Ta'ala kepadaku." (HR. An-Nasai) 

Sebagian orang ada yang menyanjung Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
secara berlebihan. Sampai-sampai ia meyakini bahwa Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasalam mengetahui ilmu ghaib atau meyakini bahwa beliau memiliki hak
untuk memberikan manfaat dan menurunkan mudharat, bahwa beliau dapat
mengabulkan segala permintaan dan menyembuhkan segala penyakit. Padahal
Allah Subhannahu wa Ta'ala telah menyanggah keyakinan seperti itu. Allah
Subhannahu wa Ta'ala berfirman: 
"Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik keman-fa'atan bagi diriku dan tidak
(pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya
aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya
dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan." (Al-Araf: 188) 

Demikianlah akhlak Nabi yang mulia, seorang utusan Allah Subhannahu wa
Ta'ala , sebaik-baik manusia di muka bumi dan seutama-utama makhluk di
kolong langit. Beliau senan-tiasa tunduk patuh dan bertaubat kepada Rabbnya.
Beliau tidak menyukai kesombongan, bahkan beliau adalah pemimpin kaum yang
tawadhu' dan penghulu kaum yang tunduk patuh kepada Rabb Subhannahu wa
Ta'ala . Anas bin Malik Radhiallaahu anhu mengungkapkan: 
"Tidak ada seorangpun yang lebih mereka cintai daripada Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam . Walaupun begitu, apabila mereka melihat beliau,
mereka tidak berdiri untuk menyambut beliau. karena mereka mengetahui bahwa
beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak menyukai cara seperti itu." (HR.
Ahmad) 

Layangkanlah pandanganmu kepada Nabi umat ini Shalallaahu alaihi wasalam .
Saksikan sikap tawadhu' beliau yang sangat menga-gumkan dan keelokan akhlak
yang langka ditemukan. Beliau tetap bersikap tawadhu' terhadap seorang
wanita miskin. Beliau luangkan waktu untuk melayaninya, padahal waktu beliau
penuh dengan amal ibadah! 

Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: "Suatu hari seorang wanita
datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ia mengadu kepada
beliau sambil berkata: "Wahai Rasulullah, saya membutuhkan sesuatu dari
Anda." Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berkata kepadanya: "Pilihlah di
jalan mana yang kamu kehendaki di kota Madinah ini, tunggulah aku di sana,
niscaya aku akan menemuimu (melayani keperluan-mu)." (HR. Abu Daud) 

Beliau hadir dengan segenap jiwa yang terpuji lagi elok. 
Menjulang tinggi ke tempat yang terpuji dengannya. 
Bila disingkap kesturi dari cincinnya kepada jagad raya 
niscaya setiap orang akan merasakan harumnya 
baik yang di gunung maupun di lembah. 
Sungguh, beliau adalah pemimpin segenap ahli tawadhu' baik dalam ilmu
ataupun amal. 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasalam beliau bersabda: 
"Andaikata aku diundang makan paha atau kaki binatang, niscaya aku kabulkan
undangannya. Andaikata kepadaku hanya dihadiahkan kaki atau paha binatang,
tentu akan aku terima hadiah itu." (HR. Al-Bukhari) 

Semoga hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tadi menjadi pelajaran
sekaligus peringatan bagi orang-orang yang takabbur dari sifat sombong dan
angkuh. 

Abdullah bin Mas'ud Radhiallaahu anhu meriwayatkan bahwa beliau
Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: 
"Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji
zarrah kesombongan." (HR. Muslim) 

Sifat sombong merupakan jalan menuju Neraka, wal 'iyaadzubillah, meskipun
hanya sebesar biji zarrah. Cobalah lihat hukuman yang ditimpakan terhadap
orang yang sombong dan angkuh cara berjalannya. Betapa besar kemurkaan dan
kemarahan yang diturunkan Allah Ta'ala atasnya. Dan betapa pedih siksa yang
dideritanya. 

Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam beliau bersabda: 
"Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaiannya, takjub dengan
kehebatan dirinya sendiri, rambutnya tersisir rapi, berjalan dengan angkuh.
Namun tiba-tiba Allah Ta'ala menenggelamkannya. Dia terus terbenam ke dasar
bumi sampai hari Kiamat." (Muttafaq 'alaih) 


______________________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain
privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have
received it in error, please notify the sender and delete the message
immediately. Any other use of the email is prohibited.

 


______________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain
privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have
received it in error, please notify the sender and delete the message
immediately. Any other use of the email is prohibited.

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke