like this..
T_T

Pada 24 Februari 2010 09:12, Ear-One <[email protected]> menulis:

>  sedih kenapa Bob.. ngak pernah merasa dibutuhkan yach hehehe…piss ah J
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *Bobby
> *Sent:* Wednesday, February 24, 2010 9:08 AM
>
> *To:* [email protected]
> *Subject:* RE: ~ aga ~ Sharing - DI BUTUHKAN ITU NIKMAT RASANYA -syediiiih
>
>
>
> Hiks… sedih juga Neh!!!
>
>
>
> *Regards and Thanks,*
>
> *Bobby*
>
> *Puchasing Dept.*
>
> *PT. Amtek Engineering Batam*
>
> *Phone   : +62 778 464698  (Ext.247)*
>
> *Fax     :+62 778 464697 , 464706*
>
> *Email : **[email protected]* <[email protected]>* *
>
> This e-mail and any attachment(s) is intended solely for the person(s) or
> the entity to whom it is addressed and is confidential and may also be
> privileged. If you receive this e-mail by mistake, please notify the sender
> immediately and you should not copy nor disclose its contents to any other
> person. All the contents of this message together with attachments are
> subjected to copyright.
>
> The sender does not guarantee and is not liable for the security of any
> electronically transmitted information or for the proper and complete
> transmission of the information contained in this communication, or for any
> delay in its receipt. There is no warranty that this message is error or
> virus free and has not been tempered with. Amtek and its subsidiaries have
> no responsibility for unauthorised access and/or alteration to this
> communication, nor for any consequence based on or arising from your use of
> information that may have been accessed or altered by any persons other than
> the sender. It may be a private communication, and if so, does not represent
> the view of the company.
>
>
>
>
>  ------------------------------
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *Asean, Anthonius
> *Sent:* Wednesday, February 24, 2010 8:54 AM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* ~ aga ~ Sharing - DI BUTUHKAN ITU NIKMAT RASANYA -syediiiih
>
>
>
> *DI BUTUHKAN ITU NIKMAT RASANYA ... !!!*
>  ------------------------------
>
> *Di Bulan September, saya pindah kerja di sebuah perusahaan. Meja kerjanya
> disekat semua, jadi tidak bisa kelihatan satu sama lainnya. Tapi jika orang
> di sebelah sedang bicara di telepon akan terdengar sangat jelas.
>
> Rekan sejawat yang duduk di sebelah kiri saya kelihatannya adalah seorang
> pria yang sangat ‘lengket’ dengan istrinya.
>
> “Istriku, malam ini saya ingin makan daging kecap”, katanya suatu hari.
> “Istriku, kemejaku yang warna abu – abu dengan motif kotak – kotak apa
> sudah disetrika? Besok baju itu akan aku pakai”, katanya lagi di lain
> kesempatan.
> “Istriku, saya lagi pingin makan kue bawang buatanmu”, katanya di
> kesempatan yg lain lagi.
>
> Suara yang sengaja direndahkan, tanpa diduga justru menjadi sangat lembah
> lembut. Diam-diam saya tertawa dalam hati, pria tersebut sedang
> bermanja-manja dengan istrinya. Jika seorang pria berkelakuan seperti
> seorang anak kecil yang minta dimanjakan, wanita dipastikan akan mengangkat
> kedua tangannya tanda menyerah.
>
> Tak dapat dihindari, secara diam-diam saya mulai memperhatikannya. Dia
> adalah seorang pria paruh baya yang sangat biasa. Walaupun dalam karirnya
> tidak ada sesuatu prestasi yang menonjol, namun kehidupan dalam keluarganya
> bisa dipastikan dikelolanya dengan sangat sukses. Istrinya pastilah seorang
> wanita yang bertipe keibuan.
>
> Dia sangat rajin menelepon istrinya, pembicaraannya selalu sambung
> menyambung dan tak pernah terputus, dan pada akhir kalimat ia selalu
> mengajukan permintaan, yang meminta istrinya untuk mengerjakan ini dan itu.
> Sungguh-sungguh seperti seorang pria yang sangat dimanjakan. Pada saat jam
> kerja, tiba-tiba terpikirkan olehnya untuk segera mengangkat telepon dan
> menelepon istrinya. Jika dilihat dari mimik wajahnya selagi menelepon, bisa
> dilihat bahwa selama ini istrinya tidak pernah menolak terhadap apa pun
> permintaannya yang sangat rinci, sebaliknya justru dilakukannya dengan
> senang hati.
>
> Setelah akrab, saya menertawainya, “Bapak sungguh keren, telah
> mempersunting seorang istri yang berbudi luhur.” Dia ikut tertawa, “Benar,
> benar…” Suatu hari minggu, saya ke rumah sakit untuk mengambil obat karena
> saya sakit tenggorokan. Di luar dugaan saya telah bertemu dengan pria itu
> dan istrinya. Ternyata istrinya bukanlah tipe seorang wanita cerdik dan
> cekatan seperti yang selama ini saya bayangkan. Sebaliknya dia adalah
> seorang yang kurus lemah, lesu bagai pesakitan. Setelah menyapa dengan
> sopan, ia memapah istrinya dengan sangat hati-hati lalu berjalan pergi.
> Dokter yang melayani saya mengenal mereka, dokter tersebut pun berkata,
> “Istrinya telah mengi-dap kanker selama dua tahun, waktu mereka mendapati
> kenyataan ini kanker tersebut sudah sampai pada tahap akhir, sisa waktu
> hidupnya hanya tinggal 1/2 tahun saja. Untung tekadnya untuk bertahan hidup
> sangat kuat. Di luar dugaan istrinya berhasil bertahan melewati dua tahun,
> tapi tubuhnya kian hari kian parah, tidak tahu ia masih dapat bertahan
> berapa lama lagi.” Dokter menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan
> kepa-la, hati saya terbenam.
>
> Sejak saat itu, jika mendengar beliau menelepon, di dalam hati saya ada
> semacam amarah yang sulit untuk dibendung. Pria ini sungguh keterlaluan,
> istrinya sudah sakit sedemikian parah, dia masih setiap hari memerintah
> istrinya untuk bekerja, apakah hati pria ini sedemikian kasarnya, atau
> memang keras seperti batu?
>
> Dengan pena merah ia membuat bulatan pada suatu tanggal di kalender. Beliau
> berkata, “Ulang tahun istri saya yang ke 35 akan segera tiba.” Dia meminta
> saya untuk memberi ide, apa sebaiknya yang akan diberikan pada istrinya
> sebagai hadiah ulang tahun.
>
> Bunga mawar, kue ulang tahun, uhh… Terlalu kuno, tidak ada ide yang baru.
> Cincin berlian, jangan… Tidak cukup uang untuk membelinya, ia
> mempertimbangkan dengan serius. Saya akhirnya tidak dapat menahan diri lagi,
> sebuah ucapan menerjang keluar dari mulut, “Anda ini, apa pun tidak perlu
> diberikan, mulai saat ini jangan lagi menyuruh-nyuruh istri anda, biarkan
> saja istri anda melewati hari-harinya dengan santai, itu sudah cukup.”
>
> Beliau menolak sambil tertawa, “Mana bisa begitu. Dia adalah istri saya,
> kalau saya tidak menyuruhnya, lalu saya harus menyuruh siapa lagi?”
>
> “Istri anda akan segera tiba ajalnya, dan anda masih menyuruhnya
> mengerjakan ini dan itu, anda ini lelaki atau bukan? Masih adakah kasih
> sayang anda terhadap istri anda?” Di dalam ekspresi mata saya yang penuh
> dengan hinaan, lelaki yang ada di depan saya ini sungguh berwajah sangat
> menyebalkan.
>
> Senyuman yang terdapat di wajahnya sirna perlahan-lahan, lalu ia berkata
> dengan perlahan, “Apakah anda merasa bahwa hanya dengan berkorban demi
> seseorang barulah dapat dikatakan cinta? Sebenarnya menuntut seseorang
> melakukan sesuatu juga merupakan suatu wujud cinta. Tak lama setelah saya
> tahu istri saya sakit, yang saya pikirkan adalah waktunya di dunia ini sudah
> tidak lama lagi, biar bagaimana pun juga saya tidak mau ia bekerja keras
> demi aku. Saya melarangnya melakukan pekerjaan rumah apa pun, saya hanya
> berpikir agar ia dapat makan yang enak, pergi pesiar ke tempat-tempat yang
> diinginkannya, dan bisa beristirahat dengan baik. Akan tetapi keadaan
> tubuhnya kian hari kian buruk. Istri saya berkata pada saya, bahwa ia
> merasakan bahwa hidup seperti seseorang yang tidak berguna sama sekali tidak
> ada artinya baginya untuk terus hidup, akan lebih baik untuk pergi lebih
> cepat. Saya katakan bahwa saya tidak akan membiarkannya pergi, saya masih
> belum puas menikmati daging kecap buatannya. Sejak saat itu saya menuntutnya
> seperti biasa, memintanya untuk mengerjakan ini dan itu bagi diri saya, air
> mukanya perlahan-lahan kelihatan menjadi lebih segar. Sejak saat itulah saya
> baru memahami, mencintai seseorang, bukan hanya memberikan (berkorban), tapi
> juga harus saling membutuhkan.”
>
> “Maka dari itu saya mengatakan pada istri saya, saya minta dia untuk
> menyetrika kemeja saya, saya ingin minum sup buatannya. Tahukah anda apa
> kata istri saya? Di saat ia menghembuskan nafasnya yang terakhir, ia pun
> tetap akan memasak beberapa macam masakan kesukaan saya untuk disimpan di
> dalam lemari es. Merasa dibutuhkan oleh seseorang adalah merupakan suatu
> kebahagiaan tersendiri. Saya hanya memikirkan bagaimana saya dapat memuaskan
> kebahagiaan yang didambakan istri saya itu. Mengertikah anda? Karena
> mencintai, maka akan selalu saling menuntut. Jika mencintai seseorang,
> berilah kesempatan kepadanya agar bisa mencintai anda.”
>
> Suaranya agak terisak. Dan saya, sampai saat itu, baru mengerti cara untuk
> menyatakan cinta dari sisi yang berbeda. Akhirnya saya memahami, jika benar
> – benar mencintai seseorang, maka seharusnya anda dapat membuatnya merasa
> bahwa dirinya sangat dibutuhkan oleh anda, beri dia kesempatan untuk
> mencintai anda. *
>
> * *
>
>
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
> thanks for joinning this group.
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
> thanks for joinning this group.
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke