----- Original Message -----
From: <[email protected]>
To: "milis aga" <[email protected]>
Sent: Friday, February 12, 2010 8:05 AM
Subject: ~ aga ~ Yang Penting dan Mendesak


Dear Aga’ers,

Ini cerita bagus dari milis sebelah.

Di bawah terik matahari yang menyengat, seorang guru tampak tengah
menanggalkan seluruh pakaiannya untuk mandi di sebuah sungai yang airnya
jernih dan mengalir dengan deras.Ketika ia sedang asyik-asyiknya melepaskan
kepenatan, tiba-tiba, diluar perkiraannya, ada serombongan anak perempuan
yang ternyata murid-muridnya sedang menuju ke tepi sungai tersebut.

Si guru sangat terkejut melihat kedatangan tamu tak diundang itu, dan dengan
reflek ia pun segera menutupi mukanya dengan kedua belah telapak
tangannya.Melihat pemandangan itu, para murid wanita merasa risih lalu pergi
menjauhi lokasi itu sambil bertanya–tanya siapa gerangan laki-laki bodoh
yang mandi telanjang di sungai itu. “Mestinya ia menutupi auratnya bukan
mukanya,”celetuk seorang murid kepada teman-temannya.

Beberapa hari setelah kejadian itu, ternyata ada seorang murid yang
mengenali sosok laki-laki yang mandi di kali itu. Karena penasaran ia pun
memberanikan diri menemui gurunya untuk mendapatkan penjelasan mengenai
peristiwa di sungai itu.“Pa Guru, saya mohon maaf dengan kejadian di tepi
sungai waktu itu, kami benar-benar tidak sengaja menyaksikan guru sedang
mandi di sana, namun ada satu hal yang saya tidak mengerti, mengapa waktu
itu guru malah menutupi wajah Anda bukannya alat vital Anda,” tanya muridnya
penasaran.

“Jika waktu itu saya menutupi alat vital saya, maka kalian akan mengetahui
siapa laki-laki yang sedang mandi telanjang itu, tetapi dengan menutupi
wajah saya, kalian memang bisa melihat alat vital, tetapi kalian tidak tahu
siapa pemiliknya.” Jelas si guru tanpa basa-basi lagi.

**********

Mendengar penjelasan itu, si murid telah mendapat sebuah pencerahan dan
belajar sesuatu yang sangat berharga tentang cara mengambil keputusan di
saat-saat kritis.Banyak orang yang panik ketika menghadapi situasi
darurat.Mereka lebih mendahulukan yang mendesak dibandingkan yang penting.
Padahal, dalam keadaan apa pun juga kita hendaknya tetap tenang agar bisa
memilih prioritas dalam mengambil keputusan agar jangan sampai hal-hal yang
mendesak mengalahkan hal-hal yang paling penting.

Semoga bermanfaat.

Good Morning, People ... !!!

Regards,
Aga
Powered by Telkomsel BlackBerry®

--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.




CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
communication. If you have received this communication in error, please notify
us immediately by return email and delete the original message.



-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke