"Edwin " <edw...@...
03/03/2010 09:02 AM













Sent: Wednesday, March 03, 2010 8:26 AM
Subject: Kiat kiat mengisi waktu pagi
 

Kiat kiat mengisi waktu pagi
 
Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan-tulisan kami sebelumnya mengenai 
permasalahan tidur pagi. 
Setelah kita mengetahui keutamaan waktu pagi, bahaya tidur pagi menurut 
para ulama, sebab-sebab tidur pagi dan solusinya, dan keutamaan berdagang 
di pagi hari, saat ini kami akan menyajikan beberapa kiat yang dapat 
setiap muslim lakukan di waktu pagi. Semua ini bertujuan agar waktu pagi 
tersebut adalah waktu yang penuh berkah dan bukan waktu yang sia-sia. 
Hanya Allah-lah yang memberi taufik.
Kiat Pertama: Membaca Al Qur’an dan memahami maknanya 
Saudaraku, isilah waktu pagimu dengan membaca Al Qur’an. Waktu pagi adalah 
waktu masih fit seseorang beraktivitas. Maka bagus sekali jika seseorang 
memanfaatkannya untuk membaca dan mentadaburi Al Qur'an.
Ingatlah bahwa Al Qur’an nanti bisa memberi syafa’at bagi kita di hari 
yang penuh kesulitan pada hari kiamat kelak. Dari Abu Umamah Al Bahiliy, 
(beliau berkata), “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 
bersabda,
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا 
لأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ 
عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا 
غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ 
مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ 
الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ 
تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ
“Bacalah Al Qur’an karena Al Qur’an akan datang pada hari kiamat nanti 
sebagai syafi’ (pemberi syafa’at) bagi  yang membacanya. Bacalah Az 
Zahrowain (dua surat cahaya) yaitu surat Al Baqarah dan Ali Imran karena 
keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua 
cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan 
sayapnya (bersambung satu dengan yang lainnya), keduanya akan menjadi 
pembela bagi yang rajin membaca dua surat tersebut. Bacalah pula surat Al 
Baqarah. Mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan 
meninggalkannya akan mendapat penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin 
menghafalnya.” (HR. Muslim no. 1910. Lihat penjelasan hadits ini secara 
lengkap di At Taisir bi Syarhi Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, 1/388, Asy 
Syamilah)
Lebih baik lagi selain membaca kita dapat memahami makna/tafsirnya melalui 
kitab-kitab tafsir seperti tafsir Ibnu Katsir dan tafsir As Sa'di yang 
penuh dengan banyak faedah di dalamnya. Keutamaan memahami tafsir Al 
Qur’an dapat dilihat pada hadits berikut ini.
Dari Abu Musa Al Asy’ariy, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 
bersabda
الْمُؤْمِنُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَعْمَلُ بِهِ كَالأُتْرُجَّةِ ، 
طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ ، وَالْمُؤْمِنُ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ 
الْقُرْآنَ وَيَعْمَلُ بِهِ كَالتَّمْرَةِ ، طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلاَ رِيحَ 
لَهَا ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالرَّيْحَانَةِ 
، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى لاَ 
يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْحَنْظَلَةِ ، طَعْمُهَا مُرٌّ - أَوْ خَبِيثٌ - 
وَرِيحُهَا مُرٌّ
“Permisalan orang yang membaca Al Qur’an dan mengamalkannya adalah 
bagaikan buah utrujah, rasa dan baunya enak. Orang mukmin yang tidak 
membaca Al Qur’an dan mengamalkannya adalah bagaikan buah kurma, rasanya 
enak namun tidak beraroma. Orang munafik yang membaca Al Qur’an adalah 
bagaikan royhanah, baunya menyenangkan namun rasanya pahit. Dan orang 
munafik yang tidak membaca Al Qur’an bagaikan hanzholah, rasa dan baunya 
pahit dan tidak enak.” (HR. Bukhari no. 5059)
Kiat Kedua: Mengulang Hafalan Al Qur’an
Bagi yang memiliki hafalan Al Qur’an juga dapat mengisi waktu paginya 
dengan mengulangi hafalan karena waktu pagi adalah waktu terbaik untuk 
menghafal dibanding dengan waktu siang yang penuh dengan kesibukan. Di 
antara keutamaan menghafal Al Qur’an terdapat dalam hadits berikut.
Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ 
تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
“Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) Al Qur’an nanti : 
‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia 
mentartilnya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca 
(hafal).” (HR. Abu Daud no. 1464 dan Tirmidzi no. 2914. Syaikh Al Albani 
dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 2240 mengatakan bahwa hadits ini shohih
)
Yang dimaksudkan dengan ‘membaca’ dalam hadits ini adalah menghafalkan Al 
Qur’an. Perhatikanlah perkataan Syaikh Al Albani berikut dalam As Silsilah 
Ash Shohihah no. 2440.
“Ketahuilah bahwa yang dimaksudkan dengan shohibul qur’an (orang yang 
membaca Al Qur’an) di sini adalah orang yang menghafalkannya dari hati 
sanubari. Sebagaimana hal ini ditafsirkan berdasarkan sabda beliau 
shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain, ‘Suatu kaum akan dipimpin oleh 
orang yang paling menghafal Kitabullah (Al Qur’an).’
Kedudukan yang bertingkat-tingkat di surga nanti tergantung dari banyaknya 
hafalan seseorang di dunia dan bukan tergantung pada banyak bacaannya saat 
ini, sebagaimana hal ini banyak disalahpahami banyak orang. Inilah 
keutamaan yang nampak bagi seorang yang menghafalkan Al Qur’an, namun 
dengan syarat hal ini dilakukan untuk mengharap wajah Allah semata dan 
bukan untuk mengharapkan dunia, dirham dan dinar. Ingatlah, Nabi 
shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
أَكْثَرَ مُنَافِقِي أُمَّتِي قُرَّاؤُهَا
“Kebanyakan orang munafik di tengah-tengah umatku adalah qurro’uha (yang 
menghafalkan Al Qur’an dengan niat yang jelek).” (HR. Ahmad, sanadnya 
hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth).” [Makna 
qurro’uha di sini adalah salah satu makna yang disebutkan oleh Al Manawi 
dalam Faidhul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 2/102 (Maktabah Syamilah)]
Bagi yang sudah memiliki banyak hafalan, ikatlah hafalan tersebut dengan 
banyak mengulanginya. Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu 
‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ 
عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ
“Sesungguhnya orang yang menghafalkan Al Qur’an adalah bagaikan unta yang 
diikat. Jika diikat, unta itu tidak akan lari. Dan apabila dibiarkan tanpa 
diikat, maka dia akan pergi.” (HR. Bukhari no. 5031 dan Muslim no. 789).
Dalam riwayat Muslim yang lain terdapat tambahan,
وَإِذَا قَامَ صَاحِبُ الْقُرْآنِ فَقَرَأَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ 
ذَكَرَهُ وَإِذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ نَسِيَهُ
”Apabila orang yang menghafal Al Qur’an membacanya di waktu malam dan 
siang hari, dia akan mengingatnya. Namun jika dia tidak melakukan 
demikian, maka dia akan lupa.” (HR. Muslim no. 789)
Al Faqih Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin memiliki kebiasaan 
menghafal Al Qur’an di pagi hari sehingga bisa menguatkan hafalannya. 
Beliau rahimahullah mengatakan,
“Cara yang paling bagus untuk menghafalkan Al Qur’an -menurutku- adalah 
jika seseorang pada suatu hari menghafalkan beberapa ayat maka hendaklah 
dia mengulanginya pada keesokan paginya.  Ini lebih akan banyak 
menolongnya untuk menguasai apa yang telah dia hafalkan di hari 
sebelumnya. Ini juga adalah kebiasaan yang biasa saya lakukan dan 
menghasilkan hafalan yang bagus.” (Kitabul ‘Ilmi, hal. 105,  Darul Itqon 
Al Iskandariyah)
Kiat Ketiga: Membaca Dzikir-dzikir Pagi 
Waktu pagi juga bisa diisi dengan membaca dzikir-dzikir pagi. Bacaan 
dzikir di waktu pagi secara lebih lengkap dapat dilihat dalam kitab Hisnul 
Muslim yang disusun oleh Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni.
Di antara dzikir di pagi hari yang mudah untuk kita baca adalah bacaan 
istigfar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا أَصْبَحْتُ غَدَاةً قَطٌّ إِلاَّ اِسْتَغْفَرْتُ اللهَ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Tidaklah aku berada di pagi hari (antara terbit fajar hingga terbit 
matahari, pen) kecuali aku telah beristigfar pada Allah sebanyak 100 kali.
” (HR. An Nasa’i. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash 
Shohihah no. 1600. Lihat Al Mu’jam Al Awsath lith Thobroniy, 8/432, Asy 
Syamilah)
Dan bacaan istigfar yang paling sempurna adalah sebagaimana yang terdapat 
dalam shohih Al Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi 
shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Penghulu istigfar adalah 
apabila engkau mengucapkan,
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا 
عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ 
مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ 
بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah 
kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku 
akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu 
dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku 
mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang 
mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari no. 6306)
Faedah dari bacaan ini adalah sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa 
sallam sabdakan dari lanjutan hadits di atas, “Barangsiapa mengucapkannya 
pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu 
sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya 
pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu 
pagi, maka dia termasuk penghuni surga.”
Bacaan sayyidul istigfar ini meliputi makna taubat dan terdapat pula 
hak-hak keimanan. Di dalam bacaan ini juga terkandung kemurnian ibadah dan 
kesempurnaan ketundukan serta perasaan sangat butuh kepada Allah. Sehingga 
bacaan dzikir ini melebihi bacaan istigfar lainnya karena keutamaan yang 
dimilikinya.
Juga bacaan sederhana yang bisa kita baca adalah dengan membaca surat Al 
Ikhlas, Al Falaq dan An Naas masing-masing 3x. Rasulullah shallallahu 
‘alaihi wa sallam bersabda,
« (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَحِينَ 
تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ »
“Membaca Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Al Muwa’idzatain (surat 
Al Falaq dan An Naas) ketika sore dan pagi hari sebanyak tiga kali akan 
mencukupkanmu dari segala sesuatu).” (HR. Abu Daud no. 5082. Syaikh Al 
Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud mengatakan bahwa hadits ini 
hasan)
–Semoga kita termasuk orang yang selalu merutinkannya di setiap pagi dan 
sore-
Kiat Keempat: Menuntut ilmu agama
Waktu pagi juga bisa kita isi dengan mempelajari ilmu agama. Hal ini bisa 
kita lakukan dengan menghadiri majelis ilmu atau dengan membaca berbagai 
kitab para ulama.
Nafi' telah bertanya kepada Ibnu Umar tentang sabda Nabi shallallahu 
‘alaihi wa sallam,
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”
Ibnu Umar menjawab, "Dalam menuntut ilmu dan shaf pertama." (Atsar ini 
diriwayatkan oleh Ibnu 'Abdil Barr dalam Al Jami' li Akhlaqir Rawi wa 
Aadabis Sami', 1 /150 dan As-Sam'aany dalam Adabul Imla' wal Istimla', 
1/129)
Semoga kita termasuk orang-orang yang mengisi waktu pagi dengan hal-hal 
yang bermanfaat.
Alhamdulillah, berakhir pula tulisan kami mengenai waktu pagi, yang kami 
sajikan dalam lima seri tulisan. Mudah-mudahan buku ini bisa diterbitkan 
sehingga bermanfaat luas bagi kaum muslimin.
Semoga Allah selalu memberikan ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyib, 
dan menjadikan amalan kita diterima di sisi-Nya.
Innahu sami’un qoriibum mujibud da’awaat. Alhamdulillahilladzi bi 
ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa 
‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
 
Selesai disusun di Pondok Sahabat, Pogung Kidul
Di pagi hari yang penuh barokah, 19 Rojab 1429 H
bertepatan dengan 22 Juli 2008
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://rumaysho.com
 
 
 


-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke