Rabu, 21 Juli 2004 

Bangsa Ini Memerlukan Zhu
Oleh : Asro Kamal Rokan

Xiao Hongbo telah dihukum mati pekan lalu. Delapan orang pacarnya --yang 
dibiayai dalam kehidupan mewah-- mungkin hanya menangisi lelaki berusia 37 
tahun. Tidak ada yang bisa membantunya.

Deputi manajer cabang Bank Konstruksi China, salah satu bank milik negara, 
di Dacheng, Provinsi Sichuan, itu dihukum mati karena korupsi. Xiao telah 
merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar Rp 3,9 miliar sejak 1998 
hingga 2001. Uang itu digunakan untuk membiayai kehidupan delapan 
pacarnya.

Xiao Hongbo satu di antara lebih dari empat ribu orang di Cina yang telah 
dihukum mati sejak 2001 karena terbukti melakukan kejahatan, termasuk 
korupsi. Angka empat ribu itu, menurut Amnesti Internasional (AI), jauh 
lebih kecil dari fakta sesungguhnya. AI mengutuk cara-cara Cina itu, yang 
mereka
sebut sebagai suatu yang mengerikan. 

Tapi, bagi Perdana Menteri Zhu Rongji inilah jalan menyelamatkan Cina dari 
kehancuran. Ketika dilantik menjadi perdana menteri pada 1998, Zhu dengan 
lantang mengatakan, ''Berikan kepada saya seratus peti mati, sembilan 
puluh
sembilan untuk koruptor, satu untuk saya jika saya melakukan hal yang
sama.''

Zhu tidak main-main. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis Cina, 
dihukum mati karena menerima suap lima juta dolar AS. Tidak ada 
tawar-menawar. Permohonan banding wakil ketua Kongres Rakyat Nasional itu 
ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li Ping,yang membantu suaminya 
meminta uang suap, dihukum penjara.

Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Chang-ging, pun tak luput dari peti 
mati. Hu terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 
miliar. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati telah terisi, tidak hanya 
oleh para pejabat korup, tapi juga pengusaha, bahkan wartawan.

Selama empat bulan pada 2003 lalu, 33.761 polisi dipecat. Mereka dipecat 
tidak hanya karena menerima suap, tapi juga berjudi, mabuk-mabukan, 
membawa senjata di luar tugas, dan kualitas di bawah standar. Agaknya Zhu 
Rongji paham betul pepatah Cina: bunuhlah seekor ayam untuk menakuti 
seribu ekor kera.

Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi takut, kini pertumbuhan 
ekonomi Cina mencapai 9 persen per tahun dengan nilai pendapatan domestik 
bruto sebesar 1.000 dolar AS. Cadangan devisa mereka sudah mencapai 300 
miliar dolar AS. Sukses Cina itu, menurut guru besar Universitas Peking, 
Prof Kong Yuanzhi, karena Zhu serius memberantas korupsi. Perang terhadap 
korupsi diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Zhu 
mengeluarkan dana besar untuk pendidikan manajemen, mengirim ribuan siswa 
belajar ke luar negeri, dan juga mengundang pakar bisnis berbicara di 
Cina.

Kini, lihatlah apa yang terjadi di Indonsia. Pengangguran terus bertambah, 
anak-anak gadis dari desa terpaksa menjadi pelacur di kota, lulusan SMU 
menjadi pengamen, anak-anak SD yang malu tidak dapat membayar uang 
sekolah, bunuh diri. Ratusan ribu orang tumpah ke kota-kota karena di desa 
tidak ada harapan. Ratusan ribu orang menjadi tenaga kerja di luar negeri, 
ditipu calo dan disiksa majikannya.

Mereka adalah korban. Koruptor menghisap hidup mereka, bertahun-tahun 
tanpa ada yang menolong. Koruptor mengambil hak mereka atas tanah, hak 
mereka atas air, hak mereka untuk sekolah, hak mereka untuk berdagang, hak 
mereka untuk bekerja, hak mereka untuk mendapatkan layanan, hak mereka 
untuk
kesehatan. Apalagi hak yang tersisa untuk orang-orang miskin itu? 
Pemerintah bukan penolong orang-orang miskin, terkadang mereka juga 
mengambil uang dari orang-orang miskin. 

Bangsa ini memerlukan orang seperti Zhu Rongji, bukan pesolek. Sebab, 
inilah keadaan utama Indonesia: Jatuhkanlah tiga buah batu dari pesawat 
udara di wilayah Indonesia, maka yakinlah satu di antara batu itu akan 
mengenai kepala koruptor!

Republika, 21 Juli 2004

http://www.republika.co.id/detail.asp?katakunci=+Bangsa%20%20+Ini%20%20+Memerlukan%20%20+Zhu&id=176378

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke