Peraih Nilai Tertinggi Bahasa Indonesia
Duh, Tak Lulus UN Bunuh Diri
Rabu, 28 April 2010 | 08:46 WIB
SHUTTERSTOCK
ilustrasi
Laporan Tribun Jambi, Kelik Prihayanto
JAMBI, KOMPAS.com - Mengejutkan! Wahyu Ningsih (19), siswi sebuah SMKN
di Muaro Jambi yang kemarin tewas menelan racun jamur tanaman, ternyata
peraih nilai ujian nasional tertinggi di sekolahnya untuk mata pelajaran
Bahasa Indonesia.
Ningsih, demikian kawannya biasa memanggil, mendapat nilai delapan untuk
Bahasa Indonesia. Dalam SMS yang dikirim sebelum menelan racun, gadis
itu mengaku sangat syok karena amplop berisi keterangan kelulusan
menyebutkan bahwa ia harus mengulang tes Matematika pada bulan Mei nanti.
"Kami sebenarnya diingatkan oleh guru supaya membuka amplop setelah
sampai rumah saja," kata Mimi, rekan Ningsih, saat mengenang kejadian
Senin siang lalu.
Menurut Mimi, Ningsih menjadi satu satunya murid yang tak lulus di
antara siswa kelas III di sekolahnya. Mungkin karena itu pula Ningsih
sangat sulit ditenangkan ketika sedang histeris. Saking terpukulnya,
Ningsih malah sempat rebah di tanah, membiarkan pakaiannya kotor.
Ia lantas diantar pulang ke rumahnya di Desa Muara Jambi oleh satu
rombongan. Para pengantar tersebut terdiri atas lima guru dan tiga siswi
teman dekatnya. Selama dalam perahu yang mengantarkan mereka
menyeberangi Sungai Batanghari, Ningsih tetap tak henti menangis.
Masih menurut kesaksian Mimi, sekitar pukul 14.30 rombongan tiba di
rumah orangtua Ningsih. Para pengantar pun tak langsung pulang. Mereka
tetap menemani dan menghibur Ningsih selama sekitar sejam. "Tapi,
selepas asar, sekitar pukul empat, dia kirim SMS kepada saya. Ia meminta
saya dan kawan kawan supaya datang ke rumahnya nanti malam dan
menjelaskan ketidaklulusannya kepada orangtuanya," kata Salmi (18),
sahabat Ningsih yang lain.
Pesan pendek itu lantas disambungkan kepada Mimi. Keduanya sepakat untuk
mendatangi rumah Ningsih pada Senin malam. Namun, ketika mereka datang
ke rumah Ningsih sekitar pukul 19.30, sahabat mereka itu telah dilarikan
ke rumah sakit.
Ternyata Ningsih melakukan upaya bunuh diri. Ia diperkirakan melakukan
tindakan meracuni diri sekitar pukul 15.30 atau 16.00. Itu terjadi
setelah kakaknya pergi meninggalkan rumah untuk membantu persiapan
hajatan di rumah tetangga.
Paman korban, Subrata (29), mengatakan, sebelum menelan serbuk
fungisida, Ningsih telah mengeluhkan ketidaklulusannya kepada kakaknya,
Haris. Sepengetahuannya, Ningsih bercerita bahwa ia khawatir akan
mendapat marah dari orangtuanya. Sang kakak pun sempat menenangkannya.
Selepas itu, Ningsih terlihat tenang. Ia bahkan sempat mencuci pakaian
seragamnya yang kotor, juga mengambil air wudu dan shalat. Sayangnya,
ketika sang kakak pulang ke rumah sekitar maghrib, Ningsih sudah dalam
kondisi lemas di dalam kamarnya. Mulut gadis itu pun berbusa. Gadis
malang itu lantas dilarikan ke Rumah Sakit Bratanata, Kota Jambi.
Ketika mobil yang mengangkutnya mampir di Desa Jambi untuk mengisi
bensin, denyut nadi Mingsih masih terasa. Namun, nasib berkata lain,
nyawanya tetap saja tak tertolong begitu sampai di rumah sakit sekitar
pukul 19.00.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.