Turut Berduka cita..... 

Yah, beginilah kalau pemerintahnya menganut (katanya asas demokrasi) tapi 
nyatanya LIBERAL.ISME!!!.

Coba dipikirkan lagi Tentang UN ini. Setiap Daerah pasti daya serap 
pendidikannya beda2. Walaupun kurikulum dibuat sama, tetap aja kemampuan 
masing2 daerah itu beda2.  

http://www.detiknews.com/read/2010/04/28/072840/1346752/10/un-2010-langgar-prinsip-keadilan-pendidikan

Udah gitu kan tenaga pengajarnya juga beda2 kemampuannya. Lah, wong di SMUN 8 
Jakarta yang unggulan aja ada yang gak lulus? Gmna coba? Maksud hati mau 
mendapatkan lulusan yang baik, malah banyak yang gak lulus. Malahan ada 
Beberapa SMU yang semua muridnya gak lulus, padahal selama 3 thun prestasi 
siswanya gak jelek2 banget. Bingung dah GW. Oiii Om2 yang di DEPDIKNAS, coba 
dipikirkan lagi masalah UN ini!!!



----- Original Message ----
From: maHen <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, April 28, 2010 10:35:28 AM
Subject: ~ aga ~ Duh, Tak Lulus UN Bunuh Diri

Peraih Nilai Tertinggi Bahasa Indonesia
Duh, Tak Lulus UN Bunuh Diri
Rabu, 28 April 2010 | 08:46 WIB

SHUTTERSTOCK
ilustrasi
Laporan Tribun Jambi, Kelik Prihayanto

JAMBI, KOMPAS.com - Mengejutkan! Wahyu Ningsih (19), siswi sebuah SMKN di Muaro 
Jambi yang kemarin tewas menelan racun jamur tanaman, ternyata peraih nilai 
ujian nasional tertinggi di sekolahnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Ningsih, demikian kawannya biasa memanggil, mendapat nilai delapan untuk Bahasa 
Indonesia. Dalam SMS yang dikirim sebelum menelan racun, gadis itu mengaku 
sangat syok karena amplop berisi keterangan kelulusan menyebutkan bahwa ia 
harus mengulang tes Matematika pada bulan Mei nanti.

"Kami sebenarnya diingatkan oleh guru supaya membuka amplop setelah sampai 
rumah saja," kata Mimi, rekan Ningsih, saat mengenang kejadian Senin siang lalu.

Menurut Mimi, Ningsih menjadi satu satunya murid yang tak lulus di antara siswa 
kelas III di sekolahnya. Mungkin karena itu pula Ningsih sangat sulit 
ditenangkan ketika sedang histeris. Saking terpukulnya, Ningsih malah sempat 
rebah di tanah, membiarkan pakaiannya kotor.

Ia lantas diantar pulang ke rumahnya di Desa Muara Jambi oleh satu rombongan. 
Para pengantar tersebut terdiri atas lima guru dan tiga siswi teman dekatnya. 
Selama dalam perahu yang mengantarkan mereka menyeberangi Sungai Batanghari, 
Ningsih tetap tak henti menangis.

Masih menurut kesaksian Mimi, sekitar pukul 14.30 rombongan tiba di rumah 
orangtua Ningsih. Para pengantar pun tak langsung pulang. Mereka tetap menemani 
dan menghibur Ningsih selama sekitar sejam. "Tapi, selepas asar, sekitar pukul 
empat, dia kirim SMS kepada saya. Ia meminta saya dan kawan kawan supaya datang 
ke rumahnya nanti malam dan menjelaskan ketidaklulusannya kepada orangtuanya," 
kata Salmi (18), sahabat Ningsih yang lain.

Pesan pendek itu lantas disambungkan kepada Mimi. Keduanya sepakat untuk 
mendatangi rumah Ningsih pada Senin malam. Namun, ketika mereka datang ke rumah 
Ningsih sekitar pukul 19.30, sahabat mereka itu telah dilarikan ke rumah sakit.

Ternyata Ningsih melakukan upaya bunuh diri. Ia diperkirakan melakukan tindakan 
meracuni diri sekitar pukul 15.30 atau 16.00. Itu terjadi setelah kakaknya 
pergi meninggalkan rumah untuk membantu persiapan hajatan di rumah tetangga.

Paman korban, Subrata (29), mengatakan, sebelum menelan serbuk fungisida, 
Ningsih telah mengeluhkan ketidaklulusannya kepada kakaknya, Haris. 
Sepengetahuannya, Ningsih bercerita bahwa ia khawatir akan mendapat marah dari 
orangtuanya. Sang kakak pun sempat menenangkannya.

Selepas itu, Ningsih terlihat tenang. Ia bahkan sempat mencuci pakaian 
seragamnya yang kotor, juga mengambil air wudu dan shalat. Sayangnya, ketika 
sang kakak pulang ke rumah sekitar maghrib, Ningsih sudah dalam kondisi lemas 
di dalam kamarnya. Mulut gadis itu pun berbusa. Gadis malang itu lantas 
dilarikan ke Rumah Sakit Bratanata, Kota Jambi.

Ketika mobil yang mengangkutnya mampir di Desa Jambi untuk mengisi bensin, 
denyut nadi Mingsih masih terasa. Namun, nasib berkata lain, nyawanya tetap 
saja tak tertolong begitu sampai di rumah sakit sekitar pukul 19.00.

-- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.



      

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke