Rahasia Patah Hati
Artikel ringan khusus untuk menghibur mereka yang sedang mengalami patah
hati.
Polemik internasional yang sering melanda dunia percintaan anak muda
saat ini adalah masalah patah hati. Sebab itu, agar kita benar-benar
paham tentang apa itu sebenarnya patah hati, maka kita perlu
menganalisanya secara detil.
Patah hati berasal kata patah dan hati. Kata “patah” adalah kata sifat
(adjective) yang berarti rusak (kacau) atau keadaan yang tidak
sebagaimana mestinya (tidak normal). Contoh, Ranting pohon itu telah
patah. Yang berarti, ranting pohon itu telah rusak. Sedangkan kata
“hati” adalah kata benda (noun) yang berarti perasaan. Contoh, Orang itu
suka makan Hati. Yang berarti, orang itu suka makan perasaan orang lain
(baca: suka membuat sedih perasaan orang).
Sehingga patah hati merupakan frase (gabungan kata) tidak setara karena
disusun oleh dua kata yang berlainan, yakni kata sifat dan kata benda.
Dan patah hati bisa diartikan dengan suatu keadaan perasaan yang rusak
(kacau) atau tidak sebagaimana mestinya.
Yach…, semua orang sudah tau itu! please deh, ini ‘kan bukan pelajaran
Bhs. Indonesia!
Intermezzo (basa-basi) sedikit kan gak apa-apa.
Okay, kita lanjutkan…
Terlepas dari itu semua, patah hati memiliki dampak yang sangat serius
bila tidak ditanggulangi secara sungguh-sungguh. patah hati adalah
kebalikan dari “Jatuh Hati” (baca: jatuh cinta). Jika orang yang jatuh
cinta mengalami seperti apa yang dikatakan oleh peribahasa:
Kalau sudah jatuh cinta, tai kucing pun rasa cokelat.
Maka, orang yang mengalami patah hati akan mengalami seperti apa yang
dikatakan oleh peribahasa:
Kalau sudah patah hati, cokelat pun rasa tai kucing. what…
kok gue baru denger ada peribahasa seperti itu??!
Anda bisa bayangkan bagaimana kacaunya perasaan orang yang hancur karena
patah hati. Untuk makan cokelat saja, rasanya seperti tai kucing,
apalagi untuk makan nasi?!! Inilah sebabnya kenapa orang yang patah hati
selera makannya turun drastis, bahkan ia bisa diet dengan kecepatan diet
yang luar biasa, lebih cepat daripada obat (jamu) diet biasa.
Atau tentang ungkapan lainnya tentang orang yang sedang jatuh cinta.
Saat orang jatuh cinta, semua terlihat berbunga-bunga.
Sebaliknya, kalau orang sudah patah hati, maka semuanya terlihat seperti
berduri-duri. Inilah sebabnya kenapa orang yang sedang patah hati susah
tidur. Kenapa begitu? Karena ia melihat bantalnya berduri, kasurnya juga
berduri, semuanya berduri, hingga ia gelisah dan tidak bisa tidur
meskipun sebenarnya ia perlu tidur. Huh…, gombal! haaahahaaha…
Maksud saya yang sebenarnya adalah: ketika seorang mengalami patah hati,
ia mengkonversi segala perasaan yang “tidak nyaman” dalam hatinya ke
dalam bentuk-bentuk kesedihan yang lebih konkrit yang mengindikasikan
bahwa ia benar-benar sedang bersedih. Bentuk-bentuk kesedihan yang lebih
konkrit itu misalnya dalam bentuk tak ada selera makan, kegelisahan,
susah tidur (insomnia), suka menyendiri, suka melamun, kehilangan
konsentrasi, depresi, shock, dan kurang responsif terhadap hal di
sekelilingnya (kagak nyambung), dll. Gitu!
Sehingga orang yang sedang mengalami patah hati hampir-hampir tidak akan
pernah bisa berbohong dalam hal menyembunyikan keadaan perasaannya yang
sebenarnya. Meskipun ketika ia ditanya seseorang dengan pertanyaan, “Apa
kau baik-baik saja?”, dan ia menjawab, “Ya, aku baik-baik saja”.
Padahal, dalam kenyataannya ia sedang tidak baik-baik saja. Kebanyakan
orang yang mengalami patah hati selalu berusaha meng-enkripsi (baca:
memendam/menyembunyikan) perasaannya sebaik mungkin, karena ia sadar
sekalipun ia memberi-tahukannya kepada orang lain, orang lain tak akan
mengerti dan tidak akan paham tentang apa yang dirasakannya. Oh, aku
sangat tersentuh.
Dengan kata lain, bisa saya sebutkan juga bahwa seseorang yang mengalami
patah hati telah mengalami kehampaan (kekosongan) dalam jiwanya. Itulah
sebabnya pula kenapa orang yang patah hati mudah sekali kerasukan oleh
makhluk halus (jin). Namun, hal ini tergantung seberapa parah kondisi
patah hatinya. Karena patah hati juga memiliki tingkatan, ada tingkatan
yang rendah, normal, dan tinggi. Defaultnya sih tinggi.
Bagaimana tingkatan patah hati bisa diukur?
Dengan menggunakan rumus umum cinta: whatt… ada rumusnya juga????
Besarnya cinta berbanding lurus dengan ketulusan (keikhlasan) hati. …(1)
Jadi, dari situlah bisa dikembangkan teknik (baca: rumus) mengetahui
besarnya patah hati seseorang terhadap kekasihnya. Karena patah hati
merupakan keadaan yang mengindikasikan tentang keadaan cinta yang
dikhianati (terbuang), maka rumusnya dapat diturunkan dari rumus (1) yakni,
besarnya patah hati berbanding lurus dengan besarnya cinta yang
terbuang. …(2)
Dan karena cinta dipengaruhi oleh ketulusan hati maka, rumus (2) dapat
dijabarkan lagi dengan men-substitusi faktor yang mempengaruhi konstanta
cinta itu sendiri:
Besarnya patah hati berbanding lurus dengan besarnya ketulusan hati
ketika ia sedang mencintai orang yang bersangkutan. …(3)
perasaan…, kita tidak sedang belajar fisika deh!
Ada banyak persamaan antara sistematika perasaan dengan rumus-rumus
fisika, terutama dalam hal “gaya/momentum” (F) dan energi (E). Apakah
Anda tahu, latar-belakang Einstein menemukan rumus E=MC²? Yacchh… siapa
tahu itu karena Einstein sendiri menganalisa masalah-masalah pribadinya
lalu diterapkan ke dalam rumus-rumus empirisnya?!! Einstein adalah
pelaku utama dalam pengeboman kota Nagasaki dan Hiroshima, karena dialah
pencipta bom atom yang pertama. Apa waktu itu Einstein sedang patah
hati? Maaf, saya tak tahu tentang hal itu.
Okay,
Selanjutnya, dari rumus (3) ini kita dapat menganalisa berbagai macam
tingkatan patah hati. Misal, kenapa seorang playboy yang ditinggal
kekasihnya cenderung tidak mengalami patah hati? Yakni, karena dalam
hati playboy tersebut tidak ada ketulusan dalam mencintai kekasihnya.
Kecintaan seorang playboy terhadap kekasihnya bukan karena dasar
ketulusan, tapi karena iseng saja…, atau untuk melecehkannya saja
(memanfaatkannya dengan rayuan gombal) ataupun yang sejenisnya.
Sehingga, jika ia ditinggal oleh kekasihnya, ia mungkin hanya akan
bilang, “Hmmm, aku memang sudah bosan dengan dia.” Menyedihkan bukan?!!
Begitu juga dalam kasus cewek matre yang ditinggal cowoknya. Ia tak akan
mengalami patah hati. Paling-paling dia akan bilang, “Suka-suka dia lah,
toh gue dah banyak untungnya”. Itulah mereka yang gak jelas dalam
mencintai seseorang, yang menganut teori ekonomi: dengan modal
sekecil-kecilnya untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, tapi
sebenarnya mereka tidak paham dengan maksud yang sesungguhnya dari teori
itu. Mereka tak mengkalkulasi dampaknya secara keseluruhan, padahal
kehidupan itu berlapis-lapis, ada kehidupan setelah kehidupan (artinya:
ada kehidupan akhirat setelah dunia), sebagaimana masih ada langit di
atas langit.
Kemudian, untuk orang yang memiliki perasaan yang sensitif yang
cenderung melakukan sesuatu dengan pemikiran mendalam (terencana) maka,
jika ia sampai mengalami patah hati, besar kemungkinan ia akan mengalami
trauma yang teramat sangat mendalam. Apa perlu diopname? Tergantung,
seberapa jauh pengaruhnya pada keadaan fisiknya. Kalau ia sampai tidak
makan berhari-hari, lumpuh lah dia, sebab itu ia sangat perlu diopname.
Hah…?
Saya punya pengalaman tentang seseorang yang mengalami patah hati yang
sangat parah. Kejadian ini terjadi saat saya masih SMA kelas 2 (±2001).
Saat itu ada kakak kelas saya (cowok) yang mati mengenaskan karena
menabrak mobil box yang sedang ambil haluan (sedang berbelok) di tengah
jalan raya. Kecelakaan tersebut tidak bisa dihindari karena dia menaiki
motor Suzuki Bravo dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dia tidak sedang
menaiki motor balap yang punya navigasi rem cakram yang baik plus
coupling untuk menurunkan laju kecepatan motor secara drastis.
Akibatnya, dia menabrak mobil box itu dengan kecepatan yang sangat
tinggi. Dan menurut saksi mata yang melihat kejadian itu, keadaan kakak
kelas saya itu sangat mengerikan, entah apa karena badannya yang bisa
dibilang hancur atau apa lah, saya tidak tahu pasti.
Dan, setelah diselidiki lebih lanjut… tentang kenapa dia bisa mengebut
seperti itu, padahal pada hari-hari sebelumnya dia tidak seperti itu.
Dia termasuk siswa yang cukup berprestasi. Perawakan tubuhnya tinggi,
tegap, dan tampangnya lumayan. Dan dia mungkin termasuk salah satu
anggota Paskibraka di sekolah saya. Dan dari info yang saya dengar di
sekolah, ternyata anak itu baru putus dengan pacarnya. Dan dia mungkin
mengalami shock (frustasi) karena patah hati. Dia tidak bisa
konsentrasi, dan dia kehilangan kendali. Dia sudah berada di luar
jangkauan radar.Oh, so hard…
Bagaimana mengatasi patah hati?
Sebenarnya, patah hati tak bisa dihapus dengan mudah. Butuh waktu
bertahun-tahun untuk mengatasi polemik perasaan seperti ini. Kecuali
bagi mereka yang telah memiliki teknik khusus dalam memanipulasi
perasaan. Menghapus perasaan “sakit hati” tidak semudah menghapus file
pada komputer windows, tinggal tekan tombol DELETE klik yes, beres.
Tidak, dan tidak seperti itu! Butuh waktu untuk memperbaiki perasaan
yang kacau karena patah hati. Dan ada kemungkinan, bahwa rasa sakit hati
itu tak akan pernah bisa hilang selamanya. Namun setidaknya, ada
beberapa cara agar Anda bisa mengurangi rasa sakitnya. Yakni:
1.Kesadaran yang mendalam
Anda harus sadar bahwa kekasih Anda itu bukanlah segalanya.
2.Menghindari ketergantungan perasaan
Anda juga harus belajar mandiri dalam menyayangi diri Anda sendiri. Anda
tak boleh bergantung sepenuhnya kepada kasih sayang orang lain dalam
menyayangi diri sendiri. Anda harus yakin, bahwa Anda adalah
satu-satunya orang yang paling mengerti tentang diri Anda. Sebab itulah,
sayangi betul jiwa Anda dari berbagai macam kehancuran.
3.Belajar melupakannya
Anda mungkin tidak akan bisa melupakannya secara keseluruhan. Tapi
setidaknya Anda bisa mengurangi frekuensi ingatan Anda tentang dirinya
secara bertahap. Ini dimaksudkan untuk mengurangi beban perasaan yang
terpakai. Agar perasaan Anda bisa booting (baca: merespon) lebih cepat.
Lupakanlah dia secara perlahan-lahan, mulai dari no. handphonenya,
alamat emailnya, makanan kesukaannya, warna favoritnya, dan hal-hal yang
berhubungan dengan dia. Meskipun, toh Anda mungkin tak akan bisa
melupakan namanya ataupun tanggal lahirnya. Disamping itu, berdoalah
agar bisa melupakannya. Setiap orang harus belajar melupakan sesuatu
yang tidak penting (apalagi yang merusak) dalam hidupnya.
4.Hindari kontak dengannya
Anda harus menjadi manusia yang baru. Anda harus membuka lembaran baru.
Sebab itu, sebaiknya Anda menghindari kontak dengannya. Yach…, kecuali
jika ia memang benar-benar jodoh Anda, ya apa boleh buat??!! Tak ada
yang tahu tentang takdir, kecuali hanya sedikit. Love is a puzzle (cinta
adalah teka-teki).
Dan jika Anda bisa bertahan atau sembuh dari patah hati yang
berkepanjangan, maka ketahuilah, Anda akan memiliki jiwa yang lebih kuat
dari sebelumnya. Keadaan ini disebut dengan Automatic Performance of The
Heart Immune System (perbaikan sistem kekebalan perasaan secara
sendirinya). Apa gak salah Bhs. Inggrisnya tuh? Entahlah…. Sebenarnya
logika seperti ini mirip dengan seorang yang terkena penyakit cacar air,
tapi akhirnya dia bisa sembuh dengan sendirinya. Sebab itulah tubuhnya
menjadi semakin kuat terhadap serangan penyakit yang serupa (yakni, tipe
cacar yang lain). Dengan kata lain, seandainya Anda bisa sembuh dari
serangan (dampak buruk) patah hati, maka Anda akan memiliki perasaan
yang jauh lebih tangguh dari sebelumnya dan bisa menghadapi serangan
dengan tipe yang sama (yakni, jenis patah hati yang lain –karena ulah
kekasih Anda yang lain, mungkin).
Dengan satu catatan,
Trik-trik di atas akan berhasil jika Anda punya kekuatan jiwa yang
besar. Anda perlu memanajemen perasaan-perasaan cinta Anda, sebagaimana
telah disebutkan dalam artikel Kadar Cinta yang Ideal.
Dan Anda mungkin juga perlu memahami tentang Syarat Orang Bahagia.
Bagaimana menghindari patah hati?
Berbahagialah bagi Anda yang belum pernah mengalami patah hati. Dan
berusahalah menghindarinya, karena rasanya sangat tidak enak (baca:
makan hati!). Ada cara yang unik agar Anda tidak ditimpa olehnya. Yakni
dengan cara membuat rencana “B” dalam mencintai seseorang. Artinya, Anda
tidak boleh percaya sepenuhnya kepada seseorang. Satu-satunya orang yang
benar-benar bisa dipercaya sepenuhnya adalah para Nabi dan Rasul
(melalui kitabnya). Mereka adalah orang-orang yang telah dijamin
kebenarannya. Namun, untuk masalah “rasa percaya” terhadap manusia
biasa, maka kita perlu menaruh keraguan kepadanya, meski itu hanya
sebesar 0.1%.
Setiap orang perlu membuat rencana sampingan untuk menghindari kekacauan
perasaan bila rencana yang utama rusak. Teknik seperti ini saya peroleh
ketika saya menganalisa kesalahan fatal saya di masa lalu dalam hal
mencintai seseorang. Kesalahan tersebut adalah, karena saya tidak
membuat rencana B disamping rencana A yang saya buat. Saya terlalu yakin
dengan rencana “A”, dan mengabaikan konsekuensi (baca: membuat rencana)
yang lain. Akibatnya, ketika rencana A itu gagal maka, kacaulah perasaan
saya.
Agen rahasia (baca: pribadi sukses) “tidak pernah” hanya punya 1 rencana
dalam menjalankan misinya (baca: kehidupannya). Dia punya puluhan,
ratusan, atau bahkan ribuan rencana sampingan agar ia berhasil dalam
misinya (baca: kehidupannya). Anda hanya punya satu perasaan, dan Anda
harus melakukan apapun agar perasaan Anda yang “satu itu” tidak hancur.
Tak ada yang boleh menghancurkan perasaan Anda. Mengapa? Ya… seperti
kata iklan, “karena Anda begitu berharga.”
Maksud saya adalah, Anda harus punya rencana “bagaimana seandainya
kekasih Anda meninggalkan Anda pada suatu waktu nanti?”. Ini dimaksudkan
agar Anda punya persiapan yang matang untuk menghadapi konsekuensi
terburuk dari kemungkinan hal tersebut bila terjadi. Dan juga agar Anda
tidak mengalami shock (goncangan perasaan) karenanya. Apakah Anda sering
menganggap bahwa hal itu mustahil terjadi? Hah, siapa tahu itu terjadi?
Berhati-hatilah, karena setiap kemungkinan itu memiliki peluang untuk
bisa terjadi. Tak ada yang mustahil bagi sesuatu yang masih mungkin saja
terjadi.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.