Selasa, 29/06/2010 14:16 WIB

Infeksi Serius yang Bisa Menyerang Ibu Hamil
Vera Farah Bararah - detikHealth



(Foto: hubpages)Jakarta, Ibu hamil harus selalu dalam kondisi yang sehat agar 
tubuhnya kuat melawan kuman. Setidaknya ada 17 infeksi serius yang 
sering menyerang ibu hamil yang kondisinya tidak fit.

Beberapa penyakit infeksi ini bisa menular ke bayinya melalui plasenta atau 
saat 
persalinan. Jika hal ini terjadi, kemungkinan ada komplikasi pada bayi 
atau mengakibatkan persalinan prematur.

Seperti dikutip dari Babycenter, Selasa (29/6/2010) ada 17 infeksi yang bisa 
mempengaruhi kehamilan, 
yaitu:

Bakteri vaginosis
Bakteri vaginosis 
atau BV adalah infeksi vagina yang paling umum terjadi pada perempuan 
usia subur yang disebabkan ketidakseimbangan bakteri di vagina. Kena 
infeksi ini saat hamil berisiko terjadi kelahiran prematur, berat badan 
bayi lahir rendah dan infeksi rahim setelah kelahiran.

Cacar air
Tidak banyak perempuan hamil yang terinfeksi cacar air 
hanya 1-7 dari 10.000 kehamilan. Risiko tertinggi terkena sindrom 
varicella kongenital (CVS) jika terinfeksi pada usia kehamilan 13-20 
minggu. CVS bisa membuat cacat lahir, yang paling sering adalah terdapat bekas 
luka, cacat kaki, kepala yang kecil dan masalah penglihatan.

Klamidia
Infeksi bakteri ini memang bisa disembuhkan yang ditularkan melalui alat 
kelamin, oral atau anal seks. Perempuan hamil yang kena infeksi klamidia selama 
hamil berisiko terjadi infeksi kantung dan cairan ketuban, 
kelahiran prematur serta pecah ketuban dini. Beberapa studi telah 
menghubungkan dengan peningkatan risiko keguguran.

Rubella
Jika tidak kebal terhadap penyakit ini selama awal kehamilan bisa menyebabkan 
keguguran atau bayi berakhir 
dengan cacat lahir. Jika bayi lahir dengan membawa virus ini, 
kemungkinan besar mengalami sindrom rubella bawaan (congenital rubella 
syndrome/CRS).

Toksoplasmosis
Infeksi ini 
dari parasit mikroskopis Toxoplasma gondii. Meski penyakit ini tak 
menimbulkan gejala, tapi memiliki risiko selama kehamilan karena bisa 
menginfeksi plasenta dan janin. Risiko terinfeksi paling besar di 
trimester ketiga, tapi tingkat keparahan congenital toxoplasmosis paling tinggi 
jika terinfeksi pada trimester pertama.

Cytomegalovirus
Virus ini adalah anggota dari virus herpes. Beberapa bayi terkadang tidak 
menunjukkan gejala saat lahir, tapi bayi yang mengalami congenital 
cytomegalovirus pada awalnya akan mengembangkan gangguan pendengaran dan 
komplikasi infeksi di bulan atau tahun berikutnya.

Fifth disease
Penyakit ini disebabkan oleh parvovirus yang berada dalam darah dan diinfeksi 
melalui plasenta. Infeksi ini bisa 
menyebabkan keguguran atau membuat bayi ikut terinfeksi.

Flu
Beberapa virus flu bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia dan 
persalinan prematur yang membuat bayi berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Kencing nanah
Jika memiliki infeksi ini berisiko tinggi mengalami 
keguguran, infeksi kantung dan cairan ketuban, kelairan prematur, 
ketuban pecah lebih dini, preterm premature rupture of membranes (PPROM) serta 
risiko infeksi rahim.

Hepatitis B
Beberapa orang tidak menunjukkan gejala saat terinfeksi hepatitis B, sehingga 
tanpa disadari bisa menular pada janinnya sehingga saat dilahirkan bayi 
sudah memiliki virus hepatitis B.

Herpes
Penularan infeksi ini melalui plasenta sejak trimester pertama. Jika bayi sudah 
terinfeksi, maka bisa menyebabkan cacat lahir yang serius.

HIV
Memiliki HIV positif berisiko tinggi melahirkan prematur, intrauterine 
growth restriction dan bayi yang dilahirkan meninggal. Selain itu 
risiko komplikasi yang tinggi juga menyebabkan sistem kekebalan tubuh 
yang bocor.

Listeriosis
Infeksi ini melalui 
plasenta dan cairan ketuban yang dapat menyebabkan keguguran atau 
kelahiran bayi meninggal. Selain itu masalah lainnya adalah infeksi 
darah, luka, kesulitan bernapas, demam, lesi pada beberapa organ serta 
infeksi sistem saraf pusat.

STD
Infeksi pada 
bayi yang baru lahir bisa mengancam hidupnya dan menyebabkan gangguan kesehatan 
yang ireversible. Selain itu juga meningkatkan risiko keguguran, 
prematur, ketuban pecah dini, infeksi rahim serta bayi lahir dengan 
kondisi meninggal.

Sifilis
Sifilis bisa 
menginfeksi sistem saraf pusat di otak dan sumsum tulang belakang, 
meningitis, kejang, kebutaan, kehilangan pendengaran, demensia serta 
masalah pada saraf tulang belakang.

Trichomoniasis
Infeksi trich selama hamil dikaitkan dengan risiko kelahiran prematur, ketuban 
pecah dini, berat badan bayi lahir rendah serta berisiko rentan terkena 
HIV.

Infeksi saluran kemih
Jika infeksi ini 
tidak diobati maka akan meningkatkan risiko kelahiran prematur serta 
berat badan bayi lahir rendah.


      

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke