indahnya hidup di indonesia...

Asean, Anthonious wrote:

*/“Dimana Bumi dipijak….disitu langit dijunjung”/*

Ini berita2 yg dari Sumber luar..

Menurut Open Doors.com, penangkapan terhadap orang-orang Kristen di Iran mengalami peningkatan dari tahun 2008 dan berlanjut hingga 2009. Setidaknya 85 orang Kristen ditahan di Iran selama periode ini.

Di antara mereka yang ditahan adalah dua perempuan muda yang berpindah agama dari Islam ke Kristen. Kasus Maryam Rustampoor dan Marzieh Amirzadeh, yang dibebaskan dua bulan lalu, menarik perhatian internasional, dan Open Doors adalah satu di antara kelompok-kelompok yang menganjurkan agar keduanya dibebaskan.

Selain dipenjarakan, banyak orang Kristen yang dianiaya dalam penjara serta dipaksa untuk meninggalkan iman mereka, tetapi mereka menolak.

Diduga, meningkatnya penahanan terhadap orang-orang Kristen di Iran merupakan strategi pemerintah untuk mengalihkan perhatian dari masalah-masalah internal negara, seperti sengketa pemilihan kembali Presiden Mahmoud Ahmadinejad serta tingginya angka pengangguran di negara itu.

Di tempat ketiga adalah Arab Saudi, yang tahun lalu berada di peringkat kedua. Turunnya peringkat Arab Saudi bukan karena menurunnya angka penganiayaan di negara itu, melainkan semata-mata karena meningkatnya angka penganiayaan di Iran. Menurut Open Doors, situasi di Arab Saudi sama sekali tidak menunjukkan adanya perubahan.

Open Doors juga menggarisbawahi masuknya negara Afrika Utara, Mauritania, ke dalam daftar sepuluh besar. Mauritania berada di posisi delapan melompat drastis dari posisinya tahun lalu. Situasi Mauritania memburuk dengan pembunuhan seorang pekerja bantuan Kristen pada bulan Juni, penyiksaan 35 orang Kristen pada bulan Juli, dan penangkapan warga Kristen sub-Sahara pada bulan Agustus.

Secara keseluruhan, dalam daftar 10 besar, 8 di antaranya adalah negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Bahkan, dari 50 besar, 35 di antaranya memiliki pemerintahan Islam.

"Di dunia Muslim, banyak orang yang menjadi percaya kepada Kristus," kata Moeller. "Tahun 2010 ini, kita harus mendukung mereka dalam doa."

Penganiayaan terhadap orang Kristen pada tahun 2009 juga terjadi di Aljazair, India, Kuba, Yordania, Sri Lanka dan Indonesia. Berdasarkan catatan Open Doors, Indonesia mengalami kemajuan dalam hal toleransi. Jika tahun lalu Indonesia berada pada peringkat ke-41, maka tahun ini, Indonesia turun ke peringkat 48.

Berikut daftar 10 besar negara dengan tingkat penganiayaan tertinggi:

1. Korea Utara

2. Iran

3. Arab Saudi

4. Somalia

5. Maladewa

6. Afghanistan

7. Yaman

8. Mauritania

9. Laos

10. Uzbekistan.


SAFETY – FIRST, LAST, and ALWAYS


P Please consider the environment before printing this e-mail.

The information transmitted is intended only for use by the addressee and may contain confidential and//or privileged material. Any review, re-transmission, dissemination or other use of it, or the taking of any action in reliance upon this information by persons and//or entities other than the intended recipient is prohibited. If you received this in error, please inform the sender and//or addressee immediately and delete the material from all locations. Thank you.

The Redpath Group
Head Office: 710 McKeown Avenue, North Bay, Ontario, Canada P1B 7M2
(705) 474-2461

*From:* Titik [mailto:[email protected]]
*Sent:* Monday, August 30, 2010 10:24 AM
*To:* [email protected]
*Subject:* ~ aga ~ Dilarang Puasa di Italia

Dilarang Puasa di Italia <http://id.promotion.yahoo.com/ramadan/article?blogid=ramadan&postid=36&viewPost=1>


          *By Republika *

Saat masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, pekerja muslim di Italia justru dilarang berpuasa selama Ramadan. Larangan tersebut dikeluarkan Komite Keselamatan Kegiatan Pertanian Italia. Mereka mengharuskan pekerja di ladang, termasuk Muslim, untuk tetap makan dan minum selama Ramadhan dengan alasan kesehatan. Jika tak patuh, mereka akan dipecat.

Peraturan itu dikeluarkan di Kota Mantufa, Italia Utara. Serikat Buruh Pusat di negeri tersebut pun menyepakati peraturan tersebut. Mereka beralasan, peraturan berdasarkan rancangan perundangan yang mengharuskan pekerja pada siang hari untuk banyak minum.

Jika mengonsumsi sedikit air di musim panas, maka dapat berisiko terkena bahaya sengatan matahari atau bahaya kekeringan serta mengakibatkan hal-hal yang membahayakan kehidupan. Itu karena cuaca panas yang sangat terik di negeri itu saat Ramadhan, lebih dari 30 derajat Celcius. Mereka menganggap dengan waktu puasa yang lebih dari 16 jam, pekerja akan tidak bertenaga.

"Para buruh yang menolak minum selama Ramadhan menciptakan persoalan yang perlu diperhatikan. Ini untuk kesehatan mereka, karena cuaca lebih dari 30 derajat celcius," ujar Komite Keselamatan Kegiatan Pertanian Italia, Roberto Cagliari, seperti dikutip Muslimdaily.com. Peraturan ini sangat tidak masuk akal, terlebih dikeluarkan menjelang Ramadan, bulan di mana umat muslim sedang dalam ghirah tertinggi untuk mengumpulkan pahala melalui ibadah wajib dan sunnah.

Peraturan itu adalah salah satu tantangan muslim di Italia saat menjalankan ibadah puasa di negeri yang mayoritas Katolik. Muslim di negeri itu adalah minoritas, dan tidak ada pengakuan negara terhadap Islam sebagai agama yang berdaulat. Pemerintah Italia pun tidak mengizinkan muslim membuat stasiun televisi atau radio yang khusus menyiarkan program-program dan acara-acara islami. Pemerintah Italia juga melarang muslim di sana menguburkan jenazah secara Islam, kecuali di kota Roma.

Dr. Abdul Wali As-Syamiri, seorang imigran Yaman di Roma, seperti dikutip dari situs KMM Mesir, mengatakan, selama di Italia dia tidak merasakan suasana Ramadan yang khas seperti di negerinya. Rasa rindu akan keluarga kerap menghampirinya, yaitu saat kebersamaan berbuka puasa.

Syamiri harus menjalankan puasa seadanya di Roma. Tanpa keluarga, tanpa makanan spesial Ramadan, dan tanpa lantunan azan atau acara religi di televisi. Meski demikian, dia masih bisa melaksanakan segala ibadah ritual Ramadan. "Kami bisa rutin melakukan salat lima waktu, tarawih, serta salat jamaah lainnya di Masjid Agung Roma," paparnya.

Pada bulan suci ini, biasanya orang Muslim di Roma, yang kebanyakan imigran, masih dapat menghidupkan malam-malam Ramadhan. Mereka bertilawah, salat malam dan iktikaf di Masjid Agung Roma.

Mesjid ini merupakan satu-satunya tempat yang bisa diandalkan untuk berbagai ibadah dan kegiatan muslim Italia. Lokasinya pun jauh dari permukiman muslim. Kebanyakan jamaah berasal dari luar kota, hanya sebagian kecil yang berasal dari sekitar masjid.

Sayangnya, suasana ini hanya dapat dirasakan oleh Muslim yang berada di Kota Roma, terutama di sekitar Masjid Agung. Sedangkan yang di tempat lain sangatlah sulit, apalagi masjid sangat minim di sana. Kalaupun ada masjid atau mushala di daerah lain, tidak semuanya mendapatkan izin resmi yang membolehkan iktikaf.

Seandainya ada yang melakukan iktikaf di masjid atau mushala yang tidak punya izin resmi, maka itu dianggap tindakan kriminal. Akibatnya, mereka hanya sekadar shalat fardu dan tarawih di masjid tersebut. Sebagian besar masjid di sana juga tidak dibolehkan memakai pengeras suara ke luar masjid. Jadi, kalau azan berkumandang, misalnya, hanya bisa didengar oleh orang-orang yang berada di dalam masjid.

--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke