Clear Day
ANDA sudah menonton film 'Hotel Rwanda'? Film ini berdasarkan kisah nyata yang 
terjadi di Rwanda, negara di Afrika, tahun 1994, mengenai pembunuhan massal 
yang dilakukan suku Hutu terhadap suku Tutsi. Peristiwa pembantaian itu sendiri 
meletus beberapa jam setelah Presiden Rwanda, Juvenal Habyarimana, yang berasal 
dari suku Hutu, tewas dalam penembakan pesawat yang ditumpanginya, pada 6 April 
1994. 

Don Cheadle berperan sebagai Paul Rusesabagina, manager hotel. Ia mendapat 
nominasi Award atas aksinya di film ini. Paul, sang manager hotel, berasal dari 
suku Hutu, kebetulan menikah dengan Tatiana dari suku Tutsi. Mereka memiliki 
tiga orang anak. Dalam perjuangannya, Paul berhasil menyelamatkan lebih dari 
seribu nyawa dengan menggunakan hotelnya sebagai tempat sementara pengungsian 
suku Tutsi. Paul sendiri tak memedulikan bahaya yang harus dihadapinya pada 
saat genosida berlangsung dinegerinya. Paul memberikan uang suap kepada seorang 
jenderal dinegerinya untuk memberikan keamanan terhadap hotel yang diurusnya. 

Film ini berisi kebencian manusia terhadap manusia lainnya. Bagaimana seorang 
yang telah dirasuki dendam karena perbedaan suku, melakukan pengkhianatan. 
Ketika Paul keluar dari hotelnya dan mengendarai mobil, ia kaget ketika 
mobilnya terhambat di jalan. Ia berpikir pohon yang menghalangi laju 
kendaraannya. Ternyata mobilnya melindas mayat. Ketika turun, ia melihat ribuan 
mayat bergelimpangan di jalan.

Tak ada yang indah sedikitpun bila kita bicara soal kebencian. Bila kita 
menuruti ego, yang ada hanyalah marah dan dendam semata. Sejarah selalu 
mencatat, dalam perjalanan kehidupan peradaban manusia, bahwa semakin berhasil 
kita dalam mengendalikan ego, maka semakin kita dapat mengendalikan masa depan 
kita. Tengoklah negeri Afrika Selatan.

Anda tentu sudah mendengar Nelson Mandela. Karena politik apartheid, Mandela 
dijatuhi hukuman 27 tahun penjara di Pulau Robben. Ia dibebaskan Februari 1990 
dan langsung melakukan proses rekonsiliasi dengan semua lawan politiknya. 
Sepenggal kisah hidupnya dituangkan ke dalam layar lebar.

Dalam film 'Invictus', film drama biografi keluaran 2009, yang disutradarai 
oleh Clint Eastwood, aktor kawakan Morgan Freeman berperan sebagai Mandela. 
Sedangkan aktor ganteng Matt Damon berperan sebagai Francois Pienaar, kapten 
tim rugby Afrika Selatan. Setelah berkuasa penuh, Mandela sebenarnya sanggup 
untuk membalas sakit hatinya pada lawan-lawan politiknya, tapi itu tidak ia 
lakukan. Mandela malah menggunakan rugby untuk mempersatukan semua orang di 
negaranya, baik kulit putih maupun hitam. Pada Piala Dunia Rugby 1995, tim 
rugby Afrika Selatan, yang dikapteni oleh Francois Pienaar yang berkulit putih, 
memenangi turnamen. Film ini sendiri berdasarkan kisah dari buku 'Playing the 
Enemy: Nelson Mandela and the Game That Changed a Nation', karya pengarang John 
Carlin.

Kita bisa lihat sekarang. Afrika Selatan sukses mengadakan Piala Dunia di 
negaranya. Warga kulit putih dan hitam bahu membahu mensukseskan acara ini. 
Kita tak bisa mengesampingkan fakta bahwa Afrika Selatan seperti saat ini 
berkat kebesaran hati seorang Mandela. Bila Mandela tak memaafkan lawan-lawan 
politiknya, saat itu, tentu kisah akhir tak akan semanis seperti saat ini. 

Mudah sepertinya untuk mengatakan: maafkan dan lupakan saja. Pada kenyataannya, 
hal itu nampaknya sulit dilakukan. Lantas, bagaimana caranya agar kita mudah 
memaafkan seseorang? Pertama, lupakanlah segala kebaikan yang telah Anda 
lakukan, dan ingatlah hanya kebaikan orang lain. Kita sering mengingat kebaikan 
diri kita sendiri, tapi lupa akan kebaikan orang lain terhadap kita. Justeru 
sebaliknyalah yang harus kita lakukan. Lebih sering bila kita mengingat 
orang-orang yang pernah kita bantu, malah justru membuat kita lebih sakit hati. 
Sekarang, paradigma berpikir itu harus dibalik. 

Lalu, coba pikirkanlah sekali saja, apa untungnya bila kita tidak mau 
memaafkan. Saat kita membencinya, jangan-jangan ia saat itu tertawa bahagia 
dengan keluarganya. Dimanapun juga, orang yang memberi lebih tinggi derajatnya 
dibandingkan orang yang menerima. Berbagai penelitian membuktikan bahwa dengan 
memaafkan, membuat seseorang menjadi lebih bahagia. 

Bagi umat muslim, sebentar lagi memasuki Lebaran (idul fitri), hari dimana kita 
kembali bersih. Inilah momentum yang tepat untuk saling membersihkan diri dari 
segala kilaf dan dosa. Namun momentum ini dapat digunakan oleh seluruh bangsa 
Indonesia untuk saling memaafkan dan menghormati. Sungguh, Indonesia akan 
semakin indah. Selamat Idul fitri bagi yang menjalankannya. Mohon maaf lahir 
dan batin. 


  ----- Original Message ----- 
  From: Najib 
  To: aga 
  Sent: Tuesday, September 07, 2010 11:57 AM
  Subject: ~ aga ~ Maafin aku ya


  Maafkan Aku Ya

  Seorang Ibu Guru TK mengadakan "permainan". Ibu Guru menyuruh anak-anak tiap 
  murid'nya membawa kantong plastik transparan 1 buah & kentang. Masing-masing 
  kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama org yg dibenci. Sehingga jmlh 
  kentang'nya tdk ditentukan brp, tergantung jumlah org yg dibenci.

  Pd hari yg disepakati masing-masing murid membawa kentang dlm kantong 
plastik. 
  Ada yg berjmlh 2, ada yg 3 bahkan ada yg 5. Spt perintah guru mereka, 
tiap-tiap 
  kentang diberi nama sesuai nama org yg dibenci. Murid-murid hrs membawa 
kantong 
  plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet 
  sekalipun, selama 1 minggu.

  Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai 
  mengeluh, apalagi yg membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak 
  sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega krn penderitaan 
  mereka akan segera berakhir.

  Ibu Guru: "Bgmn rasanya membawa kentang selama 1 minggu?"

  Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pd umumnya mereka tidak 
merasa 
  nyaman hrs membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi. 
Guru 
  pun menjelaskan apa arti dari " permainan " yang mereka lakukan.

  Ibu Guru: "Seperti itulah kebencian yg selalu kita bawa-bawa apabila kita tdk 
  bisa memaafkan orang lain.

  Sungguh sangat tdk menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi. 
Itu 
  hanya 1 minggu, bgmn jk kita membawa kebencian itu seumur hidup ?

  Alangkah tidak nyamannya ...

  Krn itu, lepaskanlah pengampunan kepada orang yang Anda benci.

  Krn ketika anda tidak mau mengampuni, anda seperti sdng memegang bola 
berduri. 
  Semakin anda tdk mau melepaskan bola berduri itu, anda sendiri yg akan 
merasakan 
  sakit. Karena itu tidak ada jln lain kecuali melepaskan pengampunan.

  Jd bagi yg semua orang yg pernah aku sakiti dan pernah tersinggung krn 
perkataan 
  maupun perbuatanku baik sengaja maupun tidak, aku mohon maaf yah... Semoga 
tidak 
  ada kebencian lg diantara kita...:)

  -- 
  you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
  to post emails, just send to :
  [email protected]
  to join this group, send blank email to :
  [email protected]
  to quit from this group, just send email to :
  [email protected]
  if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
  or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
  add my twitter @aga_madjid
  thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<Clear Day Bkgrd.JPG>>

Kirim email ke