Nasi Kapau Sabana-Bana, Kramat Raya: Pedasnya Itiak
Lado Mudo dengan siraman Gulai Gajebo yang Lamak Bana
Menu Padang boleh dikata sebagai menu yang sudah
mendunia. Citarasanya yang nikmat dengan bumbu yang medok dan pedas. Salah satu
rumah makan padang yang patut disambangi adalah Nasi Kapau Sabana-Bana di
Kramat
Raya. Lalu apa sih istimewanya?
Sudah sejak puluhan tahun lalu, kawasan Kramat Raya
sudah terkenal menjadi salah satu sentra makanan Padang di Jakarta. Jika
dulunya, para pedagang menggunakan tenda non permanen, kini pemda setempat
sudah
memugar tepi Jalan Kramat Raya ini menjadi sebuah sentra nasi kapau kaki lima.
Jalan ini ramai disambangi mulai dari siang sampai malam karena ada rumah makan
yang buka 24 jam. Namun jalan ini akan lebih 'hidup' di malam hari dibanding
siang hari. Ketika petang tiba, suasana sepanjang jalan ini dipenuhi dengan
lapak-lapak yang mulai digelar satu per satu.
Aroma sedap dan nikmat pun tak ayal langsung
menguar di udar bersamaan dengan dihidangkannya aneka menu khas Padang yang
menggoda selera. Jejeran makanan yang tersusun rapi, menjadi pemandangan unik
tersendiri bagi para pelanggan yang berebut dan berdesakan memesan makanannya
pun tak jarang terdengar meramaikan RM. Nasi Kapau Sabana-Bana. Meski hanya
sebuah rumah makan kaki lima, namun rumah makan ini selalu ramai dikunjungi
pelanggannya.
Untuk menuju ke tempat ini sangatlah mudah Jika
Anda berada di Jalan Matraman Raya maka susurilah jalan ini sampai ke simpang
lima Senen, putarlah arah kembali ke Matraman. Tak jauh dari putaran tersebut
tepatnya di sebelah sebuah panti asuhan muslimin, para penjaja nasi kapau
berjejer di sebelah kiri jalan.
Bebek Super Pedas.
Nasi kapau Sabana Bana merupakan perintis rumah
makan nasi kapau di seputaran Senen. "Rumah makan ini berdiri sejak 1974. Dan
Sabana-bana berarti sebenar-benarnya," tukas H. Moh. Nasir, sang pemilik. Salah
satu alasan para pengunjung rela berdesakan memadati rumah makan ini adalah
untuk mnikmati seporsi Itiak Lado Mudo atau lebih familiar disebut Bebek Cabe
Hijau. Menu ini memang merupakan salah satu menu khas Bukittinggi yang paling
disukai.
Sensasi rasa gurih dan pedas dalam Itiak Lado Mudo
menjadi kenikmatan tersendiri ketika menyantapnya. Daging yang digunakan adalah
entog muda yang proses pengolahannya cukup panjang. Terlebih dahulu entog harus
dibakar untuk menghilangkan bulu halusnya, juga untuk meluruhkan lemaknya.
Ketika dipanaskan, lemak ini akan keluar dalam bentuk minyak sehingga entog
tidak lagi terasa amis. Setelah dibakar dan minyaknya keluar, entog ini pun
dibilas dengan air hangat sampai bersih.
Setelah benar-benar bersih, entog pun dibumbui
dengan bumbu lado mudo. Bumbu lado mudo ini terbuat dari cabe hijau yang sudah
digiling, bawang putih, bawang merah yang sudah digiling. Bumbu giling ini pun
lantas ditumis bersama dengan laos, jahe, daun jeruk, daun salam, daun kunyit,
potongan tomat hijau, lada, dan penyedap sampai harum. Setelah harum, etog yang
sudah dibakar ini pun langsung dimasukkan ke dalamnya. Setelah bumbu dibiarkan
sedikit meresap, air pun ditambahkan ke dalamnya untuk mematangkan daging
entog.
Proses memasak entog ini berlangsung sampai daging empuk, dan airnya
menyusut.
Sensasi rasa cabai hijau keriting yang pedasnya
menyengat dijamin akan membuat keringat Anda menetes deras. Empuk dan gurihnya
daging bebek pastinya bisa membuat Anda ketagihan untuk tetap menyantapnya.
Rasa
nikmat Itiak Lado Mudo ini akan semakin bertambah ketika disantap dengan
seporsi
nasi putih hangat plus siraman gulai nangka yang mlekoh, daun singkong dan
pastinya tambahan sambal ijo yang pedes.. Mantap.. Eitss, jangan lupa tambahkan
Gulai Kapau ke dalamnya ya. Gulai Kapau merupakan salah satu ciri khas dari
warung nasi Kapau. Gulai Kapau ini terbuat dari irisan kol dan kacang panjang
dengan tambahan kuah santan kental yang berwarna kuning pekat.
Bumbu Kambing dalam Gulai Gajebo.
Menu lainnya yang jarang ditemui di rumah makan
Bukittinggi lainnya adalah Gulai Gajebo. "Gajebo dalam bahasa Padang berarti
sandung lamur," ungkap Nasir. Sekilas Gulai Gajebo ini mirip dengan jenis gulai
lainnya. Kuahnya yang kental didominasi warna kuning pekat, namun ada semburat
warna kemerahan akibat tambahan cabai merah giling dalam kuah santannya dengan
potongan besar daging sandung lamur sapi.
Meski terkesan mirip dengan gulai lainnya, namun
gulai khas Padang ini memiliki citarasa rempah yang kuat, serta penggunaan
santan yang sangat kental. Untuk membuat gulai ini semakin nikmat, aneka macam
bumbu seperti bawang putih, bawang merah, cabe merah keriting, kunyit, lada,
kemiri yang sudah dihaluskan harus ditumis dulu sampai harum. Setelah harum,
aneka bumbu lainnya seperti laos, jahe, daun salam, daun kunyit, daun jeruk,
dan
sereh turut ditambahkan ke dalamnya bersamaan dengan daging sandung
lamur.
Setelah bumbu agak meresap, santan encer pun
ditambahkan ke dalamnya dan dimasak sampai daging empuk. Setelah daging mulai
empuk, santan kental pun dimasukkan ke dalamnya agar terasa lebih gurih. Salah
satu ciri gulai khas Padang adalah adanya tambahan bumbu kambing ke dalam
gulainya. Bumbu kambing merupakan salah satu bumbu khas Padang yang biasa
digunakan sebagai bumbu gulai. Bumbu ini terbuat dari 13 macam rempah seperti
kapulaga, cengkeh, kayumanis, adas, dan lainnya. Setelah bumbu ini dimasukkan
ke
dalam gulai, maka gulai dimasak sampai dagingnya benar-benar empuk, dan santan
mengental.
Ketika dicecap, citarasa santan yang kental dan
mlekoh amat terasa, namun sama sekali tak terasa neg di mulut. Hal ini tercipta
karena adanya tambahan rempah yang juga amat kuat plus adanya sensasi rasa
pedas
yang sedikit 'melumerkan' pekatnya santan. Kuah gulai berempah yang nikmat ini
akan semakin yahudd ketika disantap bersamaan dengan potongan daging sandung
lamur yang empuk. Sensasi lainnya menyantap daging sandung lamur juga terletak
pada gurihnya lemak yang menyatu dalam daging. Tak heran, jika banyak orang
yang
gemar menyantap gurihnya sandung lamur dengan bonus lemak daging yang
kenyil-kenyil.. Lamak bana!!
Segarnya Es Tebak.
Kuliner khas Padang memang tak bisa dipisahkan dari
gurihnya santan. Tak hanya makanan saja yang dimasak dengan menggunakan santan,
tapi termasuk juga pada salah satu jenis minumannya yaitu Es Tebak. Di Jakarta,
Es Tebak termasuk menu yang tak selalu tersedia di semua rumah makan Padang. RM
Sabana Bana termasuk rumah makan yang menyajikan Es Tebak sebagai menu pencuci
mulutnya.
Es tebak berisi potongan cincau hitam, tape
singkong dan tebak. Tebak ini bisa disebut juga cendol ala Padang namun tanpa
pewarna hijau sehingga berwarna putih. Tebak ini terbuat dari tepung beras,
tepung sagu, dan air kapur sirih yang dicampur menjadi satu. Setelah adonan
tercampur rata, maka adonan ini pun dibentuk menyerupai cendol dan direbus
sebentar.
Warna-warni yang cantik pun tercipta dari susunan
cincau hitam, tape singkong, kolang kaling, cendol hijau, dan tebak yang
ditambahkan dengan es serut di atasnya. Siraman santan encer pun segera
menambah
kenikmatannya, apalagi dengan sedikit siraman susu kental manis putih dan sirup
merah yang menciptakan rasa manis yang nikmat banget. Segerr.
Pelanggan.
Selain menu di atas, menu yang tersedia di rumah
makan ini seperti Dendeng Batokok, Dendeng Kering, Asam Padeh, Usus Telor, Sop
Iga, Gulai Kepala Kakap, Gulai Cincang, Rendang, Soto Padang, Belut, Lindung
dan
Nasi Goreng Padang. "Semua menu yang disajikan di sini lengkap dan khas
Bukittinggi, sampai Ikan Bilih dari Danau Singkarak juga ada di sini," tambah
Nasir, pria kelahiran 14 April 1942 ini. Harga menu makanan di tempat ini
berkisar Rp 12-35 ribu saja.
Beragam menu serta rasa yang otentik khas
Bukittinggi yang tersaji di tempat ini tak heran mampu menuntun banyak
pelanggan
yang datang. Dalam satu hari, rumah makan yang buka 24 jam ini bisa disambangi
oleh sekitar 200 orang lebih setiap hari. "Dorce, Joshua Suherman, pejabat dan
Pemda Sumatera Barat di Jakarta juga jadi langganan di sini. Yang lainnya saya
sudah lupa," ungkap Nasir sambil tertawa.
(Ina)
* Resep Bebek Cabai Hijau (untuk 4 potong)
Bahan:
- 1 ekor entog muda, belah empat
- 2 ruas jari laos,
geprek
- 5 lembar daun jeruk
- 3 lembar daun salam
- 1 lembar daun
kunyit
- 2 batang serai
- Garam secukupnya
- 1 sdt penyedap rasa
-
Air secukupnya
- Minyak goreng untuk menumis
Bumbu halus:
- 150 gr cabai hijau keriting giling
- 3 siung bawang
putih
- 10 siung bawang merah
- 2 ruas jari jahe
- 1/2 sdt lada
- 2
buah tomat hijau
Cara membuat:
Bersihkan entog hingga bersih, bakar sebentar untuk
menghilangkan bulu halusnya dan bakar hingga keluar lemaknya, kemudian cuci
kembali dengan air hangat. Tumis halus sampai harum, masukkan semua bumbu daun,
dan tomat hijau tumis lagi sampai harum dan matang, masukkan potongan entog ke
dalamnya, masak hingga berubah warna. Tuangkan air secukupnya hingga bebek
terendam, masak sambil sesekali diaduk, masak sampai bebek empuk, bumbu meresap
dan air berkurang, angkat, dan sajikan.
* Resep Gulai Gajebo (untuk 1 porsi - 3 potong)
Bahan:
- 250 gr daging sapi bagian sandung lamur
- 500 ml santan
kental
- 500 ml santan encer
- 3 lembar daun salam
- 6 lembar daun
jeruk
- 2 batang sereh
- 3 ruas jari laos
- 1 sdt bumbu kambing *)
-
1 lembar daun kunyit
- 1/4 sdt lada bubuk
- Garam secukupnya
- 1 sdt
penyedap rasa
- Minyak goreng untuk menumis
Bumbu halus:
- 5 siung bawang putih
- 10 siung bawang merah
- 1
sdm cabai merah giling
- 6 butir kemiri
- 2 ruas jari jahe
- 1 buah
kunyit
Cara membuat:
Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun salam,
sereh, daun jeruk dan daun kunyit, masak hingga bumbu matang. Masukkan daging
sapi bagian sandung lamur, masak hingga berubah warna, lalu tuangkan santan
encer, masak hingga mendidih dan daging empuk. Beri garam, lada dan penyedap,
aduk rata. Setelah kira-kira daging hampir empuk tuangkan santan kental dan
bumbu kambing, masak hingga daging benar-benar matang dan empuk, angkat, dan
sajikan.
*) Bumbu kambing: bumbu untuk gulai, berbentuk bubuk berwarna kecoklatan.
Terbuat dari campuran 13 macam bumbu rempah, seperti kapulaga, cengkeh, pala,
kayu manis, adas, jinten, ketumbar, dan lainnya.
Nasi Kapau Sabana Bana
Jl. Kramat Raya No. 15, Jakarta
Pusat
Telp. 0813 1931 0360 / (021) 9823 3211
Info Kuliner - 16-29 Juli 2010
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.