Ini Itik ya ???

Yiakkkssss


⒜⒢⒜

-----Original Message-----
From: Deasy Christine <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 30 Sep 2010 10:57:29 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Nasi Kapau Sabana-Bana, Kramat Raya: Pedasnya Itiak Lado Mudo
 dengan siraman Gulai Gajebo yang Lamak Bana










 



  


    
      
      
      


Nasi Kapau Sabana-Bana, Kramat Raya: Pedasnya Itiak 
Lado Mudo dengan siraman Gulai Gajebo yang Lamak Bana
 
Menu Padang boleh dikata sebagai menu yang sudah 
mendunia. Citarasanya yang nikmat dengan bumbu yang medok dan pedas. Salah satu 
rumah makan padang yang patut disambangi adalah Nasi Kapau Sabana-Bana di 
Kramat 
Raya. Lalu apa sih istimewanya?
Sudah sejak puluhan tahun lalu, kawasan Kramat Raya 
sudah terkenal menjadi salah satu sentra makanan Padang di Jakarta. Jika 
dulunya, para pedagang menggunakan tenda non permanen, kini pemda setempat 
sudah 
memugar tepi Jalan Kramat Raya ini menjadi sebuah sentra nasi kapau kaki lima. 
Jalan ini ramai disambangi mulai dari siang sampai malam karena ada rumah makan 
yang buka 24 jam. Namun jalan ini akan lebih 'hidup' di malam hari dibanding 
siang hari. Ketika petang tiba, suasana sepanjang jalan ini dipenuhi dengan 
lapak-lapak yang mulai digelar satu per satu.
 
Aroma sedap dan nikmat pun tak ayal langsung 
menguar di udar bersamaan dengan dihidangkannya aneka menu khas Padang yang 
menggoda selera. Jejeran makanan yang tersusun rapi, menjadi pemandangan unik 
tersendiri bagi para pelanggan yang berebut dan berdesakan memesan makanannya 
pun tak jarang terdengar meramaikan RM. Nasi Kapau Sabana-Bana. Meski hanya 
sebuah rumah makan kaki lima, namun rumah makan ini selalu ramai dikunjungi 
pelanggannya.
 
Untuk menuju ke tempat ini sangatlah mudah Jika 
Anda berada di Jalan Matraman Raya maka susurilah jalan ini sampai ke simpang 
lima Senen, putarlah arah kembali ke Matraman. Tak jauh dari putaran tersebut 
tepatnya di sebelah sebuah panti asuhan muslimin, para penjaja nasi kapau 
berjejer di sebelah kiri jalan.
 
Bebek Super Pedas.
 
Nasi kapau Sabana Bana merupakan perintis rumah 
makan nasi kapau di seputaran Senen. "Rumah makan ini berdiri sejak 1974. Dan 
Sabana-bana berarti sebenar-benarnya," tukas H. Moh. Nasir, sang pemilik. Salah 
satu alasan para pengunjung rela berdesakan memadati rumah makan ini adalah 
untuk mnikmati seporsi Itiak Lado Mudo atau lebih familiar disebut Bebek Cabe 
Hijau. Menu ini memang merupakan salah satu menu khas Bukittinggi yang paling 
disukai.
 
Sensasi rasa gurih dan pedas dalam Itiak Lado Mudo 
menjadi kenikmatan tersendiri ketika menyantapnya. Daging yang digunakan adalah 
entog muda yang proses pengolahannya cukup panjang. Terlebih dahulu entog harus 
dibakar untuk menghilangkan bulu halusnya, juga untuk meluruhkan lemaknya. 
Ketika dipanaskan, lemak ini akan keluar dalam bentuk minyak sehingga entog 
tidak lagi terasa amis. Setelah dibakar dan minyaknya keluar, entog ini pun 
dibilas dengan air hangat sampai bersih.
 
Setelah benar-benar bersih, entog pun dibumbui 
dengan bumbu lado mudo. Bumbu lado mudo ini terbuat dari cabe hijau yang sudah 
digiling, bawang putih, bawang merah yang sudah digiling. Bumbu giling ini pun 
lantas ditumis bersama dengan laos, jahe, daun jeruk, daun salam, daun kunyit, 
potongan tomat hijau, lada, dan penyedap sampai harum. Setelah harum, etog yang 
sudah dibakar ini pun langsung dimasukkan ke dalamnya. Setelah bumbu dibiarkan 
sedikit meresap, air pun ditambahkan ke dalamnya untuk mematangkan daging 
entog. 
Proses memasak entog ini berlangsung sampai daging empuk, dan airnya 
menyusut.
 
Sensasi rasa cabai hijau keriting yang pedasnya 
menyengat dijamin akan membuat keringat Anda menetes deras. Empuk dan gurihnya 
daging bebek pastinya bisa membuat Anda ketagihan untuk tetap menyantapnya. 
Rasa 
nikmat Itiak Lado Mudo ini akan semakin bertambah ketika disantap dengan 
seporsi 
nasi putih hangat plus siraman gulai nangka yang mlekoh, daun singkong dan 
pastinya tambahan sambal ijo yang pedes.. Mantap.. Eitss, jangan lupa tambahkan 
Gulai Kapau ke dalamnya ya. Gulai Kapau merupakan salah satu ciri khas dari 
warung nasi Kapau. Gulai Kapau ini terbuat dari irisan kol dan kacang panjang 
dengan tambahan kuah santan kental yang berwarna kuning pekat.
 
Bumbu Kambing dalam Gulai Gajebo.
 
Menu lainnya yang jarang ditemui di rumah makan 
Bukittinggi lainnya adalah Gulai Gajebo. "Gajebo dalam bahasa Padang berarti 
sandung lamur," ungkap Nasir. Sekilas Gulai Gajebo ini mirip dengan jenis gulai 
lainnya. Kuahnya yang kental didominasi warna kuning pekat, namun ada semburat 
warna kemerahan akibat tambahan cabai merah giling dalam kuah santannya dengan 
potongan besar daging sandung lamur sapi.
 
Meski terkesan mirip dengan gulai lainnya, namun 
gulai khas Padang ini memiliki citarasa rempah yang kuat, serta penggunaan 
santan yang sangat kental. Untuk membuat gulai ini semakin nikmat, aneka macam 
bumbu seperti bawang putih, bawang merah, cabe merah keriting, kunyit, lada, 
kemiri yang sudah dihaluskan harus ditumis dulu sampai harum. Setelah harum, 
aneka bumbu lainnya seperti laos, jahe, daun salam, daun kunyit, daun jeruk, 
dan 
sereh turut ditambahkan ke dalamnya bersamaan dengan daging sandung 
lamur.
 
Setelah bumbu agak meresap, santan encer pun 
ditambahkan ke dalamnya dan dimasak sampai daging empuk. Setelah daging mulai 
empuk, santan kental pun dimasukkan ke dalamnya agar terasa lebih gurih. Salah 
satu ciri gulai khas Padang adalah adanya tambahan bumbu kambing ke dalam 
gulainya. Bumbu kambing merupakan salah satu bumbu khas Padang yang biasa 
digunakan sebagai bumbu gulai. Bumbu ini terbuat dari 13 macam rempah seperti 
kapulaga, cengkeh, kayumanis, adas, dan lainnya. Setelah bumbu ini dimasukkan 
ke 
dalam gulai, maka gulai dimasak sampai dagingnya benar-benar empuk, dan santan 
mengental.
 
Ketika dicecap, citarasa santan yang kental dan 
mlekoh amat terasa, namun sama sekali tak terasa neg di mulut. Hal ini tercipta 
karena adanya tambahan rempah yang juga amat kuat plus adanya sensasi rasa 
pedas 
yang sedikit 'melumerkan' pekatnya santan. Kuah gulai berempah yang nikmat ini 
akan semakin yahudd ketika disantap bersamaan dengan potongan daging sandung 
lamur yang empuk. Sensasi lainnya menyantap daging sandung lamur juga terletak 
pada gurihnya lemak yang menyatu dalam daging. Tak heran, jika banyak orang 
yang 
gemar menyantap gurihnya sandung lamur dengan bonus lemak daging yang 
kenyil-kenyil.. Lamak bana!!
 
Segarnya Es Tebak.
 
Kuliner khas Padang memang tak bisa dipisahkan dari 
gurihnya santan. Tak hanya makanan saja yang dimasak dengan menggunakan santan, 
tapi termasuk juga pada salah satu jenis minumannya yaitu Es Tebak. Di Jakarta, 
Es Tebak termasuk menu yang tak selalu tersedia di semua rumah makan Padang. RM 
Sabana Bana termasuk rumah makan yang menyajikan Es Tebak sebagai menu pencuci 
mulutnya.
 
Es tebak berisi potongan cincau hitam, tape 
singkong dan tebak. Tebak ini bisa disebut juga cendol ala Padang namun tanpa 
pewarna hijau sehingga berwarna putih. Tebak ini terbuat dari tepung beras, 
tepung sagu, dan air kapur sirih yang dicampur menjadi satu. Setelah adonan 
tercampur rata, maka adonan ini pun dibentuk menyerupai cendol dan direbus 
sebentar.
Warna-warni yang cantik pun tercipta dari susunan 
cincau hitam, tape singkong, kolang kaling, cendol hijau, dan tebak yang 
ditambahkan dengan es serut di atasnya. Siraman santan encer pun segera 
menambah 
kenikmatannya, apalagi dengan sedikit siraman susu kental manis putih dan sirup 
merah yang menciptakan rasa manis yang nikmat banget. Segerr.
 
Pelanggan.
 
Selain menu di atas, menu yang tersedia di rumah 
makan ini seperti Dendeng Batokok, Dendeng Kering, Asam Padeh, Usus Telor, Sop 
Iga, Gulai Kepala Kakap, Gulai Cincang, Rendang, Soto Padang, Belut, Lindung 
dan 
Nasi Goreng Padang. "Semua menu yang disajikan di sini lengkap dan khas 
Bukittinggi, sampai Ikan Bilih dari Danau Singkarak juga ada di sini," tambah 
Nasir, pria kelahiran 14 April 1942 ini. Harga menu makanan di tempat ini 
berkisar Rp 12-35 ribu saja.
 
Beragam menu serta rasa yang otentik khas 
Bukittinggi yang tersaji di tempat ini tak heran mampu menuntun banyak 
pelanggan 
yang datang. Dalam satu hari, rumah makan yang buka 24 jam ini bisa disambangi 
oleh sekitar 200 orang lebih setiap hari. "Dorce, Joshua Suherman, pejabat dan 
Pemda Sumatera Barat di Jakarta juga jadi langganan di sini. Yang lainnya saya 
sudah lupa," ungkap Nasir sambil tertawa.
(Ina)
 

* Resep Bebek Cabai Hijau (untuk 4 potong)
 
Bahan:
- 1 ekor entog muda, belah empat
- 2 ruas jari laos, 
geprek
- 5 lembar daun jeruk
- 3 lembar daun salam
- 1 lembar daun 
kunyit
- 2 batang serai
- Garam secukupnya
- 1 sdt penyedap rasa
- 
Air secukupnya
- Minyak goreng untuk menumis
 
Bumbu halus:
- 150 gr cabai hijau keriting giling
- 3 siung bawang 
putih
- 10 siung bawang merah
- 2 ruas jari jahe
- 1/2 sdt lada
- 2 
buah tomat hijau
 
Cara membuat:
Bersihkan entog hingga bersih, bakar sebentar untuk 
menghilangkan bulu halusnya dan bakar hingga keluar lemaknya, kemudian cuci 
kembali dengan air hangat. Tumis halus sampai harum, masukkan semua bumbu daun, 
dan tomat hijau tumis lagi sampai harum dan matang, masukkan potongan entog ke 
dalamnya, masak hingga berubah warna. Tuangkan air secukupnya hingga bebek 
terendam, masak sambil sesekali diaduk, masak sampai bebek empuk, bumbu meresap 
dan air berkurang, angkat, dan sajikan.

* Resep Gulai Gajebo (untuk 1 porsi - 3 potong)
 
Bahan:
- 250 gr daging sapi bagian sandung lamur
- 500 ml santan 
kental
- 500 ml santan encer
- 3 lembar daun salam
- 6 lembar daun 
jeruk
- 2 batang sereh
- 3 ruas jari laos
- 1 sdt bumbu kambing *)
- 
1 lembar daun kunyit
- 1/4 sdt lada bubuk
- Garam secukupnya
- 1 sdt 
penyedap rasa
- Minyak goreng untuk menumis
 
Bumbu halus:
- 5 siung bawang putih
- 10 siung bawang merah
- 1 
sdm cabai merah giling
- 6 butir kemiri
- 2 ruas jari jahe
- 1 buah 
kunyit
 
Cara membuat:
Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun salam, 
sereh, daun jeruk dan daun kunyit, masak hingga bumbu matang. Masukkan daging 
sapi bagian sandung lamur, masak hingga berubah warna, lalu tuangkan santan 
encer, masak hingga mendidih dan daging empuk. Beri garam, lada dan penyedap, 
aduk rata. Setelah kira-kira daging hampir empuk tuangkan santan kental dan 
bumbu kambing, masak hingga daging benar-benar matang dan empuk, angkat, dan 
sajikan.
 
*) Bumbu kambing: bumbu untuk gulai, berbentuk bubuk berwarna kecoklatan. 
Terbuat dari campuran 13 macam bumbu rempah, seperti kapulaga, cengkeh, pala, 
kayu manis, adas, jinten, ketumbar, dan lainnya.

Nasi Kapau Sabana Bana
Jl. Kramat Raya No. 15, Jakarta 
Pusat
Telp. 0813 1931 0360 / (021) 9823 3211
Info Kuliner - 16-29 Juli 2010
 





      

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke