*Keajaiban Kata "Wow!"*

  Suatu sore Aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman. Aku melihat beberapa
orang sedang menikmati suasana yang hangat di taman tersebut. Tak jauh di
depanku ada seorang ibu bersama anaknya, seorang gadis kecil yang baru
berusia tiga tahun. Gadis kecil itu memegang sebuah balon helium yang diikat
pada seutas tali.

Tiba-tiba, angin berhembus cukup kencang dan membuat balon tersebut terlepas
dari tangan gadis kecil itu. Segera terlintas di benakku, pasti beberapa
saat lagi gadis kecil itu akan menjerit dan mulai menangis keras.

Tapi, ternyata tidak seperti yang aku duga! Gadis kecil itu berbalik untuk
melihat balonnya terbang ke langit, dan dia justru berteriak dengan gembira,
"Wow!"

Tanpa Aku sadari, gadis kecil itu sudah memberiku sebuah pelajaran yang
sangat berharga.

Beberapa hari kemudian, Aku menerima sebuah panggilan telepon dari
seseorang, yang memberitahukan sebuah masalah yang tidak pernah Aku duga.
Pada saat itu, Aku merasa ingin menanggapi dengan mengatakan, "Oh tidak, apa
yang harus kami lakukan?"

Namun Aku tiba-tiba teringat kepada gadis kecil itu dan Aku memutuskan untuk
berkata, "Wow, itu sangat menarik! Bagaimana aku bisa bantumu?"

Satu hal yang pasti, hidup ini penuh dengan kejutan. Sering terjadi banyak
hal buruk yang tidak kita duga sebelumnya. Tetapi hal ini tidak menentukan
respon kita terhadap kejadian tersebut karena kita masih bisa memilih untuk
menjadi frustasi atau kagum dengan hal tersbut.

Tidak peduli apapun situasi yang sedang Anda hadapi, sebuah keajaiban "Wow!"
akan selalu mengalahkan rasa frustrasi "Oh, tidak".

Jadi pada saat Anda mengalami kejadian tak terduga dalam hidup Anda,
ingatlah gadis kecil itu dan Anda bisa membuatnya menjadi sebuah keajaiban
"Wow!"

=============================================

*C-I-N-T-A*

From: Endang Purwanti
Source: -unknown-

Apakah telapak tanganmu berkeringat, jantungmu berdetak cepat, dan suaramu
tercekat saat berada di dekatnya?
* Itu bukan Cinta, itu Suka.

Apakah kamu tak bisa melepaskan pandangan atau genggaman dari dirinya?
   * Itu bukan Cinta, itu Nafsu.

Apakah kamu menginginkan dia saat dia sedang tidak ada?
   * Itu bukan Cinta, itu Kesepian.

Apakah kamu ada di sana karena itulah yang diinginkannya?
   * Itu bukan Cinta, itu Kesetiaan.

Apakah kamu menerima pengakuan cintanya karena kamu tak ingin menyakitinya?
   * Itu bukan Cinta, itu Kasihan.

Apakah kamu ada di sana karena dia memelukmu atau menggenggam tanganmu?
   * Itu bukan Cinta, itu Ketergantungan.

Apakah kamu ingin memiliknya karena tatapan matanya membuat hatimu berdegup
kencang?
   * Itu bukan Cinta, itu Tergila-gila.

Apakah kamu memaafkan kesalahannya karena kamu peduli padanya?
   * Itu bukan Cinta, itu Persahabatan.

Apakah kamu mengatakan padanya setiap hari bahwa dialah satu-satunya orang
yang kamu pikirkan?
   * Itu bukan Cinta, itu Dusta.

Apakah kamu ingin memberikan semua benda kesayanganmu untuknya?
   * Itu bukan Cinta, itu Sikap dermawan.

Apakah kamu tertarik pada orang lain, tapi tetap setia mendampinginya tanpa
pernah menyesal?
   * Barulah itu Cinta.

Apakah kamu menerima segala kesalahan dan kekurangannya karena itulah bagian
dari dirinya?
   * Barulah itu Cinta .

Apakah kamu menangis saat dia sedih meskipun dia kuat?
   * Barulah itu Cinta.

Apakah kamu memaafkannya dan bersedia tetap bersamanya saat dia menyakiti?
   * Barulah itu Cinta.

Apakah kamu tetap setia apapun yang terjadi, baik saat gembira maupun
sengsara?
   * Barulah itu Cinta


Apakah kamu bersedia memberikan hatimu, hidupmu, dan matimu untuknya?
   * Ya, itulah Cinta

Sekarang, tarik perlahan nafas anda. Dan pejamkan mata anda. Bayangan siapa
yg pertama kali muncul? Kemungkinan sangat besar dialah orang yg anda
Cintai..({})

========================================

From: Budhi Prasetyo

JELAJAH SEPEDA
*Gunung Tambora, Nenek Moyang Sepeda*
Rabu, 23 Juni 2010 | 03:02 WIB


Sedikit yang tahu bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang
disebut-sebut memberikan ”kontribusi” terhadap lahirnya sepeda. Benarkah?
Ah, mengada-ada!
Sulit untuk memastikan dari mana dan siapa yang sebenarnya pertama kali
membuat sepeda. Banyak referensi yang saling membingungkan terkait asal-usul
sepeda ini. Tiap bangsa yang peduli sepeda punya referensi sendiri-sendiri
siapa penemu sepeda pertama kali.

Faktanya, memang sulit menemukan ahli sejarah yang benar-benar menekuni
sepeda. Penggalan-penggalan sejarah sepeda hanya didominasi pandangan
perusahaan-perusahaan pembuat sepeda.


Beberapa penelitian yang mencoba menelusuri asal-usul sepeda membuat kita
mengernyitkan dahi, antara percaya dan tidak. Sepeda dilahirkan karena
terinspirasi dari Indonesia, tepatnya karena letusan Gunung Tambora.
Literatur yang menyebutkan soal letusan Tambora itu tidak hanya dari satu
sumber. Salah satu penelitian yang sering menjadi rujukan berasal dari
tulisan Mick Hamer di majalah New Scientist, 29 Januari 2005.


”Pada 5 April 1815, Gunung Tambora di Indonesia mulai bergejolak. Sepekan
kemudian memuntahkan isi perutnya dengan letusan spektakuler sampai bulan
Juli. Ini adalah erupsi terbesar yang dicatat sejarah, menewaskan hingga
92.000 orang dan menyemburkan begitu banyak abu di atmosfer,” begitu tulisan
Mick Hamer di New Scientist.


Letusan itu memicu pemanasan global, suhu bumi meningkat 3 derajat celsius.
Di Eropa, tahun 1816 disebut sebagai tahun tanpa musim panas. Di beberapa
tempat memicu hujan salju, langit terus-menerus gelap, panen gagal, dan
Eropa memasuki tahun-tahun buruk.


Apa hubungannya dengan sepeda? Cuaca yang buruk membuat transportasi yang
biasanya mengandalkan kuda dan angkutan air menjadi tidak nyaman.
Kuda-kuda banyak yang disembelih, bukan hanya karena manusia tak memiliki
cadangan makanan, melainkan juga karena majikan kesulitan mencari makanan
untuk kuda-kuda itu.


*Alat beroda*
Ken McGin dalam tulisannya berjudul ”The Origin of Bicycle”, mengatakan,
pada tahun-tahun sulit itu seorang Jerman berusia 34 tahun bernama Karl
Drais membuat alat sederhana beroda dua yang kemudian diberi nama draisine.
Draisine dibuat dari bahan kayu dan belum memiliki pedal. Satu-satunya cara
untuk mengendarai sepeda ini adalah dengan menjejakkan kaki ke tanah agar
draisine mau meluncur.


Karena itulah alat ini juga disebut hobby horse yang merujuk pada arti
”kuda-kudaan” karena tujuan dari pembuatan alat ini untuk menggantikan kerja
kuda. Penemuan ini merupakan titik awal prinsip keseimbangan sepeda modern.
Draisine menjadi sepeda pertama yang didaftarkan hak patennya tahun 1818.
Karya Drais ini lebih revolusioner dibanding temuan seorang Perancis bernama
Comte de Sivrac tahun 1791. Sivrac membuat mesin tanpa penarik hewan yang
diberi nama celerifere yang belum memiliki setir dan pedal sehingga tidak
bisa berbelok.


Karl Drais memulai sejarah baru bepergian tanpa kuda ketika mengendarai
sepedanya pada 12 Juni 1817 sepanjang 7,5 kilometer di jalanan
Mannheim-Schwetzingen di Jerman.


Pierre Michaux dari Perancis tahun 1863 menambahkan engkol dan pedal di roda
depan sehingga lahirlah velocipede, sepeda modern yang bisa dikendarai tanpa
menjejakkan kaki di tanah. Michaux menjadi perintis produksi sepeda secara
massal.


Rintisan Drais begitu besar karena menjadi cikal bakal dari semua kendaraan
di darat. Namun, kehidupan dia ternyata penuh duka dan kemiskinan akibat
konflik politik dan perang.


Ia tak menikmati royalti dari teknologinya dan tahun 1851, menurut
www.karl-drais.de, ia meninggal tanpa sepeser duit.
Karena itu, ketika di jalan raya, hormatilah sepeda karena ia nenek moyang
segala jenis kendaraan darat. (Amir Sodikin/Ahmad Arif)


*
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/06/23/03025124/gunung.tambora.nenek.moyang.sepeda
*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke