-

Simak Kajian Islam full setiap hari di Radio RODJA, 
Radio RODJA (Radio Dakwah Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah), Siaran Murottal dan 
Kajian Islam, 
- Untuk disekitar di JABODETABEK pada gelombang AM 756 Khz 

- Sedangkan untuk di seluruh penjuru nusantara dan negara-negara tetangga 
bisa di terima dengan kualitas digital, menggunakan Parabola dengan 
keterangan sbb:
Nama Satelit   = Palapa D,  Frekwensi =  4080 (C-band), Polarisasi = 
H/horizontal, Simbol Rate   = 28125, sementara radio rodja di mark = Radio 
18
(untuk informasi koneksi bisa hubungi di 02170736543) 

- atau melalui streaming di: www.radiorodja.com ,   www.rodjatv.com 

Arti Keberkahan Rezeki 

Oleh : Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Baderi, M.A 

“Berkah” atau “al-barakah” bila kita pelajari dengan sebenarnya, baik 
melalui ilmu bahasa Arab  atau melalui dalil-dalil dalam al-Qur’an dan 
as-Sunnah, niscaya kita  akan mendapatkan bahwa “al barakah” memiliki 
kandungan dan pemahaman  yang sangat luas dan agung. 

Secara ilmu bahasa, “al-barakah” berarti “Berkembang, bertambah dan 
kebahagiaan.” (Al-Misbah al-Munir oleh al-Faiyyumy 1/45, al-Qamus 
al-Muhith oleh al-Fairuz Abadi 2/1236, dan Lisanul Arab oleh Ibnu Manzhur 
10/395). 

Imam an-Nawawi berkata, “Asal makna keberkahan ialah kebaikan yang banyak 
dan abadi.” (Syarah Shahih Muslimoleh an-Nawawi, 1/225). 

Adapun bila ditinjau melalui  dalil-dalil dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, 
maka “al-barakah” memiliki  makna dan perwujudan yang tidak jauh berbeda 
dari makna “al-barokah”  dalam ilmu bahasa. 

Walau demikian, kebaikan dan  perkembangan tersebut tidak boleh hanya 
dipahami dalam wujud yang riil,  yaitu jumlah harta yang senantiasa 
bertambah dan berlipat ganda.  Kebaikan dan perkembangan harta, dapat saja 
terwujud dengan berlipat gandannya kegunaan harta tersebut,  walaupun 
jumlahnya tidak bertambah banyak atau tidak berlipat ganda. 

Misalnya, mungkin saja seseorang  yang hanya memiliki sedikit dari harta 
benda, akan tetapi karena harta  itu penuh dengan keberkahan, maka ia 
terhindar dari berbagai mara  bahaya, penyakit, dan tenteram hidupnya. Dan 
sebaliknya, bisa saja  seseorang yang hartanya melimpah ruah, akan tetapi 
karena tidak  diberkahi Allah, hartanya tersebut menjadi sumber bencana, 
penyakit, dan bahkan mungkin ia tidak dapat memanfaat harta tersebut. 

Salah seorang sahabat saya  bercerita, bahwa ada seorang tukang becak yang 
sehari-harinya hidup  pas-pasan. Akan tetapi, karena ia sering 
mengantarkan sebagian  penumpangnya ke Hous Donut, ia menjadi 
berangan-angan: andai aku bisa  memiliki kesempatan menikmati donat buatan 
toko ini. 

Subhanallah, setelah tukang becak  ini merintis usaha baru dengan 
bermodalkan piutang dari salah satu bank  konvensional, yang tentunya 
dengan memungut bunga, maka usahanyapun  mulai maju, dan taraf 
kehidupannyapun mulai berubah. Dan tidak selang  berapa lama, ia menjadi 
salah seorang yang kaya raya. 

Akan tetapi suatu hal terjadi di  luar perhitungannya, bersama usahanya 
yang mulai maju, beberapa  penyakitpun mulai menghinggapinya. Dimulai dari 
kencing manis dan  penyakit-penyakit lainnya, akibatnya impiannya untuk 
dapat menikmati  donat buatan Hous Donut tidak juga kunjung dapat ia 
wujudkan. Bila  dahulu semasa ia menjadi tukang becak, ia tidak mampu 
membelinya, maka  sekarang karena ia takut akan akibat dari makan donat. 

Bila dahulu ia sering hanya mengenakan kaos butut dan celana kolor, maka 
sekarang setelah kaya raya, iapun tidak lebih  dari itu. Yang demikian 
itu, dikarenakan ia lebih sering untuk berada  dalam rumah, dan bahkan 
tidak jarang ia harus setia menemani tempat  tidurnya, sambil menahan rasa 
sakit yang ia derita. 

Untuk sedikit mengetahui tentang  keberkahan yang dikisahkan dalam 
al-Qur’an, dan as-Sunnah, maka saya  mengajak hadirin untuk bersama-sama 
merenungkan beberapa dalil berikut: 

1. Dalil Pertama 

  

]وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاء مَاء  مُّبَارَكًا فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ 
وَحَبَّ الْحَصِيدِ وَالنَّخْلَ  بَاسِقَاتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيدٌ {10} 
رِزْقًا لِّلْعِبَادِ  وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا كَذَلِكَ 
الْخُرُوجُ [  (ق: 9-11) 

"Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi (banyak membawa 
kemanfaatan), lalu Kami tumbuhkan dengan air itu taman-taman dan biji-biji 
tanaman yang diketam. Dan pohon kurma yang tingi-tinggi yang memiliki 
mayang yang bersusun-susun, untuk  menjadi rezeki bagi hamba-hamba (kami), 
dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang  mati (kering). Demikianlah 
terjadinya kebangkitan." (Qs. Qaaf: 9-11). 

Bila keberkahan telah menyertai  hujan yang turun dari langit, tanah 
gersang, kering keronta menjadi  subur makmur, kemudian muncullah 
taman-taman indah, buah-buahan dan  biji-bijian yang melimpah ruah. 
Sehingga negeri yang dikaruniai Allah  dengan hujan yang berkah, menjadi 
negeri gemah ripah loh jinawi (kata orang jawa) atau 

]بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ [ (سبأ: 15) 

 

"(Negerimu adalah) negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha 
Pengampun." (Qs. Saba': 15). 

Demikianlah Allah Ta'ala  menyimpulkan kisah bangsa Saba', suatu negeri 
yang tatkala penduduknya  beriman dan beramal shaleh, penuh dengan 
keberkahan. Sampai-sampai ulama ahli tafsir mengisahkan, bahwa dahulu 
wanita kaum Saba' tidak perlu untuk memanen  buah-buahan kebun mereka. 
Untuk mengambil hasil kebunnya, mereka cukup  membawa keranjang di atas 
kepalanya, lalu melintas dikebunnya, maka  buah-buahan yang telah masak 
dan berjatuhan sudah dapat memenuhi  keranjangnya, tanpa harus 
bersusah-payah memetik atau mendatangkan  pekerja yang memanennya. 

Sebagian ulama lain juga  menyebutkan, bahwa dahulu di negeri Saba' tidak 
ada lalat, nyamuk, kutu, atau serangga lainnya, yang demikian itu berkat 
udaranya yang bagus,  cuacanya yang bersih, dan berkat kerahmatan Allah 
yang senantiasa  meliputi mereka (Tafsir Ibnu Katsir, 3/531). 

2. Dalil Kedua 

  

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang berbagai 
kejadian yang mendahului kebangkitan hari Kiamat, beliau bersabda, 

(يقال للأرض: أنبتي ثمرتك وردي  بركتك, فيومئذ تأكل العصابة من الرمانة, 
ويستظلون بقحفها, ويبارك في  الرِّسْلِ, حتى إن اللقحة من الإبل لتكفي الفئام 
من الناس, واللقحة من  البقر لتكفي القبيلة من الناس, واللقحة من الغنم لتكفي 
الفخذ من الناس).  رواه مسلم 

"Akan diperintahkan (oleh  Allah) kepada bumi: tumbuhkanlah buah-buahanmu, 
dan kembalikan  keberkahanmu, maka pada masa itu, sekelompok orang akan 
merasa cukup  (menjadi kenyang) dengan memakan satu buah delima, dan 
mereka dapat  berteduh dibawah kulitnya. Dan air susu diberkahi, 
sampai-sampai sekali  peras seekor unta dapat mencukupi banyak orang, dan 
sekali peras susu  seekor sapi dapat mencukupi manusia satu kabilah, dan 
sekali peras, susu seekor domba dapat mencukupi satu cabang kabilah." (HR. 
Imam Muslim). 

Demikianlah ketika rizeki  diberkahi Allah, sehingga rizeki yang sedikit 
jumlahnya, akan tetapi  kemanfaatannya sangat banyak, sampai-sampai satu 
buah delima dapat  mengenyangkan segerombol orang, dan susu hasil perasan 
seekor sapi dapat mencukupi kebutuhan orang satu kabilah. 

Ibnu Qayyim berkata, "Tidaklah kelapangan rizeki dan amalan diukur dengan 
jumlahnya yang banyak, tidaklah panjang umur  dilihat dari bulan dan 
tahunnya yang berjumlah banyak. Akan tetapi,  kelapangan rizeki dan umur 
diukur dengan keberkahannya." (Al-Jawabul Kafi karya Ibnu Qayyim, 56). 

Bila ada yang berkata, “Itukan  kelak tatkala Kiamat telah dekat, sehingga 
tidak mengherankan, karena  saat itu banyak terjadi kejadian yang luar 
biasa, sehingga apa yang  disebutkan pada hadits ini adalah sebagian dari 
hal-hal tersebut.” 

Ucapan ini tidak sepenuhnya benar, sebab hal yang serupa –walau tidak 
sebesar yang disebutkan pada hadits  ini- juga pernah terjadi sebelum 
zaman kita, yaitu pada masa-masa  keemasan umat Islam. 

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Sungguh, dahulu biji-bijian, baik 
gandum atau lainnya lebih  besar dibanding yang ada sekarang, sebagaimana 
keberkahan yang ada  padanya (biji-bijian kala itu-pen) lebih banyak. Imam 
Ahmad telah  meriwayatkan melalui jalur sanadnya, bahwa telah ditemukan di 
gudang  sebagian khalifah Bani Umawiyyah sekantung gandum yang 
biji-bijinya  sebesar biji kurma, dan bertuliskan pada kantung luarnya: 
‘Ini adalah  gandum hasil panen masa keadilan ditegakkan.’" (Zaadul Ma'ad 
oleh Ibnul Qayyim, 4 / 363 dan Musnad Imam Ahmad bin Hambal, 2/296). 

Seusai kita membaca hadits dan  keterangan Imam Ibnul Qayyim di atas, 
kemudian kita berusaha  mencocokkannya dengan diri kita, niscaya yang kita 
dapatkan adalah  kebalikannya, yaitu makanan yang semestinya mencukupi 
beberapa orang  tidak cukup untuk mengenyangkan satu orang, berbiji-biji 
buah delima  hanya mencukupi satu orang. 

3. Dalil Ketiga 

  

عن عُرْوَةَ بن أبي الجعد البارقي  رضي الله عنه أَنَّ النبي صلّى الله عليه 
وسلّم أَعْطَاهُ دِينَارًا  يَشْتَرِي له بِهِ شَاةً فَاشْتَرَى له بِهِ 
شَاتَيْنِ فَبَاعَ  إِحْدَاهُمَا بِدِينَارٍ وَجَاءَهُ بِدِينَارٍ وَشَاةٍ 
فَدَعَا له  بِالْبَرَكَةِ في بَيْعِهِ. وكان لو اشْتَرَى التُّرَابَ 
لَرَبِحَ فيه.  رواه البخاري 

"Dari sahabat Urwah bin Abil  Jaed Al Bariqy radhillahu ‘anhu, bahwasanya 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa  sallam pernah memberinya uang satu dinar agar 
ia membelikan seekor  kambing untuk beliau, maka sahabat Urwah dengan uang 
itu membeli dua  ekor kambing, lalu menjual salah satunya seharga satu 
dinar. Dan iapun  datang menghadap Nabi dengan membawa uang satu dinar dan 
seekor kambing. Kemudian Nabi mendoakannya agar mendapatkan keberkahan 
dalam  perniagaannya. Sehingga andaikata ia membeli debu, niscaya ia akan 
mendapatkan keuntungan padanya." (HR. al-Bukhary). 

Demikianlah sedikit gambaran  tentang peranan keberkahan pada usaha, 
penghasilan, dan kehidupan  manusia, yang digambarkan dalam al-Qur'an dan 
al-Hadits. 

Sebenarnya, masih banyak lagi  gambaran tentang peranan keberkahan yang 
disebutkan dalam al-Qur'an atau hadits, hanya karena tidak ingin terlalu 
bertele-tele, saya cukupkan  dengan tiga dalil di atas sebagai contoh, 
sedangkan sebagian lainnya  akan disebutkan pada pembahasan selanjutnya. 


Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, M.A 

Sumber: Kumpulan artikel Ustadz Muhammad Arifin Baderi dari naskah buku 
beliau berjudul 12 Kiat Ngalap Berkah untuk www.pengusahamuslim.com 

Artikel: http://salafiyunpad.wordpress.com 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke