Bukan sampah lagi...tapi emang bener2 pelem yang ngerusak moral,dan mental 
bangsa....
  ----- Original Message ----- 
  From: aga 
  To: aga madjid 
  Sent: Wednesday, October 20, 2010 11:21 AM
  Subject: Re: ~ aga ~ Review Film : 'Rintihan Kuntilanak Perawan': Bukan 
Hantu,Tapi Industri yang Merintih


  Film sampah yang pernah ada !!!

  selama gue nonton ini, gue cuman mainin BB aja sambil berharap hujan cepetan 
berhenti.

  Wasting ur time and money for this truly horrible fuckin' movie ever !!! 


  aga madjid


------------------------------------------------------------------------------

  From: "Rochmad Sigit" <[email protected]> 
  Sender: [email protected] 
  Date: Wed, 20 Oct 2010 11:16:13 +0700
  To: <[email protected]>
  ReplyTo: [email protected] 
  Subject: ~ aga ~ Review Film : 'Rintihan Kuntilanak Perawan': Bukan Hantu, 
Tapi Industri yang Merintih


  Selasa, 19/10/2010 11:14 WIB
  'Rintihan Kuntilanak Perawan': Bukan Hantu, Tapi Industri yang Merintih
  Veronika Kusumaryati - detikMovie




  ist.

  Jakarta - Film ini bisa jadi hanyalah film horor yang akan terlupakan setahun 
yang akan datang. Tak ada yang istimewa selain bahwa KK Dheeraj setelah membuat 
beberapa horor dengan estetika rendahan (low brow), kini semakin memperhatikan 
kualitas produksi maupun presentasinya. Perhatian ini tentu saja juga terjadi 
dengan pemilihan bintang dan pemasaran yang membuat film ini menyulut 
kontroversi, setidaknya untuk Front Pembela Islam (FPI). 

  Memasang Tera Patrick, bintang film dewasa Amerika Serikat, sebagai salah 
satu tokoh utama bukanlah menjadi kebutuhan film itu sendiri. Melainkan, alat 
pemasaran yang dirasakan cukup ampuh menaklukkan pasar film Indonesia yang 
sedang jenuh.
   
  'Rintihan Kuntilanak Perawan' bercerita tentang seorang perempuan bernama 
Alice (dimainkan oleh Tera Patrick) yang tinggal bersama sepupunya, Lily 
(dimainkan oleh Angel Lelga). Pada suatu malam, mereka bertandang ke kafe milik 
pacar Lily, Mike. Di kafe tersebut, sebuah band yang  beranggotakan empat 
laki-laki muda, The Keren's Band, sedang berjuang untuk menjadi besar.  Salah 
satu anggota band mendekati Alice, dan Alice pun diajak oleh rombongan band itu 
ke suatu tempat yang misterius. 

  Lily pun pulang ke rumah. Keesokan harinya, Alice mulai berubah. Ia kemudian 
menjadi pembunuh keji yang membidik mangsa-mangsanya di kafe milik Mike. Satu 
per satu laki-laki yang terpikat dengannya, termasuk manajer The Keren's, 
terbunuh secara sadis di tangan Alice. Lily sendiri selalu dihantui oleh 
kuntilanak di rumahnya yang besar bak istana. 

  Dalam adegan-adegan selanjutnya, film ini tak berbeda dengan film-film KK 
Dheeraj sebelumnya atau pun film-film horor sejenis. Ia mengandalkan efek tata 
suara, bentuk hantu yang lebih bisa dikatakan menjijikkan daripada menakutkan, 
dan tentu saja, penampakan tubuh seksi Angel Lelga dan Tera Patrick.  Meski 
perubahan Alice dari perempuan kulit putih yang masih perawan hingga menjadi 
pembunuh sadis dijelaskan lewat adegan penggunaan ilmu hitam oleh anggota The 
Keren's, namun secara garis besar, narasi film ini lebih mengandalkan 
gambar-gambar eksplisit hantu, kekejaman, dan tentu saja kesintalan daripada 
alur cerita yang jelas.
   
  Motif perempuan yang disakiti kemudian balas dendam tetap diulang, tanpa 
memberi makna dan perubahan baru dalam cerita. Namun, film ini menghadirkan 
situasi yang menarik bukan hanya di resepsinya, di mana orang-orang yang 
menamakan dirinya 'penjaga moral bangsa'  menganggapnya sebagai sampah 
pornografi namun juga di dalam cerita, karena hampir semua laki-laki yang 
ditampilkan dalam film tidak memiliki gambaran positif sedikit pun, kecuali 
Mike. 

  Film ini berakhir dengan drama yang mungkin hanya karakter perempuanlah yang 
memahaminya karena tak satu pun dialog terucap tentang apa yang sebenarnya 
terjadi ketika Alice 'diculik' oleh The  Keren's (tak adakah nama band yang 
lebih norak daripada ini?).

  Menonton film ini tak beda dengan menonton film-film eksploitasi tahun 
1990-an macam 'Kenikmatan Terlarang' (2006) dan 'Puncak Kenikmatan' (1997). 
Apalagi konteks produksi film-film eksploitasi ini hampir sama. Film-film itu 
dibuat pada akhir periode Orde Baru ketika penguasa melakukan sensor yang 
sangat ketat pada seksualitas dan terutama isu-isu politik yang dianggap 
subversif. 

  Sedangkan, film-film seperti 'Rintihan Kuntilanak Perawan' ini dibuat 
pasca-pengesahan UU Anti-Pornografi dan Pornoaksi serta menguatnya penguasa dan 
kekuatan-kekuatan masyarakat untuk menertibkan moral dan seksualitas perempuan. 
Film-film ini juga hasil dari sebuah periode di mana produksi film-film bermutu 
mulai turun dan penonton mulai jenuh dengan jenis-jenis film yang dibuat oleh 
pembuat film Indonesia.
   
  Perusahaan pembuat film ini, K2K Production adalah perusahaan film yang 
didirikan pada 2006 yang film pertamanya, 'Genderuwo' (2007) oleh Sinema 
Indonesia dikatakan disunting dengan 'powerpoint'. Ejekan itu sayangnya tidak 
membuat perusahaan tersebut menghentikan film-film 'low brow' yang dibuatnya. 
Semakin banyak hinaan, semakin besarlah tekad mereka untuk membuat film-film 
dengan budget rendah dan keuntungan yang cukup besar. 

  K2K Production bukanlah satu-satunya perusahaan yang membuat film seperti 
itu. Namun, seperti yang telah diperlihatkan sejarah, produksi film-film 
seperti 'Rintihan Kuntilanak Perawan' ini hanya akan jadi sebuah pertanda pada 
kembalinya masa surut perfilman nasional yang dibangun di atas fondasi industri 
yang rapuh.

  Veronika Kusumaryati, belajar di Departemen Kajian Film Fakultas Film dan 
Televisi Institut Kesenian Jakarta. Ia adalah salah seorang pendiri Klub Kajian 
Film IKJ. Kini ia bekerja sebagai kurator film. (mmu/mmu)

   

  Thanks

  Warm Regards,

   

   

  Rochmad Sigit

   

  [ Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah, 

  bukan disebabkan oleh besarnya masalah, 

  tetapi oleh kecilnya tujuan hidup. ]

   


  -- 
  you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
  to post emails, just send to :
  [email protected]
  to join this group, send blank email to :
  [email protected]
  to quit from this group, just send email to :
  [email protected]
  if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
  or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
  add my twitter @aga_madjid
  thanks for joinning this group.


  -- 
  you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
  to post emails, just send to :
  [email protected]
  to join this group, send blank email to :
  [email protected]
  to quit from this group, just send email to :
  [email protected]
  if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
  or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
  add my twitter @aga_madjid
  thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke