ANTARA SABAR DAN MENGELUH Undur Depan
--------------------------------------------------------------------------------
Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di
Baitul Haram. Di waktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar
dan berseri wajahnya.
"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita
itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati."
Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah
katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita
dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal
ini."
Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu ?"
Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing
korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang
satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba
anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan
padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?"
Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?"
Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian
dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit
yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya
itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari
suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas,
ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis
melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin
dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya.
Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."
Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah
yang sangat hebat itu ?"
Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membezakan antara sabar
dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang
berbeza. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan
terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti
yakni sia-sia belaka."
Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan teladan di mana
kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang
yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari
Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah
hadis Qudsi,:
" Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari
ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya."
Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya
haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,:
" Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh
dan menghina nasab orang."
Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliah, dan orang yang
mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian
dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah)
Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala
musibah.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.