monggo yang mau merit...





1. Etika Dimalam Pengantin dan Pergaulan Suami Istri 
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

1.    Merayu istri dan bercanda dengannya di saat santai berduaan. Nabi 
Shallallaahu alaihi wa Sallam selalu bercanda, tertawa dan merayu 
istri-istrinya. 

2.    Meletakkan tangan di kepala istri dan mendo`akannya. Rasulullah 
Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila salah seorang kamu menikahi 
seorang wanita, maka hendaklah ia memegang ubun-ubunnya, dan bacalah bimillah 
lalu mohon berkahlah kepada Allah, dan hendaknya ia membaca: "(a Allah, 
sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan sifat yang ada 
padanya; dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukanya dan keburukan sifat yang 
ada padanya)" (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Al- Albani). 

3.    Disunnahkan bagi kedua mempelai melakukan shalat dua raka`at bersama, 
karena hal tersebut dinukil dari kaum salaf. 

4.    Membaca basmalah sebelum melakukan jima`. Rasulullah Shallallaahu alaihi 
wa Sallam bersabda: "Kalau sekiranya seorang di antara kamu hendak bersenggama 
dengan istrinya membaca : "(Dengan menyebut nama Alllah, ya Allah, jauhkanlah 
setan dari kami dan jauhkan syetan dari apa yang Engkau rizkikan kepada kami), 
maka sesungguhnya jika keduanya dikaruniai anak dari persenggamaannya itu, 
niscaya ia tidak akan dibahayakan oleh setan selama- lamanya" (Muttafaq alaih). 

5.    Jika sang suami ingin bersenggama lagi, maka dianjurkan berwudhu terlebih 
dahulu, karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila 
salah seorang kamu telah bersetubuh dengan istrinya, lalu ingin mengulanginya 
kembali maka hendaklah ia berwudhu". (HR. Muslim). 

6.    Disunatkan bagi kedua suami istri berwudhu sebelum tidur sesudah 
melakukan jima`, karena hadits Aisyah menuturkan :"Adalah Rasulullah 
Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila beliau hendak makan atau tidur sedangkan 
ia junub, maka beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk 
shalat" (Muttafaq'alaih). 

7.    Haram bagi suami menyetubuhi istrinya di saat ia sedang haid atau 
menyetubuhi duburnya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: 
Barangsiapa yang melakukan persetubuhan terhadap wanita haid atau wanita pada 
duburnya, atau datang kepada dukun (tukang sihir) lalu membenarkan apa yang 
dikatakannya, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan 
kepada Muhammad". (HR. Al-Arba`ah dan dishahihkan oleh Al-Alnbani). 

8.    Haram bagi suami-istri menyebarkan tentang rahasia hubungan keduanya. 
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguh-nya manusia yang 
paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah orang lelaki 
yang berhubungan dengan istrinya (jima`), kemudian ia menyebarkan rahasianya". 
(HR. Muslim). 

9.    Hendaknya masing-masing saling bergaul dengan baik, dan melaksanakan 
kewajiban masing-masing terhadap yang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman 
yang artinya: "Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya 
menurut yang ma`ruf". (Al-Baqarah: 228). 

10.    Hendaknya suami berlaku lembut dan bersikap baik terhadap istrinya dan 
mengajarkan sesuatu yang dipan-dang perlu tentang masalah agamanya, serta 
menekankan apa-apa yang diwajib Allah terhadapnya. Rasulullah Shallallaahu 
alaihi wa Sallam telah bersabda: "Ingatlah, berpesan baiklah selalu kepada 
istri, karena sesungguhnya mereka adalah tawanan disisi kalian...." (HR. 
Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani). 

11.    Hendaknya istri selalu ta`at kepada suaminya sesuai kemampuannya asal 
bukan dalam hal kemaksiatan, dan hendaknya tidak mematuhi siapapun dari 
keluarganya bila tidak disukai oleh suami dan bertentangan dengan kehendaknya, 
dan hendaknya istri tidak menolak ajakan suami bila mengajaknya. Rasulullah 
Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila suami mengajak istrinya ke 
tempat tidutrnya lalu ia tidak memenuhi ajakannya, lalu sang suami tidur dalam 
keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknat wanita tersebut hingga pagi". 
(Muttafaq alaih). 

12.    Hendaknya suami berlaku adil terhadap istri-istrinya di dalam masalah- 
masalah yang harus bertindak adil. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam 
bersabda: "Barangsiapa mempunyai dua istri, lalu ia lebih cenderung kepada 
salah satunya, niscaya ia datang di hari Kiamat kelak dalam keadaan sebelah 
badannya miring". (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). 

sumber : "ETIKA KEHIDUPAN MUSLIM SEHARI-HARI", Karya Syaikh Abdul Aziz bin 
Abdullah bin Baz, 




2. Etika Tidur dan Bangun 
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
1.    Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan 
sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum 
tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu 
jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhanahu 
wata'ala dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali 
dan bertobat kepada-Nya. 

2.    Tidur dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari `Aisyah 
Radhiallahu'anha "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam tidur pada 
awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan 
shalat".(Muttafaq `alaih) 

3.    Disunnatkan berwudhu' sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan. 
Al- Bara' bin `Azib Radhiallahu'anhu menuturkan : Rasulullah Shallallahu'alaihi 
wasallam bersabda: "Apabila kamu akan tidur, maka berwudlu'lah sebagaimana 
wudlu' untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan..." 
Dan tidak mengapa berbalik kesebelah kiri nantinya. 

4.    Disunnatkan pula mengibaskan sperei tiga kali sebelum berbaring, 
berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiallahu'anhu bahwasanya Rasulullah 
Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Apabila seorang dari kamu akan tidur 
pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya 
itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya..." Di dalam 
satu riwayat dikatakan: "tiga kali". (Muttafaq `alaih). 

5.    Makruh tidur tengkurap. Abu Dzar Radhiallahu'anhu menuturkan :"Nabi 
Shallallahu'alaihi wasallam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang 
berbaring tengkurap. Maka Nabi Shallallahu'alaihi wasallam membangunkanku 
dengan kakinya sambil bersabda :"Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), 
sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya 
penghuni neraka". (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani). 

6.    Makruh tidur di atas dak terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber 
dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shallallahu'alaihi wasallam 
telah bersabda: "Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada 
penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya". (HR. Al-Bukhari di dalam al-Adab 
al-Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al-Albani). 

7.    Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari 
Jabir ra diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam 
telah bersabda: "Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, 
tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan 
minuman". (Muttafaq'alaih). 

8.    Membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, Surah 
Al-Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), karena banyak 
hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut. 

9.    Membaca do`a-do`a dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah 
Shallallahu'alaihi wasallam, seperti : Allaahumma qinii yauma tab'atsu 
'ibaadaka. "Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau 
membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu". Dibaca tiga kali.(HR. Abu Dawud 
dan di hasankan oleh Al Albani) 

10.    Dan membaca: Bismika Allahumma Amuutu Wa ahya. "Dengan menyebut nama- Mu 
ya Allah, aku mati dan aku hidup." (HR. Al Bukhari) 

11.    Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, 
maka disunnatkan (dianjurkan) berdo`a dengan do`a berikut ini : "A'uudzu 
bikalimaatillaahit taammati min ghadhabihi Wa syarri 'ibaadihi, wa min 
hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuna." Artinya, "Aku berlindung dengan 
Kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, dari 
gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku". (HR. Abu Dawud dan dihasankan 
oleh Al Albani) 

12.    Hendaknya apabila bangun tidur membaca : "Alhamdu Lillahilladzii 
Ahyaanaa ba'da maa Amaatanaa wa ilaihinnusyuur" Artinya, "Segala puji bagi 
Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya 
lah kami dikembalikan." (HR. Al-Bukhari) 

sumber :  Ebook compiled by Akhukum Fillah, La Adri At Tilmidz 

"ETIKA KEHIDUPAN MUSLIM SEHARI-HARI", Karya Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin 
Baz, 

Judul Asli Al-Qismu Al-Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan 
______________________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain privileged, 
proprietary, or otherwise private information. If you have received it in 
error, please notify the sender and delete the message immediately. Any other 
use of the email is prohibited.
 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke