*Bukti Ilmiah Mukjizat Nabi Musa Membelah Laut*

*Ilmuwan mengungkap mukjizat Musa masuk akal secara ilmu pengetahuan, teori
fisika. *

Rabu, 22 September 2010, 13:38 WIB

Elin Yunita Kristanti

[image:
http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/09/22/96442_ilustrasi-musa-membelah-laut-merah_300_225.jpg]

Ilustrasi Musa membelah Laut Merah (ramdasstapes.org)

*VIVAnews* - Dikisahkan dalam kitab suci Perjanjian Lama bahwa Nabi Musa dan
pengikutnya dari Bani Israil pernah terjebak di antara dua kematian. Maju
dihadang laut merah, diam atau mundur bakal dihabisi serdadu Firaun. Lalu
Tuhan pun memberi mukjizat kepada Musa, mukjizat yang dipercaya tiga agama.

Angin bertiup kencang sepanjang malam. Lalu air Laut Merah pun tersibak ke
kiri dan ke kanan, membentuk jalan di antara dinding air yang  memberi
kesempatan bagi Musa dan pengikutnya melarikan diri. Ketika tentara Firaun
mengejar mereka, tiba-tiba dinding  air laut runtuh. Maka tenggelamlah
mereka.

Ribuan tahun sesudah kejadian itu, kini para ilmuwan meyakini bahwa
keajaiban itu merupakan fenomena alam. Para ilmuwan dari *National Cnetre
for Atmosphere Seserach *di Calorado Amerika Serikat, sebagaimana
ditulis *Daily
Mail,* Rabu 22 September 2010, menemukan bahwa air laut yang tersibak itu
akibat gerakan angin.

Dalam sebuah simulasi komputer yang dilakukan para ahli di Colorado itu
diketahui bahwa angin timur yang berhembus dengan sangat kuat selama 12 jam
dalam semalam, bisa menyibak air laut, menciptakan  sebuah jalan tanah
sebagaimana digambarkan dalam kisah 'Eksodus'.

Sedikit berbeda dengan deskripsi lokasi di kitab suci, para ilmuwan  itu
meyakini bahwa lokasi keajaiban bukan  di Laut Merah, melainkan  di lokasi
di dekatnya -- di delta Sungai Nil, di mana sebuah sungai kuno menyatu
dengan laguna.

Dari penelitian di lapangan, peta lokasi dan percobaan di laboratorium, para
ilmuwan itu  menemukan bahwa angin timur dengan kecepatan 63 mph yang
bertiup dalam waktu 12 jam akan mendorong air -- baik di danau maupun aliran
air. Proses ini akan menciptakan jalan tanah lumpur sepanjang dua mil dan
lebar tiga mil selama empat jam.

Saat kecepatan angin turun, air akan kembali ke posisi awal --  mirip
fenomena pasang surut. Dalam jurnal *Public Library of Science ONE*, para
ahli menguraikan bahwa siapapun yang terdampar dalam lumpur itusesudah angin
melemah akan berisiko tenggelam.

"Orang-orang selalu terpesona dengan kisah 'Eksodus' Musa, meyakini bahwa
itu adalah fakta sejarah. Apa yang ditunjukan dalam penelitian ini adalah
bahwa deskripsi membelahnya lautan, memang masuk akal dalam hukum fisika."
kata Ketua tim peneliti, Carl Drews.

"Membelahnya laut bisa dipahami melalui dinamika fluida. Angin menggerakkan
air dengan cara yang sesuai dengan hukum fisika -- menciptakan jalan aman
dengan dinding air di dua sisi -- lalu air itu runtuh dan menenggelamkan
jalan itu." Simulasi komputer juga menunjukkan tanah kering bisa terlihat di
dua lokasi terdekat selama badai angin.

Temuan ilmuwan tidak mirip dengan penjelasan di Perjanjian  Lama. Sesuai
fisika, terpisah satu sama lain, melainkan, salah satu bagian air terdorong
ke sisi berlawanan.

Sebelumnya, sejumlah teori ditawarkan untuk menjelaskan fenomena terbelahnya
Laut Merah secara ilmiah. Salah satunya, tsunami -- yang bisa memundurkan
air laut dan kemudian memajukannya dengan cepat.

Namun teori tsunami, tidak sesuai dengan penjelasan dalam kitab suci --
bahwa membelahnya laut terjadi secara gradual, dan melibatkan angin.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke