ya ampyun ga.... gue kan dah besar...... masa loe jadiin anak sich....

--- On Thu, 11/18/10, aga <[email protected]> wrote:

From: aga <[email protected]>
Subject: Re: ~ aga ~ Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I - Bukan Film 
Anak-Anak
To: "aga madjid" <[email protected]>
Date: Thursday, November 18, 2010, 12:46 PM

Anak gue kan 1 hehehe
agaFrom:  [email protected]
Sender:  [email protected]
Date: Thu, 18 Nov 2010 05:44:42 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I - Bukan Film 
Anak-Anak
Kayak dah punya anak ajah loe ga..Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  "aga" 
<[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Thu, 18 Nov 2010 05:39:44 +0000To: aga 
madjid<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I - Bukan Film 
Anak-Anak
Haduh, nggak bisa ngajak anak2 nih ...
agaFrom:  "Rochmad Sigit" <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Thu, 18 Nov 2010 12:33:21 +0700To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: ~ aga ~ Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I - Bukan Film 
Anak-Anak
Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I - Bukan Film Anak-AnakDiposting 
Oleh Lika Samiadi, Kamis, 18 November 2010 09.43 WIBDok. Warner Bros Pictures 
“Sulit dipercaya bahwa 9 tahun yang lalu seri ini dimulai dengan sebuah film 
keluarga yang ditonton banyak anak-anak.” Siapa pun yang sudah melahap habis 
tujuh buku Harry Potter pasti tahu bahwa Harry Potter and the Deathly Hallows 
memiliki mood paling gelap dibanding enam buku sebelumnya. Sepertinya mood ini 
berhasil dipertahankan sutradara David Yates dalam adaptasi filmnya. Sepanjang 
film, nuansa gelap dan muram sangat terasa, mulai dari tone warna, dialog, 
hingga musik scoring. Sulit dipercaya bahwa sembilan tahun yang lalu seri film 
ini dimulai dengan sebuah film keluarga yang ditonton banyak anak-anak.

Tentunya film dibuat lebih "gelap" bukan tanpa alasan. Di seri sebelumnya 
(Harry Potter and the Half-Blood Prince), film diakhiri dengan kematian Albus 
Dombledore. Maka The Deathly Hallows dimulai dengan memperlihatkan kekacauan 
dunia sihir dan dunia muggle sepeninggal Dumbledore. Kementrian Sihir diambil 
alih Death Eater (alias Pelahap Maut), muggle dan penyihir "berdarah lumpur" 
ditangkap dan dibunuh, bahkan demi melindungi keluarganya, Hermione sampai 
harus menghapus dirinya dari ingatan kedua orang tuanya.

Kalau itu masih kurang "muram", di 30 menit pertama sudah ada satu tokoh yang 
tewas, dan satu lagi yang terluka parah. Bahkan pesta pernikahan Bill Weasley 
dengan Fleur Delacour pun tak berhasil menciptakan suasana suka cita di 
kediaman keluarga Weasley.

Dari situ, fokus film berpindah pada petualangan Harry, Ron, dan Hermione 
mencari dan menghancurkan horcrux. Horcrux adalah jimat berisi potongan jiwa 
Lord Voldemort -- seluruhnya berjumlah tujuh buah -- yang jika semuanya 
berhasil dihancurkan, tamatlah riwayat Sang Pangeran Kegelapan. Tentunya 
mencari horcrux bukan hal yang mudah, karena tak ada satu pun dari mereka yang 
tahu apa bentuk horcrux-horcrux tersebut. Dan jika sudah berhasil ditemukan 
pun, tak ada yang tahu bagaimana cara menghancurkannya.“Satu lagi penanda tiga 
penyihir ini sudah beranjak dewasa adalah adegan ciuman yang semakin berani” 

Situasinya makin rumit karena kali ini tiga sekawan penyihir ini tak mendapat 
bantuan sama sekali dari pihak luar, bahkan dari keluarga mereka sendiri. Harry 
dkk terpaksa tinggal di tenda, berpindah-pindah tempat supaya tak mudah 
terlacak. Maklum saja, wajah Harry sudah tersebar di seluruh penjuru kota dalam 
selebaran bertuliskan 'Wanted'. 

Masalah juga timbul saat Ron -- yang diam-diam jatuh cinta pada Hermione -- 
merasa cemburu dengan kedekatan Harry dan gadis pujaannya. Beban Ron di 
perjalanan ini memang tak ringan. Bukan saja merasa tersisih dari Harry dan 
Hermione yang sering menghabiskan waktu bersama, Ron juga tak pernah melepaskan 
pendengarannya dari siaran radio gerilya. Radio ini tak memutarkan musik, 
melainkan memberi informasi tentang siapa saja penyihir yang dinyatakan hilang, 
dan siapa saja yang terbunuh.

"Aku mendengarkan untuk memastikan nama Ginny, Fred and George, atau ibuku tak 
disebut," ujar Ron saat Harry memintanya mematikan radio.

Heart-breaking, isn't it?
Tapi jangan khawatir, di tengah segala kesedihan dan ketegangan film, kita 
masih akan dibuat tertawa dengan humor-humor khas Harry Potter. Pengocok perut 
paling utama tentu saja adalah Ron, yang dari dulu dikenal suka melontarkan 
pernyataan-pernyataan konyol. Belum lagi usahanya memikat hati Hermione yang 
bukan jadi romantis tapi malah mengundang tawa. 

Lalu jika Anda masih membayangkan Harry dkk sebagai bocah-bocah imut siswa 
sekolah Hogwarts, hapuskan imej itu dari pikiran Anda. Daniel Radcliffe kini 
berusia 21 tahun, Rupert Grint -- pemeran Ron -- sudah pernah melakukan adegan 
sex di film Cherry Bomb (2009), sedangkan Emma Watson... Ah, masih perlukah 
saya beri tahu seperti apa rupa Emma Watson saat ini?

Satu lagi penanda tiga penyihir ini sudah beranjak dewasa adalah adegan ciuman 
yang semakin "berani". Bukan lagi sekadar kecupan di bibir, tapi french kiss 
panjang dan penuh gairah, yang menampilkan Emma Watson topless.

Jadi jelaslah sudah, Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I memang bukan 
film anak-anak. Logikanya sih, anak-anak SD yang dulu menonton Harry Potter and 
the Sorcerer's Stone di tahun 2001 pun kini telah beranjak remaja. 

Oh ya, kenapa ada embel-embel "Part I" pada judul film? Tidak lain karena buku 
terakhir dari seri Harry Potter ini memang diangkat ke dalam dua film. Mungkin 
terlalu banyak detail yang tak boleh terlewatkan sehingga jika semuanya dimuat 
ke satu film bisa-bisa durasinya jadi lima jam. Maka berakhirlah Harry Potter 
and the Deathly Hallows: Part I pada sebuah adegan yang menampilkan Lord 
Voldemort. Penonton pun dibuat geregetan dan penasaran karena harus menunggu 
sambungan ceritanya -- Harry Potter and the Deathly Hallows: Part II -- yang 
baru akan dirilis Juli 2011.

Saat saya menyaksikan film ini di pemutaran perdananya di Jakarta, begitu film 
berakhir, seluruh penonton bertepuk tangan panjang.    ThanksWarm Regards,    
Rochmad Sigit  [ Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah, bukan 
disebabkan oleh besarnya masalah, tetapi oleh kecilnya tujuan hidup. ]  

-- 

you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.

to post emails, just send to :

[email protected]

to join this group, send blank email to :

[email protected]

to quit from this group, just send email to :

[email protected]

please visit to www.facebook.com/aga.madjid,

add my Yahoo Messenger at [email protected] or

add my twitter @aga_madjid

thanks for joinning this group.




-- 

you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.

to post emails, just send to :

[email protected]

to join this group, send blank email to :

[email protected]

to quit from this group, just send email to :

[email protected]

please visit to www.facebook.com/aga.madjid,

add my Yahoo Messenger at [email protected] or

add my twitter @aga_madjid

thanks for joinning this group.




-- 

you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.

to post emails, just send to :

[email protected]

to join this group, send blank email to :

[email protected]

to quit from this group, just send email to :

[email protected]

please visit to www.facebook.com/aga.madjid,

add my Yahoo Messenger at [email protected] or

add my twitter @aga_madjid

thanks for joinning this group.




-- 

you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.

to post emails, just send to :

[email protected]

to join this group, send blank email to :

[email protected]

to quit from this group, just send email to :

[email protected]

please visit to www.facebook.com/aga.madjid,

add my Yahoo Messenger at [email protected] or

add my twitter @aga_madjid

thanks for joinning this group.




      

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke