kokooooo, ...... ternyata boleh tuhh ..... :p


2010/11/25 Deasy Christine <[email protected]>

>   tuch ga... bolehkan.....
>
> --- On *Thu, 11/25/10, aga madjid <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: aga madjid <[email protected]>
> Subject: ~ aga ~ Gigolo Boleh Pakai Kondom; Fakta Dulu, Baru Bicara &
> Berbicara dgn Hati ...
> To: "milis aga" <[email protected]>
> Date: Thursday, November 25, 2010, 3:16 PM
>
>
>
>
>  *Paus Benediktus XVI: Gigolo Boleh Pakai Kondom untuk Cegah HIV*
>
>
> <http://sg.rd.yahoo.com/sea/news/article/REPUlogo/SIG=116isknqb/**http%3A%2F%2Fwww.republika.co.id%2F>
>
>
> *Republika - Senin, 22 November** *
>
>
> <http://id.news.yahoo.com/repu/20101121/img/pwl-1-paus-benediktus-xvi-g-765256e1ced70.html>
>
>
> *Paus Benediktus XVI: Gigolo Boleh Pakai Kondom untuk Cegah HIV*
>
> REPUBLIKA.CO.ID <http://republika.co.id/>,VATICAN CITY--Pemimpin Katolik
> dunia, Paus Benediktus XVI tampaknya mulai melunak menyikapi pemakaian
> kondom dalam berhubungan seksual. Dalam kasus tertentu, Paus menganggap
> pemakaian kondom oleh gigolo diperbolehkan untuk menghindari penyebaran
> virus HIV.
>
> Sikap Paus itu dimuat dalam buku barunya yang akan diluncurkan Selasa
> (23/11) pekan depan. Sebagian isi dari buku yang berjudul ''Cahaya Dunia:
> Paus, Gereja dan Tanda-tanda Waktu'' itu diungkap oleh harian Vatican, Sabtu
> (20/11) kemarin.
>
> Dalam buku hasil wawancara panjang dengan jurnalis Jerman itu, Paus
> mengatakan pemakaian kondom dibolehkan dalam kondisi tertentu seperti bagi
> pelacur laki-laki alias gigolo untuk mencegah penyebaran HIV. Padadal ajaran
> gereja yang lama menentang pemakaian kondom sebagai alat kontrasepsi. Kondom
> juga tak boleh dipakai meski dengan alasan mencegah penyebaran HIV/AIDS.
>
> Namun kini, Benediktus menganggap pemakaian kondom oleh kalangan gigolo itu
> bukanlah isu pokok dan kondom juga bukan merupakan solusi moral. Namun
> pemakaian kondom bisa digunakan untuk mengurangi risiko penyebaran inveksi
> penyakit.
>
> Pernyataan Paus ini dinilai sebagai pergeseran posisi gereja Katolik.
> Karena sebelumnya pada Maret 2009 ketika berada di Afrika, dia mengatakan
> bahwa kondom tak akan menyelesaikan masalah AIDS. Sebaliknya, kondom malah
> bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit mematikan itu.
>
> Waktu itu, pernyataan Paus yang menentang penggunaan kondom meski untuk
> menghindari penyebaran HIV/AIDS itu kontan mendapatkan kecaman dari sejumlah
> negara Eropa seperti Prancis, Jerman, maupun badan PBB yang memerangi AIDS.
> Pernyataan Paus itu dianggap tidak bertanggung jawab dan membahayakan.
>
> =======================================
>
> From: *Etha Oprah*
>
>
> *Fakta Dulu, Baru Bicara**
> *Oleh: Sonny Wibisono
>
> "Opinions are made to be changed, or how is truth to be got at?"-- Lord
> Byron, penyair asal Inggris, 1788-1824
>
> KETIKA masuk ke dalam ruang rapat, dua rekannya langsung menghentikan
> pembicaraan. Sontak Agus merasa tidak enak. Dia pun langsung menduga ada
> sesuatu yang tengah dibicarakan dua rekannya. Pikiran Agus, yang memang
> penuh curiga melayang kemana-mana. Sampai akhirnya dia menaruh tuduhan:
> kedua temannya tengah merencanakan sebuah tindakan yang akan merugikannya
> dalam rapat ini.
>
> Rapat pun dimulai. Alih-alih memperhatikan jalannya rapat, mata Agus malah
> lekat-lekat menyaksikan kedua rekannya. Dia bersiap, kalau saja dua orang
> rekannya berulah, dia akan menjegalnya. Namun lebih dari satu jam rapat, tak
> ada gelagat buruk. Malah yang terjadi, dia kena tegur sang bos gara-gara dia
> tidak bisa menjawab pertanyaan.
>
> Karena hal sepele, Agus kena semprot. Anehnya, Agus justru menambah porsi
> dendam pada dua rekannya. Dia berkilah, dua orang itu teramat senang Agus
> diomeli sang bos. Malah dia makin menjadi-jadi. Pikirnya, dua orang itu
> tengah membuat rencana yang menyudutkannya di kelak hari. Sepanjang hari,
> sepanjang minggu, dia menjadi sibuk memperhatikan dua orang itu.
>
> Anda, duhai pembaca, pasti bisa merasakan betapa repotnya menjadi Agus. Dia
> hidup dan sibuk dalam kecurigaan yang sama sekali tidak pernah terbukti.
> Anehnya, dia tidak mencari kebenaran dari tuduhannya itu. Namun malah
> membiarkan pikirannya sendiri yang mengendalikan kesehariannya, dan tanpa
> disadari juga karirnya. Performa kerja lambat laun tentu akan menurun.
> Gelagatnya sudah kelihatan. Dia kena semprot saat pertemuan dengan sang bos.
> Agaknya kisah legendaris Sam Kok atau Kisah Tiga Negara yang kesohor itu
> perlu diketengahkan agar Agus bisa tersadar dari lamunannya.
>
> Alkisah, Cao-Cao, seorang perdana menteri yang melarikan diri dengan
> dibantu oleh seorang pejabat yang simpati kepadanya, Chen Gong. Dalam
> pelariannya, Cao-Cao bersembunyi di rumah pamannya, yang merupakan saudara
> angkat dari ayahnya.
>
> Masalahnya, Cao-Cao bawaannya selalu curiga. Ia curiga setiap tindak tanduk
> dari Lu Boshe, pamannya. Hingga suatu hari ketika Lu Boshe mengadakan
> pertemuan keluarga, Cao-Cao berhasil menguping pembicaraan keluarga itu.
>
> "Ikat saja dulu, lalu kita bunuh!" Itulah kalimat yang dicuri dengar oleh
> Cao-Cao.  Mendengar isi pembicaraan tersebut, Cao-Cao langsung marah. Ia pun
> mengambil pedangnya dan berusaha membunuh keluarga Lu Boshe. Tapi segera
> saja Chen Gong berusaha menenangkannya.
>
> "Sabar, mari kita dengar dulu apa maksud dari pembicaraan tersebut," kata
> Chen Gong. Tapi Cao-Cao tidak mempedulikannya, walau Chen Gong sudah
> berusaha membujuknya dengan susah payah. Cao-Cao akhirnya membantai seluruh
> keluarga tersebut dengan pedangnya. Air mata Chen Gong pun mengalir deras
> sedih dan menyesalkan tindakan semena-mena yang dilakukan Cao-Cao. Setelah
> diselidiki, ternyata Pamannya hendak mengikat seekor babi untuk dijadikan
> santap malam bagi Cao-Cao dan temannya. Tapi nasi telah menjadi bubur. Kini,
> hanyalah penyesalan yang kemudian tersisa.
>
> Semoga Agus atau kita semua tidak bertindak seperti Cao-Cao. Melihat segala
> sesuatu hanya dengan persepsi, bukan dengan fakta. Atau menghakimi orang
> dengan opini, bukan dengan bukti-bukti. Sebelum bertindak dan mengambil
> keputusan yang penting, galilah dulu bukti-bukti yang memadai. Dengarkan
> jangan hanya dari satu pihak saja. Setelah itu barulah Anda mengambil
> tindakan. Jangan kemudian penyesalan yang didapat ketika Anda telah
> memutuskan sesuatu tanpa didasari oleh fakta-fakta. Is that right brother?
>
> *) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media
> Komputindo, 2009
>
> ====================================
>
> From: *Etha Oprah*
>
>
> *Berbicara dengan Hati, Bukan Jari **
> *Oleh: Sonny Wibisono *
> Ditulis oleh Machrifal Anuar
>
> “Matikan komputermu. Matikan juga ponselmu. Dan perhatikan manusia di
> sekelilingmu.” – Eric Schmidt, CEO Google
>
>
> ADIL jengkel betul dengan istrinya. Sepanjang liburan akhir pekan keduanya
> sepakat memilih beristirahat di rumah. Lima hari bekerja membuat mereka
> ingin
> melemaskan otot-otot. Sekaligus tentu saja mempererat tali cinta diantara
> mereka berdua. Maklum, mereka belum lagi genap dua tahun menikah. Buah hati
> yang menjadi dambaan mereka tak kunjung datang. Mungkin Yang Di Atas belum
> memberikan mereka kepercayaan. Begitu keduanya menghibur diri.
>
>
> Tapi akhir pekan yang seharusnya indah justeru berubah menyebalkan.
> Seharian
> Anita, sang istri, hanya berada di kamar. Mungkin saja letih. Dia ingin
> istirahat penuh. Namun yang membuatnya jengkel, Anita terus menggenggam
> gadget
> kesayangannya. Anita kadang tertawa sendiri. Sampai kadang dia tak ingin
> jauh
> dari colokan listriknya. Gadget kesayangannya itu sering kehilangan tenaga,
> sehingga terpaksa harus dicharge.
>
>
> Adil geleng-geleng kepala. Namun Anita cuek bebek. Katanya, dia sedang
> asyik
> mengobrol dengan teman yang lama tak dijumpainya. Bertemu di jejaring
> sosial
> facebook, mereka kemudian bertukar nomor PIN. Lalu itulah yang terjadi,
> mereka
> mengobrol ngalor-ngidul sesuka hati. Adil pun memilih untuk keluar rumah
> dan
> mengobrol dengan tetangga.
>
>
> Ponsel cerdas itu menjadi booming di dunia, termasuk Indonesia. Apalagi
> setelah
> beberapa tokoh dunia dan seleb memakainya juga. Kelebihan menggunakan
> gadget ini dibandingkan dengan ponsel biasa memang beragam, misalnya saja
> layanan push mail, menerima dan membalas email yang masuk pada saat itu
> juga. Atau mengambil foto dan mengirimkannya ke handai taulan di luar negeri
> dalam sekejap. Lalu ada pula fasilitas chatting, browsing, hingga fasilitas
> online berbagai situs jejaring sosial. Kedekatan seseorang di dunia maya
> seakan-akan tidak lagi terpisahkan oleh ruang dan waktu. Tak aneh bila
> kemudian muncul istilah, ‘mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.’
>
>
> Namun memakai gadget ini bukan tak ada kekurangannya sama sekali.
> Contohnya, ya itu, interaksi antara Adil dan Anita menjadi tak nyaman.
> Ketika seseorang berasyik masyuk dengan dirinya dan dunianya sendiri, serta
> tidak memperdulikan lingkungan sekitar, apalagi menjadikannya sebagai
> ketergantungan yang sangat, maka menurut anak zaman sekarang dikatakan
> terkena ‘gejala autis’. Tapi bukankah merujuk peribahasa, ‘man behind the
> gun’, bahwa baik-buruknya penggunaan teknologi tergantung si pemakainya?
> Betul. Bila pemakainya memakai dengan bijak, tentu tak masalah. Sebaliknya
> pun demikian.
>
>
> Tapi nyatanya memang, menurut penelitian, ketergantungan akan gadget
> menyebabkan seseorang menjadi tak fokus. Bahkan para uskup senior di
> Liverpool, Inggris menantang umatnya untuk berpuasa teknologi selama 40
> hari. Mereka mendorong masing-masing orang untuk memangkas penggunaan karbon
> dengan tidak memakai sejumlah gadget. Tingkat ketergantungan pemakai gadget
> memang sungguh luar biasa. Hingga muncul istilah, ‘it is heaven for business
> owners, but hell for employees’.
>
>
> Gadget dibuat dengan tujuan membantu si pemakainya. Untuk menjadikan urusan
> berjalan dengan efektif dan efisien. Ambil satu contoh, misalnya saja ketika
> diadakan rapat penting. Saat dalam rapat membutuhkan komunikasi rahasia di
> antara peserta rapat, tentu saja cara yang cerdas dengan menggunakan gadget
> yang tersedia.
>
>
> Tetapi pada kenyataannya, yang kerap kita jumpai, teknologi yang awalnya
> dirancang untuk membantu kehidupan manusia, malah justeru membuat kita
> semakin menjauh satu dengan lainnya. Menjauh dari orang-orang yang kita
> kasihi, dan menjauh pula dari Tuhan yang sesungguhnya dekat dengan kita.
> Dengarlah apa yang dikatakan Eric Schmidt, CEO Google, dalam pidatonya di
> University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 18 Mei 2009 lalu
> dihadapan
> enam ribu wisudawan.
>
>
>
> Schmidt berujar, “Matikan komputermu. Matikan juga ponselmu. Dan perhatikan
> manusia di sekelilingmu.” Schmidt mengatakan demikian setelah melihat
> banyaknya kaum muda yang hanya terpaku pada dunia virtual di internet.
> Seakan tak peduli untuk berelasi dengan orang lain.
>
>
> Itulah yang dirasakan Adil sekarang. Ia merasa jauh sekali dari istrinya.
> Adil
> sesungguhnya tak menuntut lebih dari Anita. Adil hanya ingin Anita
> menghentikan sekali saja pada saat mereka berada di rumah. Apalagi
> disaat-saat mereka sedang berdua atau liburan. Baginya komunikasi yang baik
> bukan lagi semata dengan jari-jari, walau teknologi sudah maju. Berbicara
> dengan tatap muka, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh tentu lebih memanusiakan
> diri.
>
>
> Kita seharusnya memang dapat berhenti sejenak dari kegaduhan dunia virtual
> dan kembali pada ‘habitatnya’ sebagai makhluk sosial.
>
>
> *) Sonny Wibisono, penulis buku ‘Message of Monday’, PT Elex Media
> Komputindo, 2009
>
>
>
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]<aga-madjid%[email protected]>
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]<aga-madjid%[email protected]>
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke