Perceraian Akibat Facebook Makin Melonjak

 
<http://id.news.yahoo.com/viva/20101202/img/pls-1291282980-2010-0-viva-99568
8fd15e00.html> Description:
http://d.yimg.com/hb/ng/co/viva/20101202/10/2333966059-perceraian-akibat-fac
ebook-makin-melonjak.jpg?x=213&y=159&sig=uJHvf9mXt_EnCGEYqsvWdQ--Pasangan
Bertengkar (Ilustrasi) 

VIVAnews - Situs jejaring sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan
sehari-hari. Di balik manfaatnya yang memudahkan komunikasi, situs jejaring
sosial masih menjadi salah satu penyebab perceraian di era digital.

Berdasarkan survei American Academy of Matrimonial Lawyers, satu dari lima
perceraian di Amerika Serikat disebabkan oleh jejaring sosial Facebook.
Dikutip dari The Frisky, 80 persen pengacara perceraian melaporkan lonjakan
jumlah kasus yang menggunakan media sosial sebagai bukti perselingkuhan
pasangan.

Kebanyakan bukti yang diperlihatkan adalah foto-foto mesra yang menjadi
penyebab percekcokan pasangan. Kasus lainnya, banyak pasangan yang menemukan
dan berselingkuh dengan mitra mereka di masa lalu.

Situs jejaring Facebook menempati peringkat atas penyebab retaknya rumah
tangga di AS dengan 66 persen digunakan sebagai sumber bukti kasus
perceraian. Kemudian diikuti MySpace dengan 15 persen, Twitter 5 persen dan
lainnya sebesar 14 persen. Survei tersebut juga menemukan, sebanyak 20
persen petisi perceraian di Inggris menyalahkan Facebook sebagai ajang
selingkuh pasangan.

"Alasan yang paling umum adalah orang dengan mudah melakukan pembicaraan
seksual dengan orang yang tidak seharusnya di jejaring sosial," kata Mark
Keenan, Managing Director Divorce-Online.

Salah satu selebriti yang cerai akibat Facebook adalah bintang 'Desperate
Housewives' Eva Longoria. Ia menemukan suaminya, pemain basket Tony Parker
terus berhubungan dengan seorang wanita di Facebook. "Semua orang berbagi
hal-hal pribadi mereka di situs jejaring sosial dan membuka hal-hal yang
sifatnya sensitif ke ruang publik," Keenan menambahkan.

Konselor perkawinan Terry Real menambahkan, sebagian orang menggunakan
jejaring untuk menciptakan fantasi dan melarikan diri dari hubungan yang
membosankan. "Tidak ada yang lebih menggoda dengan menciptakan dunia fantasi
hingga akhirnya ketagihan untuk bertemu langsung  dengan orang yang Anda
temui di dunia maya," katanya. Menurutnya, masalah sebenarnya bukan terletak
dari jejaring sosial tetapi hilangnya cinta dan perhatian dalam pernikahan.

 

 

Warm Regards,

 

 

Rochmad Sigit

 

[ Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah, 

bukan disebabkan oleh besarnya masalah, 

tetapi oleh kecilnya tujuan hidup. ]

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke