KA’BAH – Wikipedia

Ka'bah (Arab: الكعبة)
adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah
Masjidil
Haram di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat
Islam). Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah
patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh
dunia seperti salat.
Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada
saat
musim haji dan umrah.
Sejarahwan, narator dan lainnya memiliki pendapat berbeda tentang siapa yang
telah membangun Ka'bah. Beberapa pendapat itu ada yang mengatakan Malaikat,
Adam dan Seth.[1] Dimensi
struktur bangunan ka'bah lebih kurang berukuran 13,10m tinggi dengan sisi
11,03m kali 12,62m. Juga disebut dengan nama Baitallah.
Sejarah perkembangan
Ka'bah yang juga dinamakan Bayt al `Atiq (Arab:بيت ال عتيق, Rumah Tua)
adalah bangunan
yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail
berada di Mekkah atas perintah
Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Ka'bah
telah
ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi
tersebut.
Pada masa Nabi
Muhammad SAW berusia 30 tahun (sekitar 600 M dan belum diangkat menjadi
Rasul pada saat itu), bangunan ini direnovasi kembali akibat banjir bandang
yang melanda kota Mekkah
pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah
ketika hendak meletakkan kembali batu Hajar Aswad
namun berkat penyelesaian Muhammad SAW perselisihan itu berhasil
diselesaikan
tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.
Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya
ke kota Madinah.
Lingkungan Ka'bah penuh dengan patung yang merupakan perwujudan Tuhan bangsa
Arab ketika masa kegelapan pemikiran (jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran
Nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa Arab
dan bangsa Yahudi
serta ajaran Nabi Musa
terhadap kaum Yahudi,
Tuhan tidak boleh disembah dengan diserupakan dengan benda atau makhluk
apapun
dan tidak memiliki perantara untuk menyembahnya serta tunggal tidak ada yang
menyerupainya dan tidak beranak dan tidak diperanakkan (Surat Al Ikhlas
dalam Al-Qur'an)
. Ka'bah akhirnya dibersihkan dari patung patung ketika Nabi Muhammad
membebaskan kota
Mekkah tanpa pertumpahan darah.
Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya'ibah sebagai
pemegang kunci ka'bah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh
pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar
bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abu Sufyan,
Dinasti Ummayyah,
Dinasti Abbasiyyah,
Dinasti Usmaniyah
Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi
yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah.
Bangunan Ka'bah
Pada awalnya bangunan Ka'bah terdiri atas dua pintu serta letak pintu Ka'bah
terletak di atas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak
tinggi. Pada saat Muhammad SAW berusia 30 tahun dan belum diangkat menjadi
rasul, dilakukan renovasi pada Ka'bah akibat bencana banjir. Pada saat itu
terjadi kekurangan biaya,[rujukan?] maka bangunan Ka'bah
dibuat hanya satu pintu. Adapula bagiannya yang tidak dimasukkan ke dalam
bangunan Ka'bah, yang dinamakan Hijir Ismail, yang diberi
tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi Ka'bah. Saat itu pintunya
dibuat
tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa
memasukinya, karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang dimuliakan
oleh bangsa Arab saat itu.
Nabi Muhammad SAW pernah mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali
Ka'bah karena kaumnya baru saja masuk Islam, sebagaiman tertulis dalam
sebuah
hadits perkataannya: "Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan
kekafiran, akan aku turunkan pintu Ka'bah dan dibuat dua pintunya serta
dimasukkan Hijir Ismail ke dalam Ka'bah", sebagaimana pondasi yang
dibangun oleh Nabi Ibrahim.
Ketika masa Abdullah bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan itu
dibangun kembali menurut perkataan Nabi Muhammad SAW, yaitu diatas pondasi
Nabi
Ibrahim. Namun ketika terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan
penguasa daerah Syam
(Suriah, Yordania dan Lebanon sekarang)
dan Palestina,
terjadi kebakaran pada Ka'bah akibat tembakan peluru pelontar (onager)
yang dimiliki pasukan Syam. Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi
khalifah, melakukan renovasi kembali Ka'bah berdasarkan bangunan di masa
Nabi
Muhammad SAW dan bukan berdasarkan pondasi Nabi Ibrahim. Ka'bah dalam
sejarah
selanjutnya beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan
dan karena umur bangunan.
Ketika masa pemerintahan khalifah Harun
Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk
merenovasi kembali ka'bah sesuai pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan
Nabi
Muhammad SAW. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni
Imam Malik
karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang
para penguasa sesudah beliau. Sehingga bangunan Ka'bah tetap sesuai masa
renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.
Penentuan arah kiblat
Untuk menentukan arah kiblat dengan cukup presisi dapat dilakukan dengan
merujuk pada kordinat Bujur / Lintang dari lokasi Ka'bah di Mekkah terhadap
masing-masing titik lokasi orientasi dengan menggunakan perangkat GPS. Untuk
kebutuhan
tersebut dapat digunakan hasil pengukuran kordinat Ka'bah berikut sebagai
referensi penentuan arah kiblat. Lokasi Ka'bah,
21°25‘21.2“ Lintang Utara039°49‘34.1“ Bujur TimurElevasi 304 meter (ASL)
Adapun cara sederhana dapat pula dilakukan untuk melakukan penyesuaian arah
kiblat. Pada
saat-saat tertentu dua kali satu tahun, Matahari tepat berada di atas Mekkah
(Ka'bah).
Sehingga jika pengamat pada saat tersebut melihat ke Matahari, dan
menarik garis lurus dari Matahari memotong ufuk/horizon tegak lurus,
pengamat akan mendapatkan posisi tepat
arah kiblat
tanpa harus melakukan perhitungan sama sekali, asal pengamat tahu kapan
tepatnya Matahari
berada di atas Mekkah.
Tiap tahun, Matahari berada
pada posisi tepat di atas Mekkah pada tanggal 28 Mei pukul 16:18 WIB dan
tanggal 16 Juli pukul 16:27 WIB.
Bumi berputar
pada sumbu rotasinya
dengan periode 24 jam.
Bagi pengamat yang berada di Bumi, efek yang diamati dari gerak rotasi
adalah
benda-benda langit
terlihat seolah-olah berputar mengelilingi Bumi dengan arah gerak
berlawanan dengan arah rotasi Bumi.
Bintang-bintang
terlihat bergerak dari timur ke barat. Ini mirip dengan gerak pohon-pohon
yang
diamati saat mengendarai mobil, seolah-olah pohon-pohon itu bergerak
berlawanan arah dengan gerak mobil. Efek rotasi
ini menyebabkan pengamat mengamati benda-benda langit (termasuk Matahari)
terbit di timur
dan terbenam di barat.
Sementara itu, Bumi
mengedari Matahari
dengan periode 1 tahun.
Akibatnya, relatif terhadap bintang-bintang pada bola langit, Matahari
sendiri terlihat berubah posisinya dari hari ke hari, dan setelah satu
tahun, kembali ke
posisi semula. Matahari
bergerak kurang lebih ke arah timur. Namun karena bidang edar Bumi
(ekliptika)
tidak sebidang dengan bidang rotasi Bumi
(Ekuator langit), maka gerak
Matahari
tadi pun tidak tepat ke arah timur, tetapi membentuk sudut 23,5º, sesuai
dengan besar sudut antara ekliptika dan
ekuator langit.
Dari Bumi,
pengamat melihat seolah-olah Matahari mengitari Bumi. Pengamat melihat
Matahari
mengitari Bumi pada
bidang ekliptika.
Karena Bidang ekliptika
membentuk sudut terhadap bidang ekuator Bumi, dalam interval satu tahun itu,
Matahari pada
satu saat berada di utara
ekuator, dan
disaat yang lain berada di selatan ekuator. Matahari bisa sampai sejauh
23,5º dari ekuator ke arah utara pada sekitar tanggal 22 Juni. Enam bulan
kemudian,
sekitar tanggal
22
Desember, Matahari
berada 23,5º dari ekuator
ke arah selatan.
Antara 22 Juni
dan 22
Desember, Matahari
bergerak ke arah selatan
ekuator,
bergerak relatif terhadap bintang-bintang. Sedangkan antara tanggal 22
Desember
dan 22 Juni,
Matahari
bergerak ke arah utara
ekuator.
Karena gerak tahunannya tersebut dikombinasikan dengan gerak terbit terbenam
Matahari
akibat rotasi Bumi, maka Matahari
menyapu daerah-daerah yang memiliki lintang
antara 23,5º LU dan 23,5º LS. Pada daerah-daerah di permukaan Bumi yang
memiliki lintang
dalam rentang tersebut, Matahari dua kali setahun akan berada kurang lebih
tepat di
atas kepala.
Karena Mekkah
memiliki lintang 21º 26' LU, yang berarti berada dalam daerah
yang disebutkan di atas, maka dua kali dalam setahun, Matahari akan
tepat berada di atas kota
Mekkah. Kapan
hal ini terjadi, bisa dilihat dalam almanak, misalnya
Astronomical Almanac.
Penentuan arah kiblat
dengan cara melihat langsung posisi Matahari
seperti yang disebutkan di atas (pada tanggal-tanggal
tertentu yang disebutkan di atas), tidaklah bisa dilakukan di semua tempat.
Sebabnya karena bentuk Bumi
yang bundar. Tempat-tempat yang bisa
menggunakan cara di atas untuk penentuan arah kiblat adalah
tempat-tempat yang terpisah dengan Mekkah kurang dari 90º. Pada
tempat-tempat yang terpisah dari Mekkah lebih dari
90º, saat Matahari
tepat berada di Mekkah,
Matahari
(dilihat dari tempat tersebut) telah berada di bawah horizon. Misalnya
untuk posisi pengamat di Bandung, saat Matahari tepat di atas Mekkah (tengah
hari), dilihat dari Bandung, posisi Matahari sudah
cukup rendah, kira-kira 18º di atas horizon.
Sedangkan bagi daerah-daerah di Indonesia Timur, saat itu Matahari telah
terbenam, sehingga praktis momen itu tidak bisa digunakan di sana . Bagi
tempat-tempat yang saat Matahari tepat
berada di atas Ka'bah, Matahari telah
berada di bawah ufuk/horizon, bisa
menunggu 6 bulan
kemudian. Pada tiap tanggal 28 November 21:09 UT (29 November
04:09 WIB) dan 16 Januari 21:29 UT (17 Januari
04:29 WIB), Matahari
tepat berada di bawah Ka'bah. Artinya, pada saat tersebut,
jika pengamat tepat menghadap ke arah Matahari,
pengamat tepat membelakangi arah kiblat. Jika pengamat memancangkan tongkat
tegak lurus, maka
arah jatuh bayangan
tepat ke arah kiblat.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke