Akibat Bermain Api

By: M. Agus Syafii

Banyak yang mengira berselingkuh itu nikmat. Di dalam alam bawah sadar
perselingkuhan itu menyenangkan namun disaat kesadarannya telah pulih maka
batin menjadi tersiksa, penyesalan berkepanjangan apabila perbuatannya
diketahui oleh pasangan hidupnya. Tentu saja yang menjadi korban bukan hanya
dirinya tetapi juga pasangan dan anak-anak yang tidak berdosa juga menjadi
korban secara psikologis mengalami guncangan. Saran saya, jangan bermain
api. Nanti terbakar.

Pernah saya bertemu dengan seorang laki-laki muda di Rumah Amalia. Ia tidak
bisa melupakan kekasih gelapnya namun ia ingin melepaskan darinya. Ia merasa
malu pada istrinya, malu pada orang lain, kenapa ia bisa berselingkuh dengan
perempuan lain. Ia merasa berdosa atas semua perbuatan yang dilakukan.
Perbuatan itu sudah setahun lalu dilakukan. Pada dasarnya dirinya bukan
laki-laki yang mudah tergoda, pertemuan itu bukanlah disengaja, kebetulan
ada kegiatan bersama dan kekasihnya yang mengejar-ngejar tetapi begitu sudah
mendapatkan malah ia yang tergila-gila padanya.

Lantas mengapa perselingkuhan itu terjadi? Awalnya ia melakukan hanya ingin
menunjukkan ego laki-laki yang menganggap dirinya mampu menggaet perempuan
yang lebih cantik dari istrinya. ia lakukan karena istrinya pekerja keras
dianggapnya terlalu cuek dan telah merendahkan harga dirinya sebagai suami.
Namun belakangan yang terjadi malah sebaliknya. Keadaannya malah membaik, ia
merasakan ada perubahan dari sikap istrinya, lebih banyak perhatian dan
waktu untuknya. Kenyataannya sekarang malah dirinya yang tersiksa, sakit dan
merasa berdosa dan hina. Kemudian ia berisiniatif untuk bershodaqoh dan
berdoa bersama di Rumah Amalia. 'Mas Agus, tolong bantu saya agar terlepas
dari perasaan salah dan bisa kembali bersama keluarga.' Ucapnya penuh isak
dan tangis. Saya mengajaknya untuk memperbanyak istighfar. Memohon ampun
kepada Allah dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.
Selanjutnya kami berdoa bersama.

Beberapa hari kemudian ia bersama istri datang kembali ke Rumah Amalia.
Kondisinya semakin membaik, sedikit demi sedikit. Keluarga itu telah kembali
rukun dan bahagia. Semuanya bersyukur kepada Allah atas ujian yang telah
dilalui dan kasih sayang Allah yang telah menyelamatkan keluarganya dari
kehancuran. Subhanallah.

'Tanamkanlah kesabaran dalam menghadapi segala kesulitan, bencana dan
kesengsaraan. Kesabaran merupakan akhlak yang mulia. Bersandarlah kepada
Allah dan mintalah senantiasa perlindunganNya dari segala bencana dan
penderitaan. Jangan berharap pertolongan dan perlindungan dari siapapun
kecuali hanya kepada Allah.' (Ali bin Abi Thalib).

Wassalam,
M. Agus Syafii
-
Yuk, hadir di kegiatan 'Amalia Tersenyum' Ahad, 26 Desember 2010, di Rumah
Amalia. Bila  berkenan berpartisipasi dg menyumbangkan buku2, Majalah,
Komik, Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ),IPTEK, buku Pelajaran,
peralatan sekolah, baju layak pakai. silahkan kirimkan ke Rumah Amalia,Jl.
Subagyo Blok ii 1, no.24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151 untuk
program kegiatan 'Amalia Tersenyum' .Dukungan & partisipasi anda sangat
berarti bagi kami. Info selanjutnya [email protected] atau SMS 087 877


__._,_.___

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke