Kamis, 30/12/2010 07:20 WIB
 Piala AFF
 Momentum Bersatunya Suporter Tanah Air
 *Meylan Fredy Ismawan* - detiksport


detiksport/Resha Pratama

  *Jakarta* - Ada hikmah yang bisa dipetik dari gelaran Piala AFF 2010 yang
baru saja berakhir. Berbagai elemen suporter yang sebelumnya sering terlibat
gesekan, kini bersatu padu dalam semangat kebersamaan mendukung timnas
Indonesia.

Piala AFF 2010 berakhir dengan damai. Tak ada kerusuhan atau aksi anarkis
yang dilakukan suporter Indonesia meski tim 'Merah Putih' gagal juara
setelah dikalahkan Malaysia.

Sportivitas yang diusung suporter Indonesia ini memang patut diacungi
jempol. Mereka sama sekali tak memandang asal daerah, basis klub yang mereka
dukung di kompetisi lokal, dan sejarah panjang perselisihan antarsuporter
klub. Semua suporter yang tumpah ruah di stadion setiap kali Indonesia
bertanding kompak dan punya tujuan yang sama: mendukung tim Garuda.

Kekompakan di antara para suporter memang jadi barang mahal di Indonesia
dalam beberapa tahun terakhir. Fanatisme yang mereka usung saat mendukung
klub kesayangan di kompetisi lokal kadang berujung rusuh, entah dengan
suporter klub lain atau dengan aparat keamanan.

Saking kronisnya 'penyakit' rusuh ini, sampai-sampai terbentuk poros-poros
gabungan suporter beberapa klub tertentu yang berseberangan dengan poros
yang lain. Dan parahnya, konflik antarsuporter ini berlanjut meski generasi
telah berganti. Kebencian telah mendarah daging tanpa disertai alasan yang
jelas.

Ikrar perdamaian yang sering diserukan selalu tak berumur panjang. Rusuh dan
bentrokan lagi-lagi terjadi.

Kini, setelah hajatan Piala AFF berakhir, kita bisa melihat kenyataan bahwa
sebenarnya suporter Indonesia bisa akur, bisa kompak, tanpa rusuh, tanpa
bentrok. Pertanyaannya adalah, apakah kemesraan ini akan begitu saja
diakhiri ketika para suporter ini kembali ke klub masing-masing? Tentu amat
disayangkan seandainya hal tersebut terjadi.

Ikatan persaudaraan antarsuporter yang telah terjalin di sepanjang turnamen
Piala AFF sudah sepatutnya dipertahankan, meski dalam level kompetisi yang
berbeda. Apalagi, kekompakan suporter ini juga dipuji oleh para pemain
timnas.

"Saya sangat bangga dengan suporter Indonesia. Kalian semua hebat.
Benar-benar suporter terbaik di dunia. Saya bangga dengan kalian semua dan
jadi orang Indonesia," ujar Irfan Bachdim lewat situs mikroblogging Twitter.

"Kita bisa lihat tawa pedegang asongan dan pemimpin kita bersama-sama di
GBK. Ini namanya satu bangsa. Aku rindu persaudaraan di GBK. Bisakah kita
bersaudara, seperti di GBK?" timpal Arif Suyono, juga lewat akun
Twitter-nya.

Pernyataan dua punggawa timnas ini tentu menunjukkan betapa manisnya
kekompakan dan rasa persaudaraan antarsuporter. Rasa manis yang tak perlu
kita rusak dengan bentrokan lainnya di masa depan.



* ( din / din ) *
*Warm Regards,


Zigo AlCapone
*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke