*INILAH.COM, Jakarta - Jika Anda ingin memiliki anak laki-laki miringlah ke
kanan saat berhubungan intim. Atau sebaliknya, ingin anak perempuan miring
ke kiri.?Semua itu hanya mitos belaka. Lalu bagaimana?*

Keyakinan bahwa anak laki-laki dan perempuan sama saja, rupanya masih belum
berlaku mutlak. Kenyataannya, dalam sebuah keluarga masihlah belum lengkap
jika semua anaknya lelaki atau perempuan.

Keinginan menambah anak dengan alasan demikian masih dapat kita jumpai di
mana-mana. Dan bukan tidak mungkin keinginan menambah itu terus berulang
karena jenis kelamin anak yang diharapkan tak muncul-muncul, kendati sudah
beranak empat atau lima.

Jenis kelamin sudah terbentuk sejak terjadinya penggabungan sel
(fertilisasi) antara sel sperma dengan sel telur di saluran telur. Jadi,
proses terjadinya manusia bukan di rahim, melainkan di ujung saluran telur
yang disebut ampula tuba fallopi.

Dr Prima Progestian Sp. OG dari RSIA Muhammadiyah Jakarta menerangkan,
setelah pertemuan itu, boleh dibilang semua bahan dasar manusia terbentuk.
Terjadilah penggabungan kromosom ibu dan ayah, termasuk jenis kelamin juga
akan terbentuk. Setelah itu, sel yang sudah bergabung tadi masuk kembali dan
menempel di rahim menjadi embrio. Atau sebaliknya, keluar lagi sebagai
menstruasi.

Faktor yang sangat memengaruhi jenis kelamin bayi adalah faktor genetik.
Sebagai contoh, di Amerika, ditemukan keluarga yang memiliki kecenderungan
selalu melahirkan bayi laki-laki. Selama 200 tahun, keturunan keluarga tadi
laki-laki semua.

"Ini tergantung kekuatan atau jumlah sel sperma yang ada. Tapi secara umum,
probabilitas jenis kelamin bayi adalah 50-50,” katanya.

Tetapi di samping itu, banyak pendapat atau mitos yang menganjurkan trik
tertentu agar diperoleh jenis kelamin bayi yang sesuai harapan, dari mulai
posisi hubungan seks, makanan, dsb.

Metode yang sekarang banyak dipakai adalah metode yang ditemukan Dr Landrum
Shettles. Penulis buku How to Choose the Sex of Your Baby ini menganalisis
bahwa pH vagina berperan dalam proses pembuahan. PH yang semakin basa
(alkalis) cenderung menghasilkan bayi berjenis kelamin laki-laki, sementara
pH yang lebih asam (asiditas) sebaliknya. Dari dasar ini, kemudian diteliti
dan dicari cara memperoleh suasana pH vagina yang diiinginkan.

Salah satunya adalah posisi hubungan seks. Agar menimbulkan suasana pH
vagina yang basa, posisi hubungan seks yang dianjurkan adalah penetrasi
semakin dalam ke arah serviks.

“Ini bisa menimbulkan suasana basa, sementara penetrasi yang lebih ke arah
luar, cenderung menciptakan suasana asam yang artinya peluang memperoleh
anak perempuan lebih besar,” lanjut Prima.

Sementara untuk mengontrol dalam-tidaknya penetrasi, posisi yang dianjurkan
adalah posisi misionaris untuk menciptakan pH asam, dan posisi rear-entry
untuk menciptakan pH basa.

Begitu juga dengan makanan, dipilih jenis yang bisa menimbulkan suasana asam
atau basa. Misalnya, untuk menciptakan suasana asam, maka konsumsi makanan
yang dianjurkan adalah makanan yang mengandung unsur garam, atau makanan
yang tinggi kalsium dan magnesium, seperti produk susu olahan (keju, yoghurt
) dan turunannya. Kemudian, menghindari makanan yang mengandung daging,
karena tinggi natrium dan kalium.

Sebaliknya, untuk memperoleh bayi laki-laki, pilih makanan yang tinggi
natrium dan kalium. Ini akan membantu suasana cairan vagina menjadi lebih
basa.

Waktu tepat

Selain posisi hubungan seks dan makanan, cara lain yang sering dipakai
adalah mencuci vagina sebelum berhubungan intim. Misalnya, untuk mendapatkan
pH vagina yang asam, vagina dicuci dengan cuka, sementara untuk mendapatkan
suasana basa, bisa dibasuh dengan soda kue (baking soda). Teknik ini
memiliki tingkat keberhasilan tidak terlalu tinggi, sekitar 50-70%.

Teknik lainnya adalah dengan teknik waktu ovulasi (timing of ovulation),
yang juga diperkenalkan oleh Dr. Shettles.

“Dasar teknik ini adalah melihat tingkat gerakan sperma. Sperma Y lebih
kecil, karena materi genetiknya lebih sedikit, tapi umurnya pendek.
Sementara sperma X lebih gendut, lebih besar dan lebih lambat gerakannya,
tapi umurnya lebih tahan lama,” jelas Prima.

Atas dasar bentuk anatomi sperma ini, Shettles melihat faktor waktu hubungan
seksual bisa berpengaruh terhadap jenis kelamin bayi. Semakin dekat waktu
hubungan seks ke waktu ovulasi, diharapkan sperma Y yang lebih cepat
bergerak ke sel telur, sehingga kemungkinan menghasilkan anak laki-laki
lebih besar. Shettles menganjurkan hubungan intim dilakukan 1-2 hari sebelum
ovulasi.

“Kalau ingin anak perempuan, hubungan intim sebaiknya dilakukan jauh-jauh
sebelum ovulasi, bisa 3-5 hari sebelum ovulasi, setelah itu jangan
berhubungan lagi,” lanjutnya.

Diharapkan, sperma X sudah loyo, sementara sperma Y masih tahan sampai ke
sel telur. Shettles mengklaim, teknik ini memiliki tingkat kemungkinan
berhasil 70-80%.

Pilah-pilih sperma

Selain metode Shettles yang boleh dibilang low technology, orang mulai
mencari cara memilih jenis kelamin dengan cara yang lebih scientific dan
lebih pasti. Salah satunya dengan memilih sperma. X dan Y dengan jalan
disaring dengan cairan albumin (albumin method). Metode ini ditemukan oleh
Dr. Ronald Ericsson, PhD dan sekarang digunakan untuk proses inseminasi.

Prinsipnya, sperma di-washing, diputar (centrifuged), kemudian dimasukkan ke
dalam media albumin. Nah, sperma yang kemampuan berenangnya bagus diambil.
Metode ini hanya memilah sperma yang baik, tapi tidak memilih jenis sperma,
sehingga kemungkinannya hanya 78-85% untuk bayi laki-laki, dan 73-75% untuk
bayi perempuan.

Metode yang lebih canggih lagi adalah dengan mikro sortir (microsort).
Prinsip metode ini adalah menandai kromosom dengan pewarna fluorescence atau
FISH (fluorescence in situ hybridization ). Sperma ditandai dengan pewarna
fluorescence, sehingga memancarkan warna tertentu, melalui alat yang
dinamakan flow citometry. Misalnya, sperma Y hijau, sperma X merah. Setelah
itu akan diperoleh X sort atau Y sort .

Keberhasilan metode ini diklaim meningkat sampai 85%, meskipun masih ada
sperma yang lolos juga. “Metode ini juga sudah dilakukan di Amerika Serikat,
meskipun masih muncul pro-kontra seputar keamanan pewarna,” pungkas Prima.
[mor]

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke