Tumben, jib, lu nggak sewot buka emailnya koko erick ???
"I am the KING to my own UNIVERSE that rule my MIND, BODY and SOUL !!!" -----Original Message----- From: Najib <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 27 Jan 2011 08:30:00 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: ~ aga ~ Penyakit Kawasaki pada Anak Giling motor dijadiin penyakit.....yang bikin tuh nama apa gak tau ada merk kawasaki apa... ----- Original Message ----- From: erick hendrian To: [email protected] Sent: Thursday, January 27, 2011 8:25 AM Subject: ~ aga ~ Penyakit Kawasaki pada Anak Awas, Penyakit Kawasaki Intai Anak Laki-laki Foto: Istimewa Oleh: Dahlia Krisnamurti Gaya Hidup - Rabu, 26 Januari 2011 | 22:09 WIB TERKAIT a.. Awas, Penyakit Kawasaki Intai Anak Laki-laki b.. 82.420 Orang Kunjungi JMCS 2010 c.. Hingga Hari Kedua, JMCS Dikunjungi 25.407 Orang d.. Motor Terbaik Indonesia 2010 Diumumkan Sore Ini e.. Kawasaki Z1000 SX Tampil di EICMA 2010 INILAH.COM, Jakarta - Mendengar nama kawasaki, sebagian masyarakat Indonesia langsung 'merinding'. Kawasaki adalah penyakit berbahaya yang diawali demam tinggi dalam waktu cukup lama. Penyakit kawasaki ditemukan pertama kali oleh Dr Tomisaku Kawasaki di Jepang pada 1967, saat itu dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome. Untuk menghormati penemunya, maka dinamakan penyakit kawasaki. Angka kejadian per tahun di Jepang tertinggi di dunia, yaitu berkisar 1 kasus per 1.000 anak balita, disusul Korea dan Taiwan. Di Amerika Serikat (AS) berkisar 0,09% (pada ras kulit putih) sampai 0,32% (pada keturunan Asia-Pasifik) per seribu balita. Menurut American Heart Association, lebih dari 4.000 kasus penyakit ini didiagnosis setiap tahun di AS. Di Indonesia, kasus penyakit Ini ditemukan sejak 1996. Diprediksi setidaknya ada 5.000 kasus baru penderita Kawasaki setiap tahunnya. Namun hanya sekitar 100-200 kasus yang terungkap sehingga masih ada ribuan kasus penyakit kawasaki yang masih belum diketahui. Sekitar 20-40% mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh, namun sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu. Dasar terjadinya Penyakit Kawasaki (PK) adalah radang pembuluh darah (vaskulitis) pada arteri yang mengenai banyak organ, tapi yang paling berbahaya adalah pada jantung (arteri koroner). Dampak jangka pendek mungkin belum terlalu serius, tetapi pada sebagian kasus terjadi komplikasi jangka panjang termasuk kerusakan arteri koroner berupa penyempitan (stenosis) yang dapat berakibat fatal. Kawasaki terutama menyerang anak balita dengan perbandingan anak laki-laki lebih banyak terserang daripada anak perempuan. Menurut perhitungan, di Indonesia setiap tahunnya terjadi sekira 5.000 kasus baru. Namun sebagian besar tidak terdiagnosis. Meski penyebab PK hingga saat ini belum diketahui, bisa ditegaskan bahwa PK tidak menular. Kenali gejalanya Ciri-ciri penyakit ini hampir sama dengan gejala demam berdarah yakni demam tinggi sampai berhari-hari. Bahkan sering juga disertai dengan bercak merah mirip campak. Secara umum penyakit ini dapat diketahui dengan ciri-ciri demam tinggi mendadak, tidak respon dengan antibiotika, dapat berlangsung 1-2 minggu bahkan bisa 4-5 minggu. Menurut Dr Scott Alenick, seorang ahli jantung pediatrik di New Jersey, AS, penyakit kawasaki adalah suatu kondisi yang memengaruhi anak-anak, terutama anak-anak di bawah usia lima tahun dan menyebabkan aneurisma dan penyumbatan di pembuluh darah. "Kami biasanya melihat penyakit ini terjadi saat musim dingin, namun dapat terjadi sepanjang tahun. Ini sangat tidak biasa meninggal dari penyakit kawasaki," tuturnya. Bahaya sindrom kawasaki, kata dia, adalah bahwa penyakit ini dapat menyebabkan aneurisma besar dalam pembuluh darah yang memberi makan darah ke jantung. "Kawasaki tidak datang dalam derajat keparahan, tetapi bervariasi bahwa hal ini mungkin karena tidak ada aneurisma, aneurisma kecil, aneurisma sedang atau aneurisma raksasa," ujar Alenick. Kawasaki belum diketahui secara pasti, namun ada indikasi pemicunya adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang didahului terjadinya infeksi. ”Hingga saat ini belum ada pemeriksaan penunjang yang dapat memastikan PK sehingga diperlukan keterampilan dan kewaspadaan dokter untuk menegakkan diagnosis,” kata Dr Najib Advani SpA (K) MMed (Paed), peneliti penyakit Kawasaki di RS Omni Alam Sutera, Tangerang. Penyebab penyakit kawasaki hingga saat ini belum diketahui meski diduga kuat akibat suatu infeksi. Belum ada bukti yang meyakinkan. Karena itu, cara pencegahannya juga belum diketahui. Penyakit ini juga tidak terbukti menular. Gejala awal pada fase akut adalah demam yang mendadak tinggi dan bisa mencapai 41"C. Demam berfluktuasi selama setidaknya 5 hari, tetapi tidak pernah mencapai normal. Pada anak yang tidak diobati, demam dapat berlangsung selama 1-4 minggu tanpa jeda. Pemberian antibiotik tidak menolong. Sekitar 2-3 hari setelah demam, mulai muncul gejala lain secara bertahap yaitu bercak merah di badan yang mirip seperti penyakit campak. Namun gejala batuk pilek yang dominan pada campak biasanya ringan atau bahkan tidak ada pada penyakit kawasaki. Gejala lain yang timbul adalah kedua mata merah, tapi tanpa kotoran (belekan), pembengkakan kelenjar getah berung di salah satu sisi leher sehingga kadang diduga penyakit gondong (parotitis), lidah merah menyerupai stroberi, bibir juga merah dan kadang pecah-pecah, telapak tangan dan kaki merah dan agak membengkak. Kadang anak mengeluh nyeri pada persendian. Pada fase penyembuhan terjadi pengelupasan kulit di ujung jari tangan serta kala dan kemudian timbul cekungan berbentuk garis melintang pada kuku kala dan tangan. Dr. Najib menganjurkan, setelah seseorang dinyatakan terkena PK, Penderita harus menjalani rawat inap. Pengobatan utama yang dilakukan adalah dengan imunoglobulin. Pada kasus kerusakan koroner yang berat, cacat jantung dapat menetap seumur hidup.Kematian, meskipun jarang, semuanya adalah komplikasi jantung. Seperti kita ketahui, pada 26 Januari ini merupakan Hari Kawasaki Sedunia, hari yang menjadi peringatan bagi para orangtua untuk lebih peka dengan penyakit yang banyak menyerang balita ini. Untuk mengetahui lebih lanjut soal penyakit kawasaki (PK), kini sudah terdapat Kawasaki Center di RS Omni Alam Sutra, dipimpin oleh pakar PK Indonesia Dr Najib Advani, SpA (K) Mmed Paed. Terdapat pula Perkumpulan Orangtua Penderita Kawasaki Indonesia (POPKI) sejak 26 Juli 2008 atas prakarsa Dr Najib. [mor -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group. -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group. -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
