<http://groups.yahoo.com/group/yamaha_scorpio/message/124135;_ylc=X3oDMTJ0cn
E1bnMxBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzExOTE1OTMzBGdycHNwSWQDMTcwNTA2NTA5OARtc2dJZA
MxMjQxMzUEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTIzMzkzMzg5MQ--> Ditilang Polisi
dan Polisi itu temenku 


Untuk para pembalap jalanan.
Ditilang Polisi , dan Polisi itu temenku

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono
segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu
perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup
lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati
Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter
menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia
berhenti atau terus saja. "Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem
mendadak," pikirnya sambil terus melaju.

Prit!

Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti.
Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca
spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu khan
Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jono agak lega. Ia melompat keluar
sambil membuka kedua lengannya. "Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!"
"Hai, Jon." Tanpa senyum.
"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri
saya sedang menunggu di rumah."
"Oh ya?"
Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.

"Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala
sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."
"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu
merah di persimpangan ini."

Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.

"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu
merah.. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala."

Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

"Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."

Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup
kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa
saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan
penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata
Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di
sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan
bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam
guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi
tulisan tangan Bobi.

"Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan.
Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu
merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa
bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya
sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan
mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba
memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku
Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam,
Bobi)".

Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi
sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia
mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya
dimaafkan. ..

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa
jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga,
jalanilah dengan penuh hati-hati.

Drive Safely Guys..

Penulis: Mohamad Yunus, CHt, CPHR, MNLP

Sumber :
http://mauritsalbert.wordpress.com/2011/02/23/ditilang-polisi-dan-polisi-itu
-temanku/

 

Warm Regards,

 

 

Zigo AlCapone

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke