Suaminya temen gue minggu lalu nabrak motor sampai pengendaranya meninggal
(katanya sich suaminya nggak ngebut) urusan sama ahli
waris udah beres, tapi urusan sama polisi nggak beres2, udah habis puluhan
juta, mobil masih di tahan, untung suaminya nggak sampe di tahan.



2011/2/23 Zigo AlCapone <[email protected]>

>  *Ditilang Polisi dan Polisi itu temenku
> <http://groups.yahoo.com/group/yamaha_scorpio/message/124135;_ylc=X3oDMTJ0cnE1bnMxBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzExOTE1OTMzBGdycHNwSWQDMTcwNTA2NTA5OARtc2dJZAMxMjQxMzUEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTIzMzkzMzg5MQ-->
> *
>
> Untuk para pembalap jalanan…
> Ditilang Polisi , dan Polisi itu temenku
>
> Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau.
> Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia
> tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala
> cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning.
> Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter
> menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia
> berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem
> mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.
>
> Prit!
>
> Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti.
> Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca
> spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu khan
> Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jono agak lega. Ia melompat keluar
> sambil membuka kedua lengannya. “Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu
> lagi!”
> “Hai, Jon.” Tanpa senyum.
> “Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri
> saya sedang menunggu di rumah.”
> “Oh ya?”
> Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.
>
> “Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan
> segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
> “Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi
> lampu merah di persimpangan ini.”
>
> Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.
>
> “Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu
> merah.. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”
>
> Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
>
> “Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”
>
> Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan
> menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya.
> Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah
> Bobi dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
> Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa
> berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang
> diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata
> SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu
> nota ini apa? Semacam
> guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi
> tulisan tangan Bobi.
>
> “Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan.
> Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu
> merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa
> bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya
> sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan
> mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba
> memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku
> Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam,
> Bobi)”.
>
> Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi
> sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia
> mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya
> dimaafkan… ….
>
> Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa
> jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga,
> jalanilah dengan penuh hati-hati.
>
> Drive Safely Guys..
>
> Penulis: Mohamad Yunus, CHt, CPHR, MNLP
>
> Sumber :
> http://mauritsalbert.wordpress.com/2011/02/23/ditilang-polisi-dan-polisi-itu-temanku/
>
>
>
> *Warm Regards,*
>
> * *
>
> * *
>
> *Zigo AlCapone*
>
>
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>



-- 
Thanks,
Deasy Rajagukguk

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke