Senin, 21/02/2011 17:58 WIB
Bunuh Diri di Jakarta (5)
Nova Riyanti Yusuf: Perlu Ada 911 Untuk Cegah Bunuh Diri
*Iin Yumiyanti* - detikNews
* Nova Riyanti (dok pribadi) *
*Jakarta* - Tingginya angka bunuh diri di Jakarta sudah mencemaskan. Perlu
dilakukan berbagai upaya untuk mencegahnya atau menekan angka ini agar tidak
naik. Psikiater yang juga anggota DPR Komisi IX Nova Riyanti Yusuf
berpendapat perlu dibuat semacam unit darurat seperti 911 yang bisa bergerak
cepat untuk menolong orang yang akan bunuh diri.
"Kita justru butuh mobile unit seperti pemadam kebakaran jika sewaktu-waktu
ada yang mau bunuh diri, mobile unit berisi tim kesehatan jiwa ini meluncur
ke sana. Seperti 911 di Amerika untuk pertolongan darurat apa saja. Kalau
ini khusus untuk menghadapi orang yang akan bunuh diri," kata Nova Riyanti.
Nova juga menilai pentingnya layanan konseling profesional yang banyak
mendengar dan sedikit menggurui. Layanan ini sangat penting untuk melengkapi
metode penanganan berupa pemberian obat untuk membantu menyeimbangkan
kembali neurokimia otak yang terganggu sehingga terjadi depresi.
Berikut wawancara detikcom dengan Noriyu, psikiater, penulis novel yang juga
anggota DPR tersebut:
*Menurut Mbak Nova mengapa angka bunuh diri tinggi?*
Kalau dari statistik cukup jelas 90 persen perilaku BD (bunuh diri) punya
masalah psikiatri terutama depresi, skizofrenia, psikosis lain, perilaku
impulsif. Kalau yang impulsif, proses BD tiba-tiba dan sulit dideteksi. Tapi
tidak banyak, lebih banyak yang depresi dengan gejala lebih perlahan-lahan
diawali dengan perasaan tidak semangat, merasa tidak berharga, muncul
“warning sign” ingin mati (baik diungkapkan atau tidak).Harusnya “warning
sign” ini dapat dilihat oleh orang-orang di sekitarnya.
*Mengapa atau alasan apa yang paling banyak menjadi penyebab orang bunuh
diri di Jakarta?*
Menurut riskesdas atau riset kesehatan dasar 2007 oleh kemenkes, prevalensi
gangguan jiwa ansietas (kecemasan) dan depresi di Jakarta: 14,1% yaitu nomor
dua tertinggi setelah Jawa Barat yang 20%. Prevalensi nasional: 11,6%.
Prevalensi gangguan jiwa berat (seperti skizofrenia) di Jakarta itu nomor 1:
2,03% sedangkan nasional 0,46%. Dari riset cukup jelas, nanti riskesdas akan
diulangi lagi tahun 2012. Untuk kejadian di Jakarta bulan Januari 2011
dilaporkan setidaknya 10 kasus BD.
Kenapa angka bunuh diri di Jakarta tinggi? Jakarta terasa tidak *
people-friendly* dengan hidup serba tergesa-gesa sehingga rentan stres
tetapi infrastruktur pelayanan kesehatan jiwa tidak terasa mudah diakses
terutama untuk konseling dan ventilasi. Juga promotif preventif seperti
sosialisasi apa itu kesehatan jiwa dan gangguan jiwa ke masyarakat yang
masih dirasa kurang, juga tenaga kesehatan di pelayanan kesehatan dasar
tidak semua mempunyai kemampuan dasar untuk mendeteksi gangguan jiwa.
Anggaran jiwa yang kecil dan mungkin tidak strategis sehingga tidak tepat
sasaran untuk pencegahan bunuh diri. Selain itu, budaya atau mitos seperti
di Gunung Kidul juga menyebabkan angka BD tinggi lho ya.
*Bagaimana caranya agar angka bunuh diri ini bisa ditekan, apa yang mesti
dilakukan baik oleh pemerintah, tokoh agama/masyarakat, keluarga ataupun
individu?*
Layanan konseling profesional yang banyak mendengar dan sedikit menggurui
sangat penting dapat melengkapi metode penanganan berupa pemberian obat
untuk membantu menyeimbangkan kembali neurokimia otak yang terganggu
(serotonin pada depresi). Petugas pada layanan primer seperti di Puskesmas
juga harus mempunyai kemampuan pelayanan kesehatan jiwa dasar termasuk
konseling sehingga mampu mendeteksi gangguan jiwa termasuk perilaku hendak
bunuh diri.
*Hotline service* yang baru-baru ini diadakan direktorat kesehatan jiwa
(kementerian kesehatan) sudah lumayan tetapi unit telfon terlalu sedikit,
infrastruktur belum siap, sistem rujukan juga belum ada sehingga masih
rentan kekacauan.
*Apakah di Indonesia sudah ada atau perlu ada klinik bunuh diri seperti yang
sudah ada di Swiss misalnya?*
Kalo klinik berkesan stigmatis dan Indonesia belum siap secara kultur dan
spiritual. Kita justru butuh mobile unit seperti pemadam kebakaran jika
sewaktu-waktu ada yang mau bunuh diri, mobile unit berisi tim kesehatan jiwa
ini meluncur ke sana. seperti 911 di Amerika sana untuk pertolongan darurat
apa saja. Kalau ini khusus untuk menghadapi orang yang akan bunuh diri.
Tesis saya waktu mengambil program pendidikan dokter spesialis ilmu
kedokteran jiwa di FKUI: Aspek Biopsikososial dari Tindakan Bunuh Diri pada
dua orang pelukis di Yogyakarta. Diuji tahun 2009. Mantaplah karena seru
tentang psikiatri forensik dari dua orang pelukis yang sudah meninggal.
Kalau di kalangan seniman justru psikopatologis (gejala) dinikmati untuk
memperlancar proses kreatif dan juga banyak penderita skizofrenia itu daya
kreasinya luar biasa. Untuk energi, pasien manic juga mempunyai energi
tinggi untuk berkarya. * (iy/diks)
**Warm Regards,
Zigo AlCapone
*
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.