Jadi inget video bunuh diri massal yg d Jepang, hiksss ntah itu benar apa engga tp mulesss liatnya...
Kalu kata bang oma "stess obatnya iman dan takwa" hehehehhehe Cheers Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Zigo AlCapone <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 24 Feb 2011 11:31:12 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: ~ aga ~ Bunuh Diri di Jakarta (5) Senin, 21/02/2011 17:58 WIB Bunuh Diri di Jakarta (5) Nova Riyanti Yusuf: Perlu Ada 911 Untuk Cegah Bunuh Diri *Iin Yumiyanti* - detikNews * Nova Riyanti (dok pribadi) * *Jakarta* - Tingginya angka bunuh diri di Jakarta sudah mencemaskan. Perlu dilakukan berbagai upaya untuk mencegahnya atau menekan angka ini agar tidak naik. Psikiater yang juga anggota DPR Komisi IX Nova Riyanti Yusuf berpendapat perlu dibuat semacam unit darurat seperti 911 yang bisa bergerak cepat untuk menolong orang yang akan bunuh diri. "Kita justru butuh mobile unit seperti pemadam kebakaran jika sewaktu-waktu ada yang mau bunuh diri, mobile unit berisi tim kesehatan jiwa ini meluncur ke sana. Seperti 911 di Amerika untuk pertolongan darurat apa saja. Kalau ini khusus untuk menghadapi orang yang akan bunuh diri," kata Nova Riyanti. Nova juga menilai pentingnya layanan konseling profesional yang banyak mendengar dan sedikit menggurui. Layanan ini sangat penting untuk melengkapi metode penanganan berupa pemberian obat untuk membantu menyeimbangkan kembali neurokimia otak yang terganggu sehingga terjadi depresi. Berikut wawancara detikcom dengan Noriyu, psikiater, penulis novel yang juga anggota DPR tersebut: *Menurut Mbak Nova mengapa angka bunuh diri tinggi?* Kalau dari statistik cukup jelas 90 persen perilaku BD (bunuh diri) punya masalah psikiatri terutama depresi, skizofrenia, psikosis lain, perilaku impulsif. Kalau yang impulsif, proses BD tiba-tiba dan sulit dideteksi. Tapi tidak banyak, lebih banyak yang depresi dengan gejala lebih perlahan-lahan diawali dengan perasaan tidak semangat, merasa tidak berharga, muncul “warning sign” ingin mati (baik diungkapkan atau tidak).Harusnya “warning sign” ini dapat dilihat oleh orang-orang di sekitarnya. *Mengapa atau alasan apa yang paling banyak menjadi penyebab orang bunuh diri di Jakarta?* Menurut riskesdas atau riset kesehatan dasar 2007 oleh kemenkes, prevalensi gangguan jiwa ansietas (kecemasan) dan depresi di Jakarta: 14,1% yaitu nomor dua tertinggi setelah Jawa Barat yang 20%. Prevalensi nasional: 11,6%. Prevalensi gangguan jiwa berat (seperti skizofrenia) di Jakarta itu nomor 1: 2,03% sedangkan nasional 0,46%. Dari riset cukup jelas, nanti riskesdas akan diulangi lagi tahun 2012. Untuk kejadian di Jakarta bulan Januari 2011 dilaporkan setidaknya 10 kasus BD. Kenapa angka bunuh diri di Jakarta tinggi? Jakarta terasa tidak * people-friendly* dengan hidup serba tergesa-gesa sehingga rentan stres tetapi infrastruktur pelayanan kesehatan jiwa tidak terasa mudah diakses terutama untuk konseling dan ventilasi. Juga promotif preventif seperti sosialisasi apa itu kesehatan jiwa dan gangguan jiwa ke masyarakat yang masih dirasa kurang, juga tenaga kesehatan di pelayanan kesehatan dasar tidak semua mempunyai kemampuan dasar untuk mendeteksi gangguan jiwa. Anggaran jiwa yang kecil dan mungkin tidak strategis sehingga tidak tepat sasaran untuk pencegahan bunuh diri. Selain itu, budaya atau mitos seperti di Gunung Kidul juga menyebabkan angka BD tinggi lho ya. *Bagaimana caranya agar angka bunuh diri ini bisa ditekan, apa yang mesti dilakukan baik oleh pemerintah, tokoh agama/masyarakat, keluarga ataupun individu?* Layanan konseling profesional yang banyak mendengar dan sedikit menggurui sangat penting dapat melengkapi metode penanganan berupa pemberian obat untuk membantu menyeimbangkan kembali neurokimia otak yang terganggu (serotonin pada depresi). Petugas pada layanan primer seperti di Puskesmas juga harus mempunyai kemampuan pelayanan kesehatan jiwa dasar termasuk konseling sehingga mampu mendeteksi gangguan jiwa termasuk perilaku hendak bunuh diri. *Hotline service* yang baru-baru ini diadakan direktorat kesehatan jiwa (kementerian kesehatan) sudah lumayan tetapi unit telfon terlalu sedikit, infrastruktur belum siap, sistem rujukan juga belum ada sehingga masih rentan kekacauan. *Apakah di Indonesia sudah ada atau perlu ada klinik bunuh diri seperti yang sudah ada di Swiss misalnya?* Kalo klinik berkesan stigmatis dan Indonesia belum siap secara kultur dan spiritual. Kita justru butuh mobile unit seperti pemadam kebakaran jika sewaktu-waktu ada yang mau bunuh diri, mobile unit berisi tim kesehatan jiwa ini meluncur ke sana. seperti 911 di Amerika sana untuk pertolongan darurat apa saja. Kalau ini khusus untuk menghadapi orang yang akan bunuh diri. Tesis saya waktu mengambil program pendidikan dokter spesialis ilmu kedokteran jiwa di FKUI: Aspek Biopsikososial dari Tindakan Bunuh Diri pada dua orang pelukis di Yogyakarta. Diuji tahun 2009. Mantaplah karena seru tentang psikiatri forensik dari dua orang pelukis yang sudah meninggal. Kalau di kalangan seniman justru psikopatologis (gejala) dinikmati untuk memperlancar proses kreatif dan juga banyak penderita skizofrenia itu daya kreasinya luar biasa. Untuk energi, pasien manic juga mempunyai energi tinggi untuk berkarya. * (iy/diks) **Warm Regards, Zigo AlCapone * -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group. -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
