git artikel cara ngatasin kuping bindeng karena flu apaan nih...bt banget
  ----- Original Message ----- 
  From: Zigo AlCapone 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, March 03, 2011 10:12 AM
  Subject: ~ aga ~ Orang Indonesia Tidak Disiplin Menabung


  Orang Indonesia Tidak Disiplin Menabung



  SHUTTERSTOCK

  Meski kesadaran orang meningkat dalam merencanakan keuangan, pada prakteknya 
hanya 47 persen yang mematuhi anggaran bulanan yang dibuatnya.

  Kamis, 3/3/2011 | 08:32 WIB

  KOMPAS.com - Riset menunjukkan, semakin banyak orang menyadari pentingnya 
perencanaan keuangan dan cara mengelola uang yang baik dan benar. Kemandirian 
finansial menjadi tujuan banyak orang, terutama mereka yang berusia matang dan 
memiliki penghasilan rata-rata Rp 10 juta per bulan, baik laki-laki maupun 
perempuan. Edukasi mengenai tata kelola keuangan personal rupanya berdampak 
positif bagi mereka yang memiliki fasilitas keuangan seperti kartu kredit dan 
rekening di bank. Pemahaman mengenai cara mengelola dan merencanakan keuangan 
ini membuat 89 persen orang Indonesia merasa lebih optimistis menghadapi masa 
depan dengan kemandirian finansialnya.

  Citigroup Asia Pasific merilis hasil riset yang dilakukannya pada 2010 
melalui wawancara online kepada 500 responden di seluruh Indonesia. Hasilnya 
terlihat bahwa nilai financial quotient untuk Indonesia adalah 57 dari 100 
poin. Nilai ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, 52. Financial quotient 
adalah istilah yang digunakan Citigroup untuk menunjukkan kesadaran akan 
kondisi keuangan dan kemampuan seseorang dalam memahami pentingnya perencanaan 
keuangan, dan mengimplementasikan tata kelola keuangan dengan baik. Melalui 
riset ini, Citigroup menunjukkan bahwa banyak orang Indonesia yang peduli 
mengenai perencanaan keuangan.

  Riset ini juga menyebutkan, sebagian besar orang Indonesia dengan penghasilan 
rata-rata Rp 10 juta per bulan merasa optimistis dengan masa depan 
finansialnya. Lebih dari 60 persen responden juga mengaku membayar penuh 
tagihan kartu kredit secara reguler. Meskipun begitu, dengan penghasilan 
tersebut, hanya 67 persen responden yang terbiasa menabung secara rutin.

  "Sedangkan 24 persennya berusaha menabung saat memungkinkan, saat bonus akhir 
tahun, atau saat menerima tunjangan hari raya. Artinya, orang dengan 
penghasilan Rp 10 juta pun masih banyak yang belum berdisiplin dengan kebiasaan 
menabung meski mereka menyadari perencanaan keuangan itu penting," papar Hotman 
Simbolon, Vice President Customer Care Center Head Citibank, dalam kegiatan 
Citibank Journalist Class di Jakarta, Rabu (2/3/2011) lalu.

  Meski kesadaran orang Indonesia meningkat dalam merencanakan keuangan, pada 
praktiknya hanya 47 persen responden yang mengakui mematuhi anggaran bulanan 
yang dibuatnya. Sementara, kata Hotman, 38 persen orang sudah membuat anggaran 
tetapi masih berusaha mengaplikasikannya.

  Kesadaran yang tak dibarengi implementasi nyata ini membuat banyak orang 
akhirnya tidak mampu secara finansial dalam memasuki masa pensiun. Survei yang 
menyasar kalangan melek teknologi ini menunjukkan data, hanya 34 persen orang 
yang yakin berapa dana pensiun yang dibutuhkannya beberapa tahun mendatang. 
Sejumlah 31 persen tidak mengetahui kebutuhan dana pensiun; hanya 13 persen 
telah memiliki rencana pensiun; dan 22 persen belum memulai rencana apa pun.

  "Padahal, perencanaan dana pensiun perlu dimulai sejak saat ini, dalam jangka 
panjang, bukan pada saat tujuh tahun menjelang waktu pensiun tiba," ujar 
Hotman. 

  Selain minimnya kedisplinan menabung, ketidaksiapan menghadapi masa pensiun, 
survei ini juga menunjukkan satu dari lima orang Indonesia tak memiliki cukup 
tabungan jika ternyata harus kehilangan pekerjaan. Artinya, jelas Hotman, 20 
persen responden mengaku hanya bisa menafkahi hidupnya selama tiga bulan jika 
harus mengalami pemutusan hubungan kerja. Sementara 80 persen yang lainnya 
mengaku tabungan yang dimilikinya hanya bisa membuatnya bertahan dalam 2,5 
bulan atau 70 hari saja.

  Pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan nyatanya tak dibarengi 
pengetahuan mengenai asuransi dan investasi. Kondisi inilah yang membuat orang 
Indonesia belum mampu mandiri secara finansial. Dari 500 responden, 54 persen 
merasa sudah terlindungi asuransi dan 24 persen tidak memiliki asuransi sama 
sekali. Kebanyakan dari responden bahkan tak mengetahui pilihan investasi yang 
tepat untuk mengembangkan nilai uang yang dimilikinya. Jika diberikan uang 
sebesar enam bulan gaji, hanya 45 persen responden yang mengaku tahu cara 
berinvestasi yang tepat untuk dirinya.

  Tak mengherankan jika kemudian banyak ditemukan orang Indonesia yang khawatir 
dengan masa depannya. Karena pada umumnya, banyak orang yang belum mandiri 
secara finansial lantaran tak membangun kebiasaan dan berdisiplin menyisihkan 
uang dari penghasilan untuk berbagai anggaran dalam mempersiapkan masa depan.

  "Membuat anggaran menjadi solusi finansial yang perlu dilakukan. Dengan 
budgeting, Anda bisa mengontrol keuangan, menghindarkan Anda dari masalah 
finansial, menjadi konsumen yang lebih cerdas, mampu merancang dan meraih 
tujuan finansial, dan memiliki masa depan yang lebih baik," tutur Hotman.

  Melakukan budgeting juga akan memudahkan Anda untuk menabung, berinvestasi, 
dan berbagi penghasilan melalui zakat sebagai bentuk fungsi sosial sebagai 
individu.

   

   

  Warm Regards,

   

   

  Zigo AlCapone

   


  -- 
  you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
  to post emails, just send to :
  [email protected]
  to join this group, send blank email to :
  [email protected]
  to quit from this group, just send email to :
  [email protected]
  please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
  add my Yahoo Messenger at [email protected] or
  add my twitter @aga_madjid
  thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke