Bosan Ditanya "Kapan Kawin?" Begini Jawabnya!

Description: http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/03/11/1234407p.jpg

 
<http://female.kompas.com/read/2011/03/11/12345470/Bosan.Ditanya.Kapan.Kawin
.Begini.Jawabnya> SHUTTERSTOCK

Daripada meledek Anda terus, mintalah teman Anda mengenalkan teman prianya
pada Anda.

 

Jumat, 11/3/2011 | 12:34 WIB

KOMPAS.com - Jika Anda masih lajang, Anda pasti sudah berulangkali mendengar
pertanyaan seperti, "Kok belum kawin, sih?" atau "Kapan kawin?" atau "Kamu
sih, pilih-pilih!". Si penanya mungkin tak sadar, betapa menjengkelkannya
mendengar pertanyaan seperti itu. Anda sudah mendengarkannya sejak tahap
Anda merasa terganggu dengan pertanyaan semacam itu, mulai kebal, hingga
mulai terganggu lagi (ketika sadar usia sudah mendekati 35 tahun).

Mungkin si penanya memang tak bermaksud menyinggung perasaan Anda, karena
itu memang pertanyaan standar yang akan dilontarkan orang ketika sudah lama
tak bertemu. Oleh karena itu, daripada stres karena mendapat pertanyaan yang
itu-itu saja, lebih baik Anda mencoba menjawabnya dengan cara yang berbeda.
Entah itu dengan mengutarakan pandangan Anda tentang pernikahan, atau
menanggapinya dengan jokes saja. Yang penting, jawablah dengan tenang namun
tetap percaya diri. Nah, berikut jawaban yang bisa Anda berikan:

"Belum ketemu yang seiman. Kalau sudah seiman pun, belum tentu langsung
cocok, kan?" 
Jawaban ini akan membuat si penanya respek terhadap kondisi Anda. Bahwa,
menemukan pasangan yang seiman adalah prinsip Anda, dan ini jauh lebih
elegan daripada menikahi siapa saja karena sudah didesak untuk menikah.

"Yah, gimana dong, dulu aku terlalu lama menghabiskan waktu dengan orang
yang salah. Sekarang, aku lagi sibuk-sibuknya. Tapi aku tetap mencari, kok!"
Jawaban ini menunjukkan bahwa Anda bersikap realistis dengan kondisi Anda.
Anda terlihat percaya diri, namun tetap rendah hati. Setiap orang pernah
berbuat kesalahan, dan Anda ingin memperbaikinya. Siapa tahu, akibatnya si
penanya akan mengenalkan Anda pada temannya.

"Kalau aku tahu jawabannya, mungkin aku sudah menikah sekarang, dan kamu
jadi patah hati!"
Anda bisa mengatakan hal ini jika yang bertanya seorang pria, dan Anda
merasa tertarik padanya. Bila ia juga masih lajang, bukan tak mungkin
jawaban ini akan membuka peluang baginya untuk menjajaki hubungan dengan
Anda.

"Ah, senang juga kok, tetap melajang. Nggak ada yang melarang kalau mau
keluar kota, dan nggak perlu kompromi soal apapun."
Anda menunjukkan bahwa menjadi lajang tak selamanya merugikan, atau
memalukan. Namun, sampaikan jawaban itu dengan ekspresi yang meyakinkan.
Bila tidak, Anda hanya akan dianggap menghibur diri, atau bersikap defensif.
Kalau Anda memang masih menikmati kehidupan lajang, kalimat ini menjadi cara
yang baik untuk menjawab pertanyaan. 

"Aku masih mencari pria beruntung yang akan mendapatkanku...."
Wow... great answer, great sense of humour! Berikan senyuman Anda yang
paling menawan, dan tunjukkan kepribadian Anda yang menyenangkan. Jawaban
ini juga membuat si penanya sadar bahwa perempuan tetap harus mencari pria
yang baik dan dapat diandalkan, karena Anda pun punya kualitas yang sama.
Hanya karena masih lajang, tak berarti Anda desperate.

"Aduh, belum ketemu Mr Right, nih! Cariin, dong!"
Nah, ini jawaban yang akan menguntungkan Anda. Bila Anda memang cukup sibuk
sehingga tak terlalu sering meluangkan waktu senggang bersama teman-teman,
si penanya akan merasa tergerak untuk mengenalkan Anda dengan
teman-temannya. Bahkan, Anda mungkin bisa mendapat kenalan lebih dari satu.
Asyik, kan?

"Ya, jelas harus pilih-pilih dong! Kalau tiba-tiba dia ternyata perampok
bank, gimana?"
Ini juga jawaban yang asyik, karena Anda menanggapi tuduhan "pilih-pilih"
tadi dengan humor. Percayalah, sebagai perempuan Anda memang harus memilih
pria yang mampu mendampingi Anda seumur hidup. Dan ini tak mungkin dicapai
bila Anda tergesa-gesa memutuskan pria yang ingin Anda nikahi. Tentu,
pilih-pilih yang dimaksud bukan "pilih yang ganteng, jangkung, kaya, atau
terkenal".

Sekali lagi, apapun jawaban yang Anda berikan, Anda harus percaya dengan apa
yang Anda katakan. Bila Anda "membaca" bahwa percakapan itu akan
berlarut-larut, segeralah mengganti topik pembicaraan. Ini memperlihatkan
bahwa Anda tak bisa diatur olehnya. Lagipula, jika si penanya tergolong
orang yang usil atau gemar mengurusi orang lain, tak ada gunanya
meladeninya.

 

 

Warm Regards,

 

 

Zigo AlCapone

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke