-----Original Message-----
From: muhamad agus syafii <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 19 Mar 2011 16:34:38 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [bank-mandiri] Solusi Menghadapi Masalah Keluarga

Solusi Menghadapi Masalah Keluarga

By: M. Agus Syafii

Hidup berumah tangga bagaikan mengemudi bahtera di tengah samudera luas. Lautan 
kehidupan seperti tak bertepi, dan medan hamparan kehidupan sering tiba-tiba 
berubah.  Memasuki lembaran baru hidup berkeluarga biasanya dipandang sebagai 
pintu kebahagiaan. Segala macam harapan kebahagiaan ditumpahkan pada lembaga 
keluarga. Akan tetapi setelah periode 'impian indah' terlampaui orang harus 
menghadapi realita kehidupan. 

Sunnah kehidupan ternyata adalah 'problem'. Kehidupan manusia, tak terkecuali 
dalam lingkup keluarga adalah problem, problem sepanjang masa. Tidak ada 
seorangpun yang hidupnya terbebas dari problem, tetapi ukuran keberhasilan 
hidup justeru terletak pada kemampuan seseorang mengatasi problem. Sebaik-baik 
mukmin adalah orang yang selalu diuji tetapi lulus terus, khiyar al mu'min 
mufattanun tawwabun.(hadis). Problem itu sendiri juga merupakan ujian dari 
Allah, siapa diantara mereka yang berfikir positif, sehingga dari problem itu 
justeru lahir nilai kebaikan, liyabluwakum ayyukum ahsanu `amala (Q/67:2) 
liyabluwakum fi ma a ta kum (Q/6:165)

Menurut hadis Nabi, menemukan pasangan yang cocok (saleh/salihah) dalam hidup 
berumah tangga berarti sudah meraih  separoh urusan agama, separoh yang lain 
tersebar di berbagai bidang kehidupan. Hadis ini mengambarkan bahwa 'rumah 
tangga' itu serius dan strategis. Kekeliruan orientasi, keliru jalan masuk, 
keliru persepsi, keliru problem solving dalam hidup rumah tangga akan membawa 
implikasi yang sangat luas. Oleh karena itu problem hidup berumah tanga adalah 
problem sepanjang zaman, dari sejak problem penyesuaian diri, problem 
aktualisasi diri, nanti meluas ke problem anak, problem mantu, cucu dan bahkan 
tak jarang suami isteri yang sudah berusia di atas 60 masih juga disibukkan 
oleh problem komunikasi suami isteri, hingga kakek dan nenek itu pisah ranjang.

Itulah sebabnya mengarungi kehidupan tak ubahnya mengarungi samudera, terkadang 
lautan tenang dan angin sumilir, tetapi terkadang tanpa diduga datang ombak 
besar.  Bagi orang yang faham sunnatullah laut, maka ia bisa berhitung kapan 
musim ombak dan kapan musim tenang. Tetapi kehidupan juga sering diungkapkan 
sebagai 'tersandung di jalan rata', terpeleset oleh 'kerikil' kehidupan. 
mungkin kita  sudah banyak makan asam dan garam kehidupan. Meski begitu tetap 
saja kita masih dihadang oleh banyak problem. Berpikir positif dan meluruskan 
orientasi bahwa pernikahan adalah mencari keberkahan dan keridhaan Allah itulah 
solusi menghadapi berbagai masalah di dalam rumah tangga.

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, hadir di kegiatan 'Amalia Bersyukur' Ahad, 20 Maret 2011, di Rumah Amalia. 
Bila  berkenan berpartisipasi dg menyumbangkan buku2, Majalah, Komik, Novel, 
Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, 
baju layak pakai. silahkan kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, 
no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda 
sangat berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 087 8777 12 
431,http://agussyafii.blogspot.com/




      

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke