Belajar Lebih Mudah Dimengerti dengan Teknik Mind Mapping
Vera Farah Bararah - detikHealth

<p>Your browser does not support iframes.</p> 


 
(Foto: thinkstock)Jakarta, Banyak siswa gagal memahami materi pelajarannya. 
Menurut para ahli itu  karena siswa tidak diajari dulu cara belajarnya. 
Seharusnya siswa  diajari dulu cara belajar sehingga bisa paham pelajarannya.

Akibat  tidak tahu cara belajar yang benar, belajar kadang menjadi beban buat  
sebagian besar pelajar. Padahal nilai bagus sangat dibutuhkan agar siswa  lulus 
ujian atau naik kelas.

Tapi dengan teknik Mind Mapping, belajar bisa jadi sangat efektif dan tepat 
sasaran. Teknik Mind Mapping atau pemetaan pikiran atau peta pikiran bisa 
memudahkan pelajar untuk memahami lebih jelas pelajarannya.

Teknik Mind Mapping pertama kali dipopuplerkan oleh seorang psikolog bernama 
Dr. 
Tony  Buzzan pada tahun 1970 dan mulai dikenal di Indonesia sejak awal tahun  
1990-an.

Teknik Mind Mapping ini mengandalkan gambar dan  hubungan satu sama lain dengan 
menggunakan gambar, kata, angka, logika  dan warna menjadi suatu cara yang unik.

Prinsip Mind Mapping adalah merangkum semua pelajaran dengan cara belajar yang 
tidak linier  (atas ke bawah) tapi bercabang. Dengan adanya rangkuman maka 
memudahkan  orang untuk menghapal dan mengerti.

Memulai belajar dengan Mind Mapping, awalnya dengan menentukan satu materi yang 
akan dipelajari dengan menggambar ditengah-tengah halaman kosong.

Misalnya  sedang belajar galaksi, tulis kata galaksi di tengah-tengah dari sini 
 
mulai dibikin cabang-cabangnya. Cabang pertama misalnya apa itu galaksi,  
cabang 
kedua dimana itu galaksi, cabang ketiga apa saja yang termasuk  galaksi.

Lalu dari cabang-cabang ini bisa berkembang lagi  cabang-cabang lainnya di tiap 
cabang. Misalnya cabang pertama apa itu  galaksi bertambah lagi cabangnya 
menjadi seperti apa bentuk galaksi.  Begitu selanjutnya dengan cabang-cabang 
lainnya.

Dengan adanya  peta pemikiran ini siswa jadi lebih mudah paham alur ceritanya. 
Ketika  ada ujian dengan pertanyaan seperti apa bentuk galaksi, dia akan ingat  
letak cabang itu dimana.

Jadi materi pelajaran 20 halaman misalnya bisa dirangkum dalam satu halaman 
Mind 
Mapping.

Seberapa efektif belajar dengan Mind Mapping?

"Mind Mapping merupakan teknik belajar yang cukup efektif, dan bagi orang 
dengan 
gaya  belajar visual maka mind mapping ini akan menjadi sangat membantu,"  ujar 
Vitriani Sumarlis, MSi, Psi saat dihubungi detikHealth, Selasa (12/4/2011).

Vitri menuturkan denganMind Mapping umumnya informasi yang kompleks akan diubah 
menjadi lebih sederhana  dalam satu halaman saja, sehingga proses berpikirnya 
menjadi lebih  sistematis.

Sementara itu bagi orang yang memiliki gaya belajar non-visual, Mind Mapping 
tetap  bisa berguna misalnya dengan menggunakan bantuan auditori. Vitri  
mencontohkan salah satu muridnya yang lebih mudah memahami suatu  informasi 
setelah diberikan Mind Mapping dengan bantuan auditori atau penjelasan dari 
gurunya.

"Mind Mapping ini juga sangat membantu untuk anak yang susah belajar," ujar 
Vitri yang juga menjadi psikolog di SD Pantara Jakarta.

Vitri mengungkapkan hal ini karena Mind Mapping membantu seseorang lebih 
gampang 
belajar dengan cara mengorganisir  segala informasi yang diterimanya menjadi 
lebih ringkas, serta membuat  hubungan antara satu informasi dengan informasi 
lainnya terlihat lebih  jelas.

Misalnya seseorang ingin menjelaskan tentang makanan, maka  ia bisa menarik 
garis ke samping untuk buah dan garis lainnya untuk  sayuran. Nantinya sayuran 
dibagi lagi menjadi sayuran berdaun hijau dan  sayuran tidak hijau.

Jadi kalau ada yang menyebutkan kata apel,  anggur, kangkung atau bayam, maka 
seseorang akan lebih mudah  mengkategorikannya dan mengklasifikasikan semua 
kata-kata tersebut  secara umum dalam makanan.

Teknik belajar Mind Mapping ini bisa diajarkan sejak anak-anak misalnya pada 
saat anak kelas 3-4  sekolah dasar, mulailah diperkenalkan tapi dengan bantuan 
dan bimbingan  dari guru karena anak belum mampu membuatnya sendiri.

"Diharapkan nanti jika anak memasuki kelas 4-5 sekolah dasar anak sudah bisa 
membuat Mapping sendiri meskipun masih dalam bentuk sederhana, karena inti dari 
Mind Mapping ini adalah memberikan konsep dan kerangka berpikir," ungkap Vitri.

Dalam Mind Mapping satu konsep yang umum atau besar akan dikembangkan ke 
turunannya yang  lebih kecil, dan bagi orang yang kreatif dapat mewujudkannya 
menjadi  suatu bentuk visualisasi yang menarik sehingga memudahkannya untuk  
belajar.

Vitri menjelaskan visualisasi yang terbentuk dari Mind Mapping ini akan membuat 
imajinasi seseorang menjadi lebih terwujud atau  imajiner yang membuatnya lebih 
mudah mengerti serta bisa merangsang  kemampuan kreativitas seseorang.

Agar lebih menarik dan mudah dimengerti sebaiknya seseorang membuat Mind 
Mapping 
dari suatu konsep dengan menggunakan beberapa warna, sehingga  memudahkan ia 
untuk mempelajari suatu hal dengan melihat hubungan yang  terbentuk dari kata 
kunci warna dan gambar yang ada.

 



 

"Meski begitu setiap metode belajar ada kelebihan dan kekurangannya. Kalau 
materinya tentang konsep maka Mind Mapping ini bagus, tapi kalau bukan hal-hal 
yang detail seperti hapalan angka-angka atau peristiwa-peristiwa sejarah maka 
Mind Mapping ini tidak terlalu bagus," ujarnya.

Untuk itu jika memiliki masalah dalam belajar atau sulit memahami suatu konsep, 
tak ada salahnya mencoba melakukan mind mapping (peta pikiran) sehingga 
informasi yang terkait dengan konsep tersebut lebih jelas terlihat dan 
memudahkan proses pemahaman.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke