Kok nggak ada gambarnya ....

-----Original Message-----
From: aris dianto <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 20 Jun 2011 19:59:06 
To: aga-madjid<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Kota-kota Paling 'Berbahaya' di Asia

Kota-kota Paling 'Berbahaya' di Asia
Mon Jun 20 3:58am 
Share
        * retweet
        * Email
        * Print
Oleh Andrew Willis

Inilah kota-kota terbaik di Asia yang akan mengakomodasi berbagai kenakalan 
Anda.

Tujuh  kota sibuk di Asia ini menawarkan berbagai macam godaan. Anda bisa  
makan 
dengan rakus di Taipei atau menjadi seorang pesolek di Manila.  Kota-kota ini 
bisa menjadi alasan tersendiri untuk berdosa.



1. Kerakusan: Taipei, Taiwan
Makanan murah bisa Anda temukan di manapun, siang maupun malam.

Ada  18 jalan di Taipei yang didedikasikan hanya untuk berjualan makanan. Di  
tempat-tempat yang biasanya akan terdapat halte bus, di Taipei Anda  akan 
menemukan makanan panggang. Trotoar menjadi kios penganan. Bau tahu  fermentasi 
pun memenuhi udara. 


Pasar malam di Taipei jadi  terkenal karena pilihan camilannya. Biasanya, 
makanan-makanan ini  dikenal dengan sebutan xiaochi, yang arti harfiahnya 
adalah 
“makanan  kecil”. Harga makanan kecil ini antara $ 1-2.

Perut Anda sangat mudah membuncit di kota ini.

 

2. Kemalasan: Seoul, Korea Selatan
Jika tidak lembur, orang-orang Korea Selatan akan menghabiskan bandwidth.

Internet  di Seoul sudah ditata, dikelola, dan dirapikan sedemikian rupa 
sampai,  
saking cepatnya, orang tidak perlu bergerak ke mana-mana. Penduduk Korea  
Selatan bisa berjam-jam bermain World of Warcraft dengan nyaman.

Korea  Selatan ada di peringkat 15 kota termalas di dunia (dan nomor satu di  
Asia) oleh The Daily Beast. Dan ada alasan mereka bisa menjadi lebih  malas 
lagi. 


Proposal terbaru dari pemerintah mengusulkan  kemajuan teknologi digital. 
Alasannya adalah permintaan dari game online  dan video streaming di Seoul. 
Pada 
2012, kecepatan Internet di kota  berpenduduk 39 juta orang ini bisa mencapai 
1000 Mbps.



3. Kebanggaan: Manila, Philippines
Wanita-wanita  Filipina terkenal akan kecantikannya. Tapi para prianya terlalu 
sibuk  mematut-matut diri mereka sendiri di depan cermin.

Menurut  penelitian terbaru dari Synovate, pria Filipina adalah yang paling  
narsisistik di Asia. Sekitar 48 persen dari pria-pria ini meyakini diri  mereka 
menarik secara seksual.

Dan sekitar 9 dari 10 pria yang  mencabut alisnya mengaku, mereka ingin 
terlihat 
keren untuk dirinya  sendiri, bukan untuk memikat wanita.

Jika dibandingkan, hanya 25  persen pria di Singapura yang yakin dirinya 
atraktif. Angka itu hanya  mencapai 17 persen di Cina dan Taiwan, sementara di 
Hongkong hanya 12  persen pria yang berpikir mereka menarik.



4. Ketamakan: Shenzhen, Cina
Saat  semua orang berusaha menghemat pengeluarkan, Shenzhen tak  henti-hentinya 
mengeluarkan miliaran dolar untuk membeli produk-produk  teknologi tinggi.

Shenzhen adalah satu dari sekian banyak kota  dengan pertumbuhan tercepat di 
dunia. Pemasukan domestik bruto provinsi  ini mencapai $ 42 miliar — itu 
artinya 
lebih dari PDB negara seperti  Guatemala, Lebanon, dan empat kali lebih besar 
dari Islandia.

Tinggal  tunggu waktu sampai ada 1 miliar jutawan di Cina. Filosofi Shenzhen  
berkata, jika kamu tidak bisa menghasilkan satu juta, maka hasilkanlah  satu 
miliar.



5. Gairah: Tokyo, Jepang
Industri seks Jepang diperkirakan mencapai ¥ 2.5 triliun ($ 30 miliar), nomor 
dua di bawah industri otomotifnya.

Menurut penulis “Pink Box”, Joan Sinclair, “Jepang bisa menawarkan apa pun yang 
bisa Anda bayangkan.”

Dari  porno yang menjijikkan sampai pelayan kafe, Tokyo seperti seorang pria  
tua berpikiran jorok di tubuh seorang remaja. Dan dia memuaskan  
keinginan-keinginan kotornya dengan semangat seorang eksibisionis.

Tokyo adalah kota yang bisa memenuhi fetis Anda, atau tempat Anda bisa 
dimandikan oleh seorang remaja muda berseragam.



6. Iri: New Delhi, India
Pada  2010, orang India adalah emigran kedua terbesar dunia setelah Meksiko.  
Data ini berdasarkan Migration and Remittances Factbook 2011 dari Bank  Dunia.

Ada sekitar 11,4 juta orang India yang bermigrasi untuk  mencari penghidupan 
lebih baik. India dan ibu kotanya, New Delhi,  mengalami sindrom “rumput 
tetangga lebih hijau” yang terparah.



7. Dendam: Pyongyang, Korea Utara
Keras  kepala, suka membuka konfrontasi, antidamai... ibu kota Korea Utara  
seperti remaja labil Asia. Tetapi, tidak seperti remaja yang suka  
mengekspresikan rasa ketidakamanan mereka dengan menindik bagian tubuh  atau 
mewarnai rambut, Korea Utara lebih suka menenggelamkan kapal atau  menembaki 
pulau-pulau dengan peluru.

Olahraga nasional Korea  Utara adalah Taekwondo. Jika terjadi kekurangan 
pangan, 
maka militerlah  yang lebih dulu dilayani. Film-film propaganda terus-menerus 
berbicara  tentang kekuatan tak terlihat tentara Korea Utara. Poster-poster di  
Pyongyang juga berpesan, “Kedamaian ada di ujung bayonet.”

Dengan penduduk sekitar 24 juta orang, Korea Utara memiliki 1 juta tentara. 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke